Selasa 02 Agustus 2022, 15:55 WIB

Meja Bundar Indonesia-Jepang Bahas Penyandang Disabilitas Perkembangan

Mediaindonesia.com | Humaniora
Meja Bundar Indonesia-Jepang Bahas Penyandang Disabilitas Perkembangan

DOK Pribadi.
Penyandang disabilitas perkembangan (persons with developmental disorders) kerap menghadapi beragam tantangan.

 

PENYANDANG disabilitas perkembangan (persons with developmental disorders) kerap menghadapi beragam tantangan. Sejumlah tantangan itu antara lain tingkat kualitas hidup yang kurang baik, masalah ekonomi, serta rendahnya pemahaman untuk mengakses layanan kesehatan serta fasilitas pendukung lain. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) di 2020, terdapat 22,5 juta penyandang disabilitas. 

Untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut, kegiatan Indonesia-Japan Roundtable Discussion on Developmental Disorder bertujuan meningkatkan pemahaman publik mengenai situasi tentang penyandang disabilitas perkembangan di Indonesia. Acara diskusi ini juga diselenggarakan untuk memperkuat hubungan kerja sama antara Indonesia dan Jepang dengan berbagi pengalaman serta melakukan dialog dengan para perwakilan dari kedua negara.  

Acara diskusi yang dilangsungkan pada 2 Agustus 2022 itu merupakan bagian dari kolaborasi kegiatan riset internasional tentang disabilitas perkembangan (developmental disorder) di Asia Tenggara. Kolaborasi ini dilakukan oleh the National Center for Persons with Severe Intellectual Disabilities, Nozominosono, Jepang, dan LSPR Institute of Communication and Business of Indonesia dengan dukungan dari the Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA). 

Perwakilan dari Jepang H.E. Madam Michiyo Takagi (Former Secretary General of National Diet Members Caucus on Developmental Disorder of Japan/Former Member, the House of Representatives/Advisor, Japan Developmental Disorder Network) membuka acara diskusi ini. Perwakilan dari pemerintah Indonesia dan Jepang (dari Kementerian Sosial Republik Indonesia dan Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Sosial Jepang) turut diundang untuk memberikan dukungan dalam inisiatif bersama ini. Begitu juga Komisi Nasional Disabilitas Indonesia serta organisasi dan komunitas yang mewakili penyandang disabilitas perkembangan. 

Prita Kemal Gani (CEO dan Founder LSPR Institute of Communication & Business) serta Dr. Takuma Kato (Direktur Healthcare and Long-Term Care Policy, Economic Research Institute for ASEAN and East Asia) mengawali acara diskusi. Jajaran pembicara yang hadir ialah H.E. Madam Michiyo Takagi, Dr. Dante Rigmalia (Ketua Komisi Nasional Disabilitas Indonesia), Dr. Salahuddin (Sekretaris Ditjen Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial Republik Indonesia) dan Mr. Hisatoshi Kato (Staf Khusus untuk Person with Developmental Disorders, Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Sosial Jepang).

Baca juga: Vaksin Dalam Negeri Diharapkan Jadi Kado Ulang Tahun Indonesia

Salah satu isu penting yang didiskusikan dalam acara ini yaitu riset untuk kebijakan dan implementasi terkait penyandang disabilitas perkembangan di Indonesia dan Jepang. Beberapa poin penting yang dibahas dalam diskusi yakni berbagi informasi dan pengalaman tentang penyandang disabilitas perkembangan, khususnya konteks kebijakan dan implementasinya di Indonesia dan Jepang, mengidentifikasi isu-isu penting terkait penyandang disabilitas perkembangan dan menampung suara serta aspirasi mereka, menciptakan sinergi dan mengembangkan dukungan untuk kerjasama internasional terkait disabilitas perkembangan, dan memfasilitasi pertukaran dan diskusi tentang disabilitas perkembangan di tahap-tahap selanjutnya, termasuk memberikan kontribusi untuk rekomendasi pembuatan kebijakan ke depan. 

Acara ini dihadiri oleh para partisipan yang mewakili beragam kalangan, termasuk penyandang disabilitas perkembangan, organisasi, dan komunitas orangtua dengan anak penyandang disabilitas perkembangan, perwakilan akademisi, pemerintah, serta pihak-pihak lain yang terhubung dengan bidang ini. Hadir pula Staf Khusus Presiden dan penyandang disabilitas Angkie Yudistia serta Dr. Ryuhei Sano (Profesor dari Hosei University dan Visiting Scholar di National Center for Persons with Severe Intellectual Disabilities, Nozominosono). (RO/OL-14)

Baca Juga

quora.com

Mengenal Manfaat Gerakan Meroda dan Cara Melakukannya

👤Meilani Teniwut 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 06:15 WIB
Gerakan Meroda adalah gerakan memutar tubuh dari arah samping. Tumpuan gerakan meroda terletak di bagian kaki serta...
Instagram @disneyplushotstarid

Ini Beda Tokoh Protagonis dan Antagonis

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 05:30 WIB
Protagonis adalah tokoh yang memiliki watak baik, dikenal, dan disukai semua orang. Tokoh ini merupakan kunci dan bagian yang sangat...
Ist

Keterbukaan dan Sikap Kritis Kunci Pulih dari Intoleransi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 23:40 WIB
Proses radikalisasi seringkali masuk akibat keterbukaan yang tidak diiringi sikap kritis. Hal ini mengingat strategi infiltrasi kelompok...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya