Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono didampingi Walikota Surabaya Eri Cahyadi meninjau pelayanan kesehatan yang ada di Posyandu Prima Jambangan, Kota Surabaya, Jawa Timur pada Senin (1/8).
Dalam kesempatan tersebut, Wamenkes berkeliling melihat secara langsung semua layanan yang ada di Posyandu, mulai dari loket pendaftaran hingga 6 Poli yang tersedia di antaranya Poli Umum, Poli Gigi, Poli KIA, Poli Gizi, Poli Lansia, dan Poli Konseling.
Seusai melakukan peninjauan, Wamenkes mengaku puas melihat perkembangan pelayanan di Posyandu Prima. Menurutnya, jenis pelayanan lengkap karena sudah mencakup lansia dan sistem pelayanannya juga cepat.
“Saya merasa puas bahwa upaya transformasi kesehatan kita pada pilar pertama yakni transformasi layanan kesehatan primer telah berproses disini.
Pada pilar ini yang ingin kita tingkatkan adalah segi pelayanannya,” kata Wamenkes.
Wamenkes menjelaskan bahwa Posyandu Prima awalnya merupakan Puskesmas Pembantu.
Perubahan ini merupakan bagian dari implementasi transformasi layanan kesehatan primer yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kalau dulu ada Puskesmas pembantu yang jumlahnya masih sangat sedikit, kita coba ubah menjadi satu yang namanya Posyandu Prima. Disini ada peran serta kader dan masyarakat, sehingga secara aktif bisa saling membantu,” kata Wamenkes.
Kehadiran Posyandu Prima, kata Wamenkes, tidak untuk menghilangkan fungsi Posyandu yang selama ini ada di masyarakat.
Sebaliknya, Posyandu Prima justru semakin meningkatkan kapasitas dan kapabilitas layanan Posyandu, karena lokasi yang dekat dengan masyarakat, layanan kesehatan yang semakin lengkap, serta sasaran yang lebih luas, tidak hanya ibu dan anak, namun mencakup semua siklus hidup mulai dari bayi hingga lansia.
“Posyandu yang ada sekarang hanya diubah sedikit saja, Posyandu prima yang menjadi koordinator dan melakukan pengawasan serta evaluasi. Di dusun-dusun tetap ada Posyandu, tapi ada satu koordinatornya yaitu Posyandu Prima,” terang Wamenkes.
Selain pelayanan kesehatan, Wamenkes juga menaruh perhatian pada integrasi data kesehatan antara fasyankes, daerah dan pusat.
Terkait dengan data, Wamenkes menyebutkan bahwa Kementerian Kesehatan akan segera melakukan koordinasi dan sinkronisasi data serta aplikasi yang ada di Pemerintah Kota Surabaya guna mempermudah pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku siap menyukseskan agenda transformasi sistem kesehatan yang dicanangkan Kementerian Kesehatan dengan melibatkan seluruh kader-kader kesehatan untuk membantu pelayanan kesehatan terutama untuk kegiatan promotif preventif.
“Pelaksanaan kesehatan, kita sudah melibatkan Kader Surabaya Hebat dan kader dibawah Surabaya Hebat,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait dengan integrasi data, Edy mengatakan bahwa hal tersebut akan segera dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan.
“Insya Alah, data antara pemerintah daerah, provinsi dan pusat adalah satu. Ketika ada satu data, maka kebijakan Pemda bisa lebih tepat sasaran, sehingga kita bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” tandasnya. (Dis/OL-09)
Ketua TP Posyandu Provinsi Kalsel, Fathul Jannah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja sama semua pihak, terutama pemerintah kabupaten/kota serta kepala SKPD terkait.
Perhatian khusus turut diberikan kepada kesehatan jiwa ibu selama masa kehamilan dan pascamelahirkan.
Posyandu kini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan tetapi juga layanan pada pendidikan, sosial, perumahan hingga perlindungan masyarakat
Cubicle portable sangat relevan dengan kondisi posyandu di Kamal, di mana kegiatan pemeriksaan kesehatan seringkali dilakukan di ruang terbuka atau ruang yang kurang memadai.
Kemenkes mendorong pembentukan posyandu disabilitas untuk menyediakan layanan kesehatan inklusif, setara, dan gratis.
MENINGKATNYA kasus campak di Indonesia dinilai berkaitan dengan turunnya cakupan imunisasi rutin lengkap dalam beberapa tahun terakhir.
Pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu di provinsi kepulauan
KEMENTERIAN Kesehatan memasuki tahap lanjutan penanganan bencana Aceh Sumatra dengan fokus pada pemulihan layanan kesehatan primer melalui puskesmas di wilayah terdampak.
"Puskesmas itu berada di 18 dari 23 kabupaten/kota yang terdampak bencana. Sudah bisa melayani kesehatan masyarakat,"
Pembangunan dan pengoperasian puskesmas ini merupakan perwujudan kehadiran pemerintah dalam menjamin layanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah diakses warga.
BAYANGKAN di suatu pagi di sebuah puskesmas, antrean sudah mengular sejak matahari belum tinggi.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mencatat saat ini ada 10.300 puskesmas di Indonesia, jumlah tersebut termasuk 2.652 yang kategori puskesmas terpencil dan sangat terpencil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved