Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
HILIRISASI hasil riset universitas dengan industri menjadi hal pokok yang perlu dilakukan. Dengan demikian hasil penelitian bukan hanya ada di kampus dalam bentuk publikasi tetapi produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat
Itu disampaikan Prof. Dr. apt. Syamsudin, M.Biomed. usai dilantik sebagai Dekan Fakultas Farmasi Universitas Pancasila (UP) periode 2022-2026 di aula Fakultas Farmasi UP, Rabu (20/7). Pelantikan itu berlangsung bersama dengan acara pelantikan pejabat lain di lingkungan UP.
"Hilirisasi hasil riset yang kami lakukan salah satunya dengan Nucleus Farma," ujar Syamsudin. Belum lama ini, ia mendapatkan rekor Muri bersama PT Natura Nuswantara Nirmala (Nucleus Farma) karena risetnya yang bermanfaat bagi masyarakat dan hingga kini digunakan banyak di RS pemerintah maupun swasta.
Penelitian itu terkait poliherbal pertama yang berperan sebagai terapi adjuvant untuk meningkatkan efektivitas pengobatan standar covid-19. Ini menunjukkan kolaborasi apik antara akademisi, praktisi, pelaku usaha, dan pemerintah.
Syamsudin lahir pada 22 Februari 1968. Ia menyelesaikan jenjang studi Sarjana dan Profesi Apoteker di UP, Magister Biomedik di Universitas Indonesia, dan Doktoral Biomedik di Universitas Gadjah Mada. Kemudian ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Farmakologi Bahan Alam di UP. Kiprahnya dalam hal riset dan pengembangan sudah sangat banyak. Hal tersebut terbukti dengan publikasi ilmiah baik nasional dan internasional.
Baca juga: Mantan Wakil Menteri PU Dilantik Sebagai Pejabat di Universitas Pancasila
Ia juga menerbitkan buku dan bahan ajar salah satunya berjudul Farmakoterapi Gangguan Saluran Pernafasan. Prestasinya yang lain yakni memperoleh penghargaan sebagai Dosen Terbaik 1 Tingkat Kopertis Wilayah III.
Posisi dekan, bagi Syamsudin, merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan dengan baik. Sebagai dekan ia akan menghadapi berbagai problematika yang sudah menanti. Ia memastikan visi misi fakultas dan universitas dapat terlaksana sesuai capaian target.
Program kerja memajukan Fakultas Farmasi UP secara nasional dan internasional sudah Prof. Syamsudin rancang seperti membuka peluang kerja sama serta meningkatkan mutu pendidikan mahasiswa. Ia pun bertekad untuk memantapkan tata kelola dan mempertahankan akreditasi unggul dengan lima program studi yang sangat lengkap bagi universitas swasta. Fakultas tersebut kini sudah memiliki jenjang pendidikan D3 sampai S3. (RO/OL-14)
Para siswa juga diperkenalkan profil kampus USK, FMIPA, dan Departemen Farmasi sebagai upaya menumbuhkan minat generasi muda terhadap farmasi dan profesi apoteker.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Taruna Ikrar menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kemandirian farmasi nasional melalui pengembangan obat bahan alam.
Probiotec, merampungkan konsolidasi empat pabrik menjadi satu fasilitas berskala besar di Kemps Creek, New South Wales.
PT Holi Pharma kembali menunjukkan komitmen dalam mendukung dunia pendidikan dengan membuka akses mahasiswa untuk mengenal lebih dekat industri farmasi Indonesia.
TENAGA apoteker yang kompeten dan tersebar merata di Indonesia masih menjadi kebutuhan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved