Minggu 26 Juni 2022, 15:42 WIB

Sandiaga Uno: Desa Wisata Loang Baloq Paduan Ekraf dan Kearifan Lokal 

mediaindonesia.com | Humaniora
Sandiaga Uno: Desa Wisata Loang Baloq Paduan Ekraf dan Kearifan Lokal 

Ist
Menparekraf Sandiaga Uno mengunjungi Desa Wisata Loang Baloq, di Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, NTB.

 

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) /Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) Sandiaga Salhuddin Uno terus berjibaku.

Khususnya, dalam upaya membangkitkan pertumbuhan ekonomi dan pengembangan pariwisata Indonesia.

Setelah di hari yang sama beliau mengunjungi desa wisata Buwun Sejati yang terletak di Kabupaten Lombok Barat, kali ini, Sandi mengunjungi Desa Wisata Loang Baloq, di Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Untuk Propinsi NTB terdapat dua desa wisata yang masuk sebagai 50 besar desa wisata terbaik ADWI 2022.

Baca juga: Kemenparekraf Lanjutkan Sosialisasi Sadar Wisata di Kabupaten Simalungun dan Toba

Program ADWI sendiri telah memasuki tahun kedua yang mengusung tema ’Kebangkitan Ekonomi untuk Indonesia Bangkit’.

Program ini diharapkan mampu mewujudkan visi Indonesia sebagai negara tujuan pariwisata berkelas dunia, berdaya saing global, berkelanjutan, dan mampu mendorong pembangunan daerah dan mensejahterakan rakyat.

Melalui program tersebut, Kemenparekraf/Baparekraf juga  dapat menjaring database desa wisata baru dari pendaftaran di website jejaring desa wisata (Jadesta). Hal itu merupakan website resmi yang dikembangkan oleh Kemenparekraf.

Dari data kegiatan ADWI tahun 2021 terjaring 1.831 data desa wisata yang ada di Indonesia dan target di tahun 2022 adalah 3.000 desa wisata yang terjaring, tetapi yang mendaftar juga melebihi target yaitu sekitar 3400 desa wisata.

Lonjakan desa wisata yang mendaftar ini menunjukkan animo yang sangat tinggi dari desa wisata dalam mengikuti program ADWI ini.

Program ini juga guna mempermudah pengembangan desa wisata di Indonesia ke depan. 

Tahun ini, Kemenparekraf/Baparekraf berkolaborasi dengan mitra strategis untuk bersama mengembangkan desa wisata. Terutama 50 desa wisata terbaik.

Para mitra tersebut yakni Astra, BCA, BNI, dan Grab. Desa wisata Loang Baloq yang masuk sebagai 50 desa terbaik ADWI 2022 ini, juga mendapat kesempatan menjadi peserta program pembinaan dan pengembangan desa oleh mitra Kemenparekraf yaitu Grab.

”Kita harapkan destinasi kombinasi antara destinasi Bali dan destinasi wisata religi ini, bisa menjadi satu kesatuan, yang bisa mampu membangkitkan ekonomi kita, membuka peluang usaha, dan juga lapangan kerja,” ujar Sandi disambut tepuk tangan Wali Kota Mataram Mohan Roliskana dan riuh dukungan masyarakat setempat.    

Sandi mengaku terpesona dengan potensi Desa Wisata Loang Baloq yang epik. ”Saya melihat kombinasi ini ada beberapa ya. Tapi ini yang paling epik ya."

"Tidak hanya dapet sunset, senja, tapi juga dapet wisata religinya. Dapet ekonomi kreatif (ekrfa), tapi juga ada kearifan lokalnya. Ini makamnya di dalam pohon. Dan spesial, saya baru pertama kali lihat ini," jelansya.

"Jadi, pariwisata halal yang bisa kita angkat ke depan salah satunya juga bisa membuat travel plan yang bisa kita kembangkan untuk di Desa Wisata Loang Baloq ini,” ungkap Sandi.

Seperti halnya desa wisata yang lain, destinasi wisata di desa itu telah memenuhi standar penilaian tim juri ADWI 2022 yang terdiri dari tujuh kategori.

Lokasi Desa Wisata Taman Loang Baloq cukup strategis. Dari Lombok International Airport Praya sekitar 30 menit menggunakan mobil menuju desa tersebut. Nama desa ini cukup menarik rasa penasaran publik terutama, dari sisi pemaknaan nama.

Menurut masyarakat desa setempat, nama Loang Baloq, memiliki historis panjang. Itu adalah nama makam yang popular di kalangan masyarakat setempat.

Loang dalam bahasa sasak berarti lubang. Sedangkan Baloq dalam bahasa sasak berarti buaya. Jadi Loang Baloq dalam bahasa Indonesia artinya lubang buaya.  

Menurut Juru Kunci Makam Loang Baloq Janali, Loang dalam bahasa sasak artinya lubang. Sedangkan Baloq artinya buyut.

”Dengan demikian, tafsir Loang Baloq itu sendiri memang lebih condong kepada lubang buaya karena di area makam tersebut terdapat banyak buaya yang memiliki lubang tempat berdiam diri. Konon, umur buaya tersebut mencapai ratusan tahun,” kata Janali.

Karena historis tersebut pula, Desa Loang Baloq menjadi tujuan wisata religi. Di mana ada tiga makam yang dikeramatkan, salah satunya makam Maulana Syekh Gauz Abdurrazak.

Beliau merupakan ulama dan pendakwah agama Islam yang berasal dari Baghdad Irak. Dia menyebarkan agama Islam dari Palembang lalu kemudian singgah di Lombok sekitar 18 abad yang silam.  (RO/OL-09)

Baca Juga

Antara

40,5 Juta Masyarakat Sudah Divaksinasi Booster

👤MGN 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 23:37 WIB
Sebanyak 6.178.179 lanjut usia telah terproteksi vaksin booster. Kemudian 8.423.560 petugas...
MI/ Tri Subarkah

Sinar Mas Agribusiness and Food Ajak Masyarakat Garap Kebun Belakang Rumah

👤Tri Subarkah 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 21:27 WIB
Ia berharap proyek Safe Water Garden (SWG) bisa meningkatkan pendapatan dan kesehatan...
DOK Sinar Mas Land.

Sinar Mas Land Bantu Penyandang Disabilitas, Lansia, Yatim Piatu

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 20:39 WIB
Sinar Mas Land melalui PT Bumi Serpong Damai Tbk melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan uang tunai, pangan, dan alat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya