Senin 23 Mei 2022, 19:00 WIB

Penjelasan Ide Pokok dan Cara Menentukan Ide Pokok Bacaan

Pierre Lavender | Humaniora
Penjelasan Ide Pokok dan Cara Menentukan Ide Pokok Bacaan

MI/Bary Fathahilah.
Sejumlah pengungsi pencari suaka asal Timur Tengah mengikuti kegiatan belajar bahasa Indonesia dan bahasa Inggris di Rumah Detensi Imigrasi.

 

IDE pokok adalah ide utama atau inti pembahasan dari suatu paragraf. Pokok pikiran disebut juga gagasan utama, gagasan pokok, atau ide pokok. Pokok pikiran paragraf terdapat pada kalimat utama. 

Lebih lanjut, paragraf adalah sekumpulan kalimat dalam suatu teks atau karangan. Paragraf punya ide pokok (gagasan utama) yang dikemas dalam kalimat topik. Setiap paragraf memiliki kalimat utama dan kalimat pengembang. Kalimat utama ialah kalimat yang memuat pokok pikiran atau ide pokok paragraf. Kalimat utama akan diuraikan oleh beberapa kalimat lain dalam paragraf tersebut. Kalimat pengembang adalah kalimat yang berfungsu untuk menguraikan, menjelaskan, dan merinci kalimat utama.

Ciri-ciri ide pokok, antara lain:

a. Memiliki kalimat pendukung (kalimat pengembang) atau penjelasan.
b. Ada yang mendukung, baik itu berupa penjelasan atau alasan yang menguatkannya.
c. Inti dari paragraf atau pusat pembahasan.

Untuk menentukan ide pokok, diperlukan berbagai cara untuk menentukannya, antara lain:

a. Bacalah paragraf dengan seksama.
b. Perhatikan kalimat pertama dan kalimat terakhir.
c. Tentukan kalimat yang merupakan kalimat utama paragraf tersebut.
d. Pokok pikiran dirumuskan dari kalimat utama paragraf tersebut.

Contoh ide pokok atau kalimat utama pada paragraf dapat dibedakan menjadi lima bagian yaitu:

1. Paragraf deduktif (awal) yakni paragraf yang kalimat utamanya di awal paragraf dan diikuti oleh kalimat-kalimat penjelas.

Contoh: Tenaga kerja yang diperlukan dalam persaingan bebas ialah tenaga kerja yang mempunyai etos kerja tinggi, yaitu tenaga yang pandai, terampil, dan berkepribadian. Tenaga kerja yang pandai ialah tenaga kerja yang punya kemampuan akademis memadai sesuai dengan disiplin ilmu tertentu. Terampil berarti mampu menerapkan kemampuan akademis yang dimiliki disertai kemampuan pendukung yang sesuai untuk diterapkan agar diperoleh hasil maksimal. 

Paragraf di atas termasuk deduktif karena kalimat topiknya terdapat pada awal paragraf. Kalimat topik paragraf tersebut yakni tenaga kerja yang diperlukan dalam persaingan bebas ialah tenaga kerja yang punya etos kerja tinggi, yaitu tenaga yang pandai, terampil, dan berkepribadian. Kalimat topik itu kemudian dikembangkan dengan kalimat-kalimat penjelas. Kalimat-kalimat penjelas itu masing-masing menguraikan butir-butir yang diperlukan untuk mempertegas informasi dalam kalimat topik tentang etos kerja tinggi yang meliputi kepandaian, keterampilan, dan kepribadian tenaga kerja.

2. Paragraf induktif (akhir) yakni paragraf yang kalimat utamanya terletak pada bagian akhir.

Contoh: Salju yang turun dari langit memberikan hiasan yang indah untuk bumi. Beberapa kota disulap dengan nuansa putih, menghasilkan pemandangan cantik dan memikat bagi penikmat keindahan. Hawa dinginnya semakin hari menggigit kawasan-kawasan yang beriklim subtropis dan sedang ini. Inilah musim dingin yang terjadi di negeri matahari terbit. 

Paragraf diatas diawali dengan perincian yang berupa peristiwa-peristiwa khusus. Peristiwa khusus itu berupa salju yang turun, keadaan kota yang memutih karena salju, dan hawa dingin yang menyelimuti beberapa wilayah di Jepang. 
Semua peristiwa khusus itu kemudian disimpulkan bahwa itulah keadaan Jepang saat musim dingin. Tulisan dengan pemaparan semacam itu dapat dikategorikan sebagai paragraf induktif, suatu paragraf yang dimulai dengan hal khusus kemudian diakhiri dengan pernyataan umum yang merupakan kalimat topiknya.

3. Paragraf deduktif-induktif (campuran) yakni paragraf yang kalimat utamanya terletak pada bagian awal dan akhir paragraf.

Contoh: Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tingginya kolesterol merupakan faktor risiko yang paling besar yang menyebabkan seseorang terserang penyakit jantung koroner. Hampir 80% penderita jantung koroner di Eropa disebabkan kadar kolesterol dalam tubuh yang tinggi. Bahkan, di Amerika hampir 90% penderita jantung koroner disebabkan penderita makan makanan yang berkadar kolesterol tinggi. Begitu juga di Asia, sebagian besar penderita jantung koroner disebabkan oleh pola makan yang banyak mengandung kolesterol. Dengan demikian, kolesterol merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner. 

Gagasan utama atau kalimat utama paragraf tersebut yaitu kolesterol merupakan penyebab penyakit jantung koroner. Gagasan utama itu kemudian diikuti oleh tiga kalimat penjelas. Ketiga kalimat penjelas itu yakni hampir 80% penderita jantung koroner di Eropa disebabkan kadar kolesterol dalam tubuh yang tinggi, di Amerika hampir 90% penderita jantung koroner disebabkan penderita makan makanan yang berkadar kolesterol tinggi, di Asia sebagian besar penderita jantung koreoner disebabkan oleh pola makan yang banyak mengandung kolesterol. Ketiganya merupakan penjelas atau penegas bahwa kolesterol menjadi penyebab utama penyakit jantung koroner.

4. Paragraf ineratif (tengah) yakni paragraf yang kalimat utamanya terletak di tengahtengah paragraf.

Contoh: Gunung Sinabung di Sumatra Utara meletus. Belum reda letusan Gunung Sinabung, Gunung Kelud di Jawa Timur juga meletus. Selain gunung berapi yang meletus itu, banjir terjadi di beberapa daerah. Ibu kota Jakarta, seperti tahun-tahun sebelumnya, dilanda banjir. NTT yang sering mengalami kekeringan juga dilanda banjir. Indonesia memang sedang ditimpa banyak musibah dan bencana. Bencana-bencana tersebut menelan korban, baik harta maupun jiwa. Padi di sawah-sawah yang siap panen menjadi gagal panen. Sayur mayur yang banyak ditanam dan dihasilkan di lereng-lereng gunung juga hancur sehingga harga di pasar menjadi melambung. 

Gagasan utama atau kalimat utama dalam pargraf tersebut yaitu Indonesia sedang ditimpa banyak musibah dan bencana. Kalimat tersebut berada di tengah dan menjadi inti dari paragraf tersebut.

5. Paragraf menyebar (menyebar) yaitu paragraf dengan pola semacam itu tidak memiliki kalimat utama. Pikiran utamanya menyebar pada seluruh paragraf atau tersirat pada kalimat-kalimatnya.

Contoh: Matahari belum tinggi benar. Embun masih tampak berkilauan. Warna bunga menjadi sangat indah diterpa sinar matahari. Tampak kupu-kupu dengan berbagai warna terbang dari bunga yang satu ke bunga yang lain. Angin pun semilir terasa menyejukkan hati.

Gagasan utama paragraf tersebut tidak terdapat pada kalimat pertama, kedua, dan seterusnya. Untuk dapat memahami gagasan utama paragraf itu, pembaca harus menyimpulkan isi paragraf itu. Dengan memperhatikan setiap kalimat dalam paragraf itu, kita dapat menyarikan isinya, yaitu gambaran suasana pada pagi hari yang cerah. Inti sari itulah yang menjadi gagasan utamanya. (OL-14)

Baca Juga

DOK Kemenkominfo.

Kemenkominfo Targetkan 5,5 Juta Masyarakat Peroleh Literasi Digital

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 Juni 2022, 23:29 WIB
Mengutip survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APGI) pada 2022, lebih dari 210 juta penduduk Indonesia atau 77,02% dari total...
Antara

Update 29 Juni: 64 Ribu Orang Terima Vaksin Dosis Kedua

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Rabu 29 Juni 2022, 22:47 WIB
Total sebanyak 14.554.522 lansia telah menerima vaksin dosis lengkap per Rabu...
ANTARA

Pemerintah Evaluasi Rutin Perkembangan Wabah PMK

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 Juni 2022, 22:35 WIB
Saat ini penyakit PMK selain menjangkiti hewan sapi, juga sudah menjangkiti kerbau, kambing, domba, dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya