Minggu 22 Mei 2022, 18:30 WIB

UPI Bandung Luncurkan BeCool, Solusi Mengatasi Pemanasan Global

Naviandri | Humaniora
UPI Bandung Luncurkan BeCool, Solusi Mengatasi Pemanasan Global

DOK/HUMAS UPI
BeCool, produk cool roof yang dilincurkan Laboratorium UPI Bandung bersama Milenium Solution, USA

 


TIM Cool Roof Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan mitra
internasional telah mengeluarkan produk yang diberi label beCool.

Produk di bawah lisensi Milenium Solution, USA ini, diproduksi di Laboratorium Sains, Teknologi, dan Material Bangunan UPI. BeCool
telah didaftarkan di Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual dan
bersitifikat coolroof rating council (CRRC).

Asisten Profesor pada Program Studi Arsitektur Fakultas Teknologi dan
Kejurusan (FPTK) UPI  yang juga Manajer Proyek Cool Roofs Indonesia, Dr. Eng. Beta Paramita melalui keterangannya di Bandung, Minggu (23/5) menjelaskan, bahwa  beCool sebagai solusi dalam mengatasi pemanasan global sebagai dampak dari kepadatan bangunan terurama pada kota-kota besar dan menimbulkan fenomena Urban Heat Island (UHI).

"Tren pemanasan berlanjut dan suhu global pada tahun 2021 = 0,85
derajat Celcius di atas rata-rata sejak pencatatan modern dimulai pada
tahun 1880. Fenomena ini ditandai dengan semakin meningkatnya suhu
kawasan pusat kota dibandingkan dengan kawasan di sekitarnya. Kepadatan
bangunan, gelombang pendek radiasi matahari yang terpantul pada
material-material penutup kota menyebabkan panas yang terperangkap dan
menimbulkan peningkatan iklim mikro kawasan," ungkapnya.

BeCool berwarna putih yang memiliki spesifikasi SRI 106, solar
reflectance
0,84, thermal emittance 0,90, sehingga mampu menghemat biaya listrik 5-6% dari total pemakaian per bulan. Waktu pengeringannya cukup cepat sekitar 30 menit.

Ketahanan kualitas produk sampai dengan 3 tahun tergantung tingkat kelembapan dan polusi udara pada setiap lokasi dan produk ini memiliki kelebihan berbahan dasar air dan waterproof.

Beta Paramita menambahkan, beCool menghadirkan solusi bagi masyarakat
Indonesia dengan mitra institusional, akademik, dan komunitas untuk
mengatasi tantangan ini untuk mencapai target. BeCool merupakan cool roofs dengan harga lebih terjangkau dan dapat diakses ke banyak daerah pedesaan dan terpencil di Indonesia.


Beta menambahkan pihaknya mengembangkan sumber daya tambahan untuk membawa manfaat cool roof ke lebih banyak pemakai di Indonesia. "Kami
berharap pembelajaran ini dapat membantu meningkatkan penggunaan solusi
pendingin ini di seluruh dunia."

BeCool, tambahnya,  merupakan bagian dari projek Cool Roof UPI dalam projek global, Million Cool Roofs Challenge (MCR).

Million Cool Roofs Challenge (MCR) merupakan sebuah tantangan global untuk mempercepat akses ke pendinginan yang terjangkau dan berkelanjutan melalui penyebaran cepat pelapis cool roofs atau atap reflektif surya.


Lebih nyaman

Noah Horowitz, Direktur Clean Cooling Collaborative menambahkan bahwa
kurangnya akses ke pendinginan sangat mematikan dan menjadi masalah bagi lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia. Pihaknya perlu memenuhi permintaan pendinginan yang meningkat dengan solusi yang lebih ramah iklim dan adil.

The Million Cool Roof Challenge, lanjut dia, menawarkan potensi
global untuk memperluas skala penyebaran atap reflektif surya yang
membuat bangunan lebih nyaman bagi penghuninya dan mengurangi timbulnya
tekanan panas.

The Million Cool Roofs Challenge diluncurkan pada tahun 2019 sebagai
proyek dari Clean Cooling Collaborative bekerja sama dengan Global Cool
Cities Alliance, Sustainable Energy for All (SEforALL), dan Nesta
Challenges. Million Cool Roofs Challenge memberikan hibah $125.000
kepada 10 tim finalis yang berbasis di Afrika Selatan, Bangladesh, Cote
D'Ivoire, Filipina, Indonesia, Kenya, Meksiko, Niger, Rwanda, dan
Senegal.

Dalam waktu kurang dari dua tahun, secara kolektif, sepuluh
negara tersebut berhasil mengaplikasikan lebih dari 1,1 juta meter
persegi cool roofs area yang setara dengan 250.000 atap rumah kecil,
meskipun banyak kendala akibat pandemi virus corona.

Kompetisi global untuk skala penggunaan cool roofs di negara berkembang
tersebut secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia yang diwakilkan oleh
UPI sebagai pemenang dari Million Cool Roofs Challenge untuk
mendemonstrasikan model terbaik yang berkelanjutan melalui inovasi dan
teknologi atap reflektif surya.

UPI kemudian berhak atas hadiah senilai $750.000 atau setara Rp11 miliar untuk memperluas penerapan cool roofs di Indonesia.


Menurut Beta Paramita, produk Becool UPI dikembangkan bekerja sama
dengan University of Florida, dan Milenium Solutions, USA. Tim Cool Roof Universitas Pendidikan Indonesia dalam kegiatan MCR telah
mengaplikasikan cool roofs pada delapan provinsi, lima belas kota di
Indonesia yang dirasakan manfaatnya oleh lebih dari 10,000 pengguna
bangunan.

Tercatat bangunan pabrik, sekolah, rumah MBR, kantor pemerintah, masjid, sarana OR serta kompleks pesantren dan yatim piatu telah menjadi pilot project dalam pelaksanaan MCR.

Berdasarkan pengukuran lapangan hasil proyek percontohan, aplikasi cool roofs pada bangunan industri mampu menurunkan suhu ruang dalam sebesar 10 derajat celsius. Pada sisi lain juga, penggunaan cool roofs mampu menurunkan konsumsi energi bangunan setara 5-6% dari total energi.

"Selama kegiatan MCR, Tim Cool Roof UPI telah mampu memproduksi cat
pelapis cool roofs sendiri di bawah lisensi Milenium Solution, USA. Cat
produksi Lab Sains, Teknologi, dan Material Bangunan UPI ini telah
memperoleh sertifikat internasional yang dikeluarkan oleh CRRC (Cool
Roof Rating Council)," tambahnya.


Tenaga kerja

Melalui produksi ini, kata Beta Paramita, pihaknya telah memberikan kesempatan bagi pekerja lapangan, juga kesempatan pembelajaran praktis bagi para dosen dan mahasiswa yang bekerja sama dalam rangkaian kegiatan MCR.

Dampak kegiatan Tim Cool Roof UPI telah memenuhi target yang dibebankan
oleh juri MCR, yaitu mampu memberikan kenyamanan termal dan akses pada
pendinginan; penghematan energi, serta secara nyata berkontribusi
terhadap reduksi efek UHI.

Produk Becool UPI Sebagai bagian dari upaya UPI untuk ikut serta dalam
mengembangkan inovasi produk lokal. Cool Roofs UPI berencana untuk
mendirikan fasilitas pengujian SRI (Solar Reflective Index) yang pertama di Indonesia melalui peningkatan produksi lokal dan berharap dapat mengurangi biaya produksi sekitar 20 persen dan membuat cat reflektif surya ini lebih murah dan diakses oleh segala lapisan masyarakat.

"BeCool UPI juga membuka kerjas ama dengan pemerintah pusat melalui
kementerian, serta pemerintah daerah untuk membangun keberhasilan proyek Million Cool Roofs Challenge mereka dan mengembangkan kebijakan
(Standar Nasional Indonesia, aplikasi bangunan hijau, dll.)  yang akan memfasilitasi adopsi lanjutan dari atap reflektif surya di seluruh negeri," tandas Beta. (N-2)

Baca Juga

 ANTARA/Maulana Surya

Benarkah Cabut Gigi Atas Bisa Sebabkan Kebutaan?

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 23:55 WIB
Rumor tersebut juga masih saja menjadi keyakinan bagi sebagian masyarakat, bahkan sering kali dijadikan sebagai salah satu alasan untuk...
Antara

50,8 Juta Masyarakat Sudah Divaksin Booster

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 22:35 WIB
Penyuntikan vaksin dosis kedua juga bertambah...
AFP/Frederic J BROWN

Penerima Vaksin Booster di Indonesia Baru Capai 50,8 Juta Orang

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 22:10 WIB
Cakupan vaksinasi booster secara nasional baru mencapai 24%. Cakupan itu belum...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya