Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SUDAHKAN Anda menyediakan waktu hari ini untuk membaca buku bersama atau bercerita pada anak balita Anda? Jika belum, tantangan apa yang membuat anda belum atau tidak melakukannya?
“Membaca buku bersama anak usia dini seringkali dipandang sebagai kegiatan yang menyita waktu orangtua, dianggap kurang penting karena kesibukan orangtua yang cukup tinggi, atau bahkan karena bercerita pada anak juga kadang terasa membosankan” kata Irwan Gunawan, SIGAP Program Manager di Tanoto Foundation.
“Tapi, orangtua ataupun pengasuh perlu menyediakan waktu untuk kegiatan ini karena sangat banyak manfaatnya pada berbagai aspek tumbuh kembang anak” tambahnya.
Masih dalam momentum perayaan Hari Buku Nasional yang diperingati setiap tanggal 17 Mei, tepat rasanya jika kita pun ikut mendorong rasa cinta anak pada buku sejak dini.
Baca juga: Peringati Hari Buku Nasional, BCA Bagikan 1.000 Buku untuk Nasabah
Terlebih lagi, berdasarkan sejumlah penelitian, banyak manfaat penting yang diperoleh anak usia dini dari kegiatan membaca dan bercerita bersama orangtua ataupun pengasuhnya.
Berikut beberapa hal diantaranya:
1. Membantu mengenali suara, kata dan bahasa, serta mendorong pembentukan keterampilan literasi anak (kemampuan terkait membaca, menulis, menyimak dan berbicara sejak dini).
2. Merangsang imajinasi dan kreativitas anak, serta mendorong rasa ingin tahu
Membaca buku melibatkan kemampuan imajinasi untuk membayangkan berbagai karakter cerita, membayangkan setting cerita, dan memprediksi kelanjutan cerita. Kreativitas dan rasa ingin tahu anak pun akan terlatih melalui kegiatan ini.
3. Membantu pembentukan otak anak, kemampuan konsentrasi, bersosialisasi dan berkomunikasi
Jika dilakukan secara teratur dan konsisten, membaca ataupun bercerita bersama anak akan membantu meningkatkan kemampuannya berkonsentrasi. Anak pun akan belajar untuk duduk dan mendengarkan dalam rentang waktu tertentu, yang akan berguna saat ia mulai bersekolah.
4. Membantu pembentukan empati pada anak
Saat membaca cerita, kita seringkali ikut merasakan kehidupan dan emosi karakter yang ada. Selain membantu pembentukan empati pada anak, hal ini juga membuatnya paham tentang berbagai jenis emosi, belajar menyadari emosi mereka, juga orang lain disekitarnya.
5. Mendorong terbentuknya ikatan (bonding) yang lebih kuat antara anak dengan orangtua.
Penelitian dari University of Michigan di tahun 2019 menyebutkan bahwa saat anak membaca bersama orangtua, mereka lebih sering berbicara satu sama lain dan kualitas interaksi yang terjalin pun lebih baik.
6. Membantu anak mengenali dunia, budaya mereka dan budaya lain yang ada
“Bahkan bila tidak ada buku anak yang tersedia di rumah atau buku cerita anak baru yang belum dibacakan, orangtua dan pengasuh selalu bisa mendongeng atau bercerita tanpa membaca dari buku.” menurut Irwan.
Semakin sering anak diajak membaca atau mendengarkan cerita, semakin besar pula keinginan mereka untuk belajar membaca sendiri, dan akhirnya menjadi terampil untuk membaca. Dalam jangka panjang, semakin sering dan teratur hal ini dilakukan, semakin baik pula hasilnya pada kemampuan kognitif dan kemampuan bersosialisasi pada anak.
Temukan buku cerita anak yang dapat diunduh secara gratis dan sejumlah informasi lain terkait metode bercerita pada anak, pemilihan buku yang tepat, atau informasi lain seputar pengasuhan dan pendidikan anak usia dini di website SIGAP (www.sigap.tanotofoundation.org). (RO/OL-09)
Kenaikan kelas dan kelulusan seringkali hanya menjadi formalitas administratif demi mengejar target persentase kelulusan 100%. Masih ditemukannya siswa yang belum bisa membaca dan menulis.
Kemampuan motorik berhubungan erat dengan pencapaian akademik, khususnya dalam berhitung dan membaca.
Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini Anak-Anak Bantaran Sungai Ciliwung Bersama Pegiat Biruni
Membaca pada dasarnya adalah sebuah latihan bagi otak.
Acara yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba ini mengusung tema "Membaca, Berdaya dan Sejahtera dengan Literasi".
Melalui Program Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia, sebanyak 716 judul buku cerita anak telah diproduksi dan dipilih secara ketat.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
Dalam memoarnya, Aurelie Maoeremans menceritakan bahwa pertemuannya dengan sosok "Bobby" terjadi saat ia masih berusia 15 tahun di sebuah lokasi syuting iklan.
Sekjen BPP Hipmi Anggawira menghadirkan dua buku yang membahas seputar arah kebijakan ekonomi Indonesia dalam menghadapi dinamika global.
Data BPS dalam Survei Sosial Ekonomi pada Maret 2024, sekitar 22,5 juta orang atau 8,23% penduduk Indonesia menyandang disabilitas.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved