Kamis 14 April 2022, 20:30 WIB

Pangan Aman Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa 

Gana Buana | Humaniora
Pangan Aman Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa 

ANTARA
Petugas membasmi hama pada cabai keriting di lahan pertanian perkotaan di Jambangan, Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/3).

 

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meluncurkan program Pangan Aman Goes to Campus, Kamis (14/4). Program ini bertujuan mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul melalui peningkatan kompetensi dan partisipasi mahasiswa di bidang keamanan pangan.

Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito menjelaskan, program ini merupakan bentuk komitmen dan keberpihakan Badan POM terhadap Usaha Mikro dan Kecil (UMK) melalui pemberdayaan komunitas pendidikan sebagai pendamping UMK pangan olahan. Sehingga produknya dapat memenuhi persyaratan keamanan pangan dan memperoleh izin edar Badan POM.

“Badan POM melalui program ini akan membentuk fasilitator untuk mendampingi UMK pangan olahan dalam pemenuhan persyaratan keamanan pangan, dalam kegiatan ini BPOM melibatkan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek),” ungkap Penny dalam keterangan resmi yang diterima. 

Menurut Penny, UMK pangan olahan memiliki peran strategis di masyarakat, yaitu menyediakan kebutuhan dasar, khususnya pangan berkualitas untuk membangun manusia berkualitas. Selain itu, UMK pangan olahan mampu menggerakkan perekonomian melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan penyediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

“Peran strategis yang dimiliki UMK pangan olahan tentunya perlu disertai dengan upaya peningkatan daya saing produk UMK," ujarnya.

Tidak hanya itu, menurut dia, komunitas pendidikan seperti civitas akademika di perguruan tinggi, khususnya mahasiswa, merupakan komunitas intelektual yang sangat diharapkan kontribusi aktifnya untuk menjaga keamanan pangan. Mahasiswa peserta program Pangan Aman Goes to Campus akan mendapat pembekalan kompetensi di bidang keamanan pangan sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Nomor 618 Tahun 2016 dan Peraturan Badan POM Nomor 16 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelatihan Pengawas Pangan Kabupaten/Kota dan Penyuluh Keamanan Pangan.

Baca juga: BPOM Cek Keamanan Takjil Pasar Ramadan Palu

Selanjutnya, mahasiswa akan diberikan kesempatan terjun langsung untuk memperkaya dan meningkatkan wawasan serta kompetensinya dengan memberikan pendampingan kepada UMK pangan olahan dalam mengimplementasikan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) termasuk untuk Industri Rumah Tangga. Pada kegiatan yang sama, dilaksanakan juga penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan POM dengan 13 perguruan tinggi yang tergabung dalam penyelenggaraan Program tersebut.

Perguruan tinggi dimaksud adalah Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, Universitas Bhayangkara Surabaya, dan Universitas Sahid.

Program ini akan diperluas dengan menjangkau perguruan tinggi yang berada di wilayah Indonesia Timur, seperti di Nusa Tenggara Timur, dengan membuka ruang diskusi program, sosialisasi informasi tentang registrasi, dan sertifikasi pangan olahan, serta program pendampingan UMK pangan olahan.

“Implementasi program ini diharapkan mampu meningkatkan pemberdayaan dan partisipasi mahasiswa dalam melakukan pendampingan terhadap UMK pangan olahan, serta menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang kompeten, tangguh, dan siap bekerja di bidang keamanan pangan,” tandas dia. (R-3)

Baca Juga

DOK Sahabat Ganjar

ITS Surabaya Juara Hackaton 2022 Jawa Timur

👤Widhoroso 🕔Minggu 26 Juni 2022, 22:14 WIB
TIM Victorits dari Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya, meraih juara ajang Hackathon 2022 Jawa Timur yang berakhir Minggu...
ANTARA/Ampelsa

Peringatan HANI 2022, Kualitas SDM untuk Bangun Karakter Remaja Jadi Tantangan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 26 Juni 2022, 22:10 WIB
Sekarang ini mental emotional disorder atau gangguan mental emosional pada anak remaja dalam keluarga meningkat pesat pada 2018 jika...
Dok. Kemenparekraf

Sandiaga Tekankan Pentingnya Keterlibatan Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata 

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 22:07 WIB
Selain memahami akan potensi yang ada, masyarakat juga harus paham nilai-nilai penting yang terkandung dalam Sapta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya