Selasa 08 Maret 2022, 23:05 WIB

Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 Tunjukkan Tren yang Terus Meningkat 

Mediaindoensia.com | Humaniora
Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 Tunjukkan Tren yang Terus Meningkat 

Antara/Fauzan
Pasien Covid-18 yang sembuh meninggalkan area isolasi terpusat di Tangerang, Banten

 

KEMENTERIAN Kesehatan kembali mencatat angka kesembuhan pasien Covid-19 yang tinggi di angka 55.128 pada Selasa (8/3), naik dibandingkan angka kesembuhan kemarin (7/3) di 48.800. Angka kesembuhan juga diikuti oleh jumlah kasus aktif yang terus turun dari 448.274 (7/3) menjadi 422.892 (8/3). Imbasnya, angka keterisian rumah sakit juga turun menjadi 27% secara nasional hari ini. 

“Situasi pandemi nasional sangat terkait dengan situasi global. Situasi global turut menentukan apakah fase akut pandemi ini sudah berakhir atau masih berlanjut. Di tingkat global, tren penurunan kasus konfirmasi baru dan juga kematian terus berlanjut. Untuk tingkat nasional, seperti kita ketahui tren penurunan kasus konfirmasi terus berlanjut yaitu turun 38,15% dibandingkan minggu sebelumnya,” kata Siti Nadia Tarmizi Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes. 

Catatan Kemenkes pada minggu ini menunjukkan, positivity rate nasional minggu mencapai 13.56% dan pada 7 Maret lalu mencatat positivity rate pertama kali di bawah 10% dalam 30 hari terakhir, yakni di angka 9,93%.  

“Meski begitu penularan masih terjadi dan perlu terus kita tekan hingga level di bawah 5%. Kasus saat ini paling banyak dilaporkan berasal dari pulau Jawa-Bali, akan tetapi proporsinya sudah mulai menunjukkan penurunan. Artinya kita harus tetap waspada, karena beberapa provinsi terutama di luar Jawa-Bali saat ini masih mengalami peningkatan tren kasus baru dan masih mungkin berlanjut di beberapa hari atau minggu kedepan,” pesan Nadia. 

Baca juga : Ini Usulan Kemenkes Untuk Tingkatkan Ketahanan Sistem Kesehatan Global di Forum T20 

Data yang dihimpun Kemenkes 7 Maret kemarin, sudah ada 24 daerah yang menunjukkan penurunan jumlah kasus konfirmasi. Sisanya tinggal 10 daerah lagi yang masih mengalami peningkatan kasus konfirmasi. 

“Oleh karena itu, kita memerlukan kerja sama semua elemen masyarakat untuk membantu menjaga protokol kesehatan dan mengikuti program vaksinasi hingga lengkap dua dosis serta melanjutkan dengan vaksinasi booster,” ujar Nadia. 

Kelompok rentan bergejala berat hingga berisiko kematian akibat terinfeksi Covid-19 yaitu orang-orang dengan komorbid dan juga lansia. Sesuai rekomendasi global kelompok ini menjadi kelompok prioritas untuk vaksinasi Covid-19. data nasional menunjukkan bahwa lansia dengan Covid-19 memiliki risiko 3.5 kali lipat untuk meninggal dibandingkan dengan yang bukan lansia, dan lebih tinggi lagi pada lansia dengan penyakit penyerta seperti diabetes, darah tinggi, dan gagal ginjal.  

Melihat data kumulatif dari 21 Januari-6 Maret 2022, 70% dari 8.239 pasien meninggal di rumah sakit belum divaksinasi lengkap, 56% di antaranya lansia, dan 51% memiliki komorbid. Sementara itu efek perlindungan vaksin dibandingkan pasien yang belum divaksin yaitu, 3 dosis vaksinasi mengurangi risiko kematian 86%, 2 dosis vaksinasi mengurangi risiko kematian 60%, 1 dosis vaksinasi mengurangi risiko kematian 29%. 

“Kami berharap untuk wilayah di Indonesia terutama yang masih rendah cakupannya untuk dapat kembali menyusun strategi untuk meningkatkan cakupan vaksinasinya hingga lengkap dua dosis dan ditambah booster,” tutup Nadia. (RO/OL-7)

Baca Juga

Antara

Regulasi Tidak Siap, Penerapan Kelas Standar BPJS Kesehatan Rawan Digugat

👤Dinda Shabrina 🕔Senin 04 Juli 2022, 22:45 WIB
 Kementerian Kesehatan untuk jangan terburu-buru menerapkan 12 kriteria dalam kebijakan Kelas Standar BPJS Kesehatan sebab rawan...
MI

Kemenkes : Ganja Medis Hanya untuk Riset, Tidak Perlu Revisi UU

👤 M Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 04 Juli 2022, 22:30 WIB
Regulasi pemanfaatan tanaman ganja medis hanya untuk riset dan bukan untuk konsumsi masyarakat. Karena itu, tidak perlu mengubah...
Dok. Kemenko PMK

Menko PMK Minta Kampus Ikut Tangani Wabah PMK

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 04 Juli 2022, 21:58 WIB
"Saya imbau terutama untuk perguruan tinggi yang punya fakultas kedokteran hewan dan peternakan untuk segera mengerahkan dosen dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya