Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT usia Joey Alexander tiga tahun, sang ayah Denny Sila memperdengarkan beragam musik kepada bungsunya itu.
Rupanya aliran musik swing berhasil menyita perhatian remaja kelahiran Bali, 25 Juni 2003 itu.
Sejak itu, secara sadar ia memilih musik jazz yang menjadi dasar ragam swing.
Baru empat tahun kemudian, ia serius bermain piano.
Namun, dentingan grand piano bukan hal baru, pasalnya ia telah menjajalinya setahun sebelumnya.
"Sound-nya sudah saya rasakan. Saya sudah akrab dengan sound piano sejak sebelum usia 6 tahun. Sound piano itu terbuka sekali, seperti banyak kunci, saya suka lihat orang memainkan piano. Lebih dari 80 kunci susah dimainkan, tapi saya ingin bereksplorasi dengan piano," ungkapnya kepada Media Indonesia saat berbincang dalam wawancara spesial Joey Alexander dan Najwa Shihab di I Can Live Studio, Jakarta Selatan, Kamis (19/5).
Demi keseriusannya, beberapa guru piano didatangkan.
Namun, tidak satu pun yang berumur panjang. Joey hanya menjawab singkat,
"Guru piano kebanyakan enggak pernah lama, enggak tahu mungkin saya enggak cocok."
Jazz, kata dia dengan suara agak cadel, ialah kebebasan yang mengekspresikan diri dan pemikiran.
"Buat saya main musik itu keep playing the music, keep doing what you do and loving it, dan never give up for something you want. Setiap orang punya kesempatan, saya bersyukur dengan peluang yang diberikan kepada saya, termasuk di Grammy," ungkapnya.
Joey bahkan tidak pernah bermimpi menjadi musikus.
"Saya tidak punya mimpi saat kecil. Akan tetapi, saya pernah bermimpi Tuhan izinkan saya dapat nominasi Grammy. Saya memang tidak pernah merencanakan, saya hanya melakukan apa yang saya suka dan syukurnya terjadi," lanjutnya.
Kerja keras
Segala penghargaan dan prestasi internasional yang didapatkan Joey diakui Denny Sila merupakan hasil kerja keras.
"Tentu ini juga memang pemberian Tuhan, tapi saya juga tetap harus bekerja keras. Saya latihan tidak 8 jam sehari, tapi serius juga untuk latihan," timpal Joey.
Denny Sila melihat di dunia jazz banyak yang menganggap Joey anak kecil.
"Banyak keraguan terhadap anak saya. Jadi bahasan prodigy selalu fokus di umur, sementara Joey mau orang fokus di musiknya. Terakhir New York Times waktu anak saya main di White House International Jazz Day menulis umur dia (Joey) tidak relevan dibahas dengan karyanya. Pelan-pelan hal ini mulai diapresiasi," ungkapnya.
Joey menanggapinya terbuka. Ia sadar dunia jazz berbeda, tapi secara perlahan kehadirannya dimengerti, salah satunya dengan dua nominasi Grammy.
"Semua orang punya pemikiran yang berbeda-beda. Musik itu susah sih untuk mengangkat anak kecil, makanya orang beranggapan musik saya bukan untuk anak kecil. Akan tetapi, saya anggap musik jazz untuk semua," kata pianis yang mengidolakan musisi Amerika Serikat seperti Louis Amstrong, Miles Davis, Bill Evans, sampai musikus kelahiran Kanada, Robbie Hancock.
Pemikiran dan daya apresiasi Joey pun tecermin dengan menganggap semua lagu yang didengarkan ialah masterpiece.
"Lagu favorit saya banyak sekali, saya juga suka lagu-lagu gospel, cuma untuk spesifik lagu tertentu sulit untuk memilih karena saya suka semuanya. Bagi saya setiap lagu adalah masterpiece dan setiap lagu juga penting," ujarnya.
Festival jazz AS
Kini berbagai pergelaran bergengsi menjadi keseharian Joey menunjukkan kemampuan bermusiknya, termasuk di hadapan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dalam helatan White House International Jazz Day awal Mei lalu.
Bersama Wayne Shorter (pemain saksofon) dan Esperanza Spalding (basis), Joey memainkan satu buah komposisi jazz.
Ternyata trio itu merupakan format tiga generasi.
Wayne yang menjadi ikon jazz di AS berusia 82 tahun, Esperanza berusia 31 tahun asal AS, dan Joey 12 tahun.
Menuju helatan itu, Joey punya kisah menarik. Dirinya datang di saat injury time.
"Waktu itu saya terbang dari Abu Dhabi langsung ke (Washington) DC. Jetlag banget. Yang seru waktu dijemput lieutenant general sampai di depan pintu. Saya kaget kirain ada yang mau ditangkap. Enggak tahunya jemput kita. Semua barang mereka yang urus, saya dan ayah saya hanya bawa badan ke White House. Wayne Shorter dan Esperanza sudah nunggu di sana, tinggal saya doang yang belum datang," kenangnya.
Selain itu, ia berkesempatan untuk bertemu Obama secara langsung.
"Orangnya nice, cuma waktu itu sebentar saja hanya say hi. Main satu lagu. Musisinya banyak banget dari seluruh dunia," tutupnya.
(M-5)
---------------------------------------------
BIODATA
Nama: Joey Alexander
Tempat, tanggal lahir: Denpasar, Bali, 25 Juni 2003
Ayah: Denny Sila
Ibu: Farah Leonora Urbach
Alat musik: Piano
Album: My Favorite Thing
Prestasi:
2016 Nominasi Grammy untuk best improvised jazz solo
2016 Nominasi Grammy untuk best jazz instrumental album
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved