Senin 06 Desember 2021, 01:32 WIB

Santri Dibekali Kemampuan dan Pengetahuan Digital

Cahya Mulyana | Humaniora
Santri Dibekali Kemampuan dan Pengetahuan Digital

Dok. Pribadi
Edukasi inklusi keuangan untuk santri

 

KEMANDIRIAN pondok pesantren salafiyah di era digital berbasis syariah terus dikembangkan. Santri dituntut memiliki kemampuan dan pengetahuan teknologi terkini. 

“Pandemi telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat, termasuk digitalisasi pada layanan keuangan," kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan selaku Komite Kebijakan KUR dan Sekretaris Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), Iskandar Simorangkir dalam keterangannya, Minggu (5/12). 

Hal itu ia paparkan pada Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Edukasi Inovasi Teknologi dan Informasi Digital Untuk Kemandirian Pondok Pesantren Salafiyah. Gelaran ini berlangsung berkat kerja sama Forum Komunikasi Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (FK-PKPPS) dengan sejumlah pihak termasuk Kementerian Agama RI dan Badan Wakaf Indonesia (BWI). 

Menurut Iskandar hasil survei Financial Institution pada 2020 menunjukkan inklusi keuangan digital di Indonesia meningkat sebesar 2,5 kali dari 2018. Menurutnya, inklusi keuangan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti yang dicita-citakan di Perpres No. 114 tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif.

Baca juga : Universitas Pancasila Resmikan Rumah Ibadah Agama Budha Vihara

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Wahyono Abdul Ghofur menyampaikan pentingnya para santri untuk bisa berkompetisi dengan memahami ilmu-ilmu terbaru. Itu seperti keuangan digital. 

Ia turut menyampaikan selamat kepada Pondok Pesantren Al Ishlah yang baru membuka cabangnya di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu.

Badan Riset Indonesia (BRIN) juga berkomitmen untuk mendukung pengembangan inovasi dan teknologi demi proses belajar mengajar yang lebih maju melalui kerjasama dengan Forum Pendidikan Kesetaraan pondok Pesantren Salafiyah

Selain FGD, sebelum pelaksanaan acara ini, DPP FK-PKPPS juga menggelar kompetisi rancang robotik antar pesantren yang juaranya diumumkan di penutupan acara. Kompetisi dimenangkan oleh Pondok Pesantren Tahfidz Al-IshlahJakarta sebagai juara 1, lalu PPTQ Harun Asy-Syafi’i Yogyakarta sebagai juara 2, dan terakhir Juara 3 Pondok Pesantren Al Amir , Banten sedangkan sebagai Juara umum adalah Pondok Pesantren Minhajurasyidin. (RO/OL-7

Baca Juga

AFP

Kimia Farma dapat sub-lisensi dari MPP untuk Obat Molnupiravir

👤Mediaindonesia 🕔Jumat 21 Januari 2022, 11:35 WIB
MPP dan Kimia Farma menandatangani perjanjian untuk memfasilitasi akses global yang terjangkau untuk...
ANTARA/Prasetia Fauzani

Mulai 2022 Diklat Calon Kepsek Ditiadakan, Rekrutmen Kepsek Harus Bersertifikat Guru Penggerak

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 21 Januari 2022, 10:50 WIB
Berdasarkan Permendikbud-Ristek 40/21, Guru Penggerak merupakan pool rekrutmen...
MI/ADAM DWI

Bertambah 51, Wisma Atlet Tampung 2.687 Pasien Covid-19

👤Hilda Julaika 🕔Jumat 21 Januari 2022, 10:30 WIB
Sejak Wisma Atlet beroperasi pada 23 Maret 2020 lalu sudah sebanyak 135.437 orang yang dirawat. Dengan sebanyak 132.750 pasien sudah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya