Kamis 02 Desember 2021, 14:52 WIB

Komitmen Kemenkes Eliminasi HIV AIDS di Tanah Air

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Komitmen Kemenkes Eliminasi HIV AIDS di Tanah Air

Ilustrasi
HIV AIDS

 

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) berkomitmen untuk melakukan eliminasi AIDS pada tahun 2030 mendatang. Upaya itu mulai direalisasikan dalam target 95-95-95 yakni 95% pertama ODHIV mengetahui status HIV, 95% kedua ODHIV mendapatkan terapi obat ARV, 95% ketiga semua ODHIV yang udah dapat obat ARV mengalami penurunan viral load.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan bahwa sejumlah langkah strategis telah disusun Kemenkes bersama stakeholder terkait diantaranya menerbitkan RAN Eliminasi HIV AIDS, Perluasan akses pencegahan, layanan diagnosis HIV dan pengobatan ART dan infeksi oportunistik, menjalin kerja sama dengan stakeholder terkait serta melakukan inovasi pencegahan dan pengendalian HIV AIDS dan IMS.

Baca juga: Perlu Strategi Baru untuk Cegah Peningkatan Kasus Covid-19

“Usaha yang kita lakukan secara komprehensif ini berdasarkan status kesehatan orang-prang tersebut. Ini membuat kita tidak melakukan diskriminasi dan mengutamakan Hak Asasi Manusia agar semua ODHA mendapatkan akses yang baik di bidang kesehatan,” kata Dante dalam keterangannya Kamis (2/12)

Kendati upaya eliminasi HIV AIDS terus diperkuat. Namun capaian eliminasi HIV AIDS di Indonesia masih jauh dari target. Dirinya menilai ada sejumlah penyebab yang menghambat upaya eliminasi HIV AIDS di Indonesia diantaranya jumlah fasyankes yang mampu melakukan skrining HIV belum merata serta rendahnya kesadaran ODHIV melakukan pengobatan ARV.

“Saat ini kita belum mencapai 3 target eliminasi tersebut khususnya target pengobatan dan target surpresi viral loadnya. Ini karena belum tersedianya fasyankes yang merata untuk melakukan tes dan pengobatan HIV AIDS, tingginya lost to follow up pada pasien HIV AIDS sehingga pengobatan belum optimal,” sebutnya.

Dari target triple 95%, dilaporkan baru ada 75% ODHA yang mengetahui status HIV, dan baru 39,6% ODHIV yang mendapatkan obat ARV dan baru 32,4% ODHIV yang mendapatkan ARV sudah mengalami penurunan turun viral load.

Masih rendahnya target eliminasi ini, menurut Dante juga dipengaruhi stigma dari keluarga, petugas kesehatan maupun masyarakat luas terhadap ODHIV. 

"Minimnya dukungan dari orang sekitar turut berdampak pada rendahnya tingkat kepatuhan ODHIV melakukan pengobatan ARV,” terangnya.

Padahal orang dengan HIV tentu memerlukan dukungan untuk tidak menghentikan pengobatan tanpa indikasi medis dan tetap semangat karena dengan ARV, tetap dapat berkarya dengan baik.

Kemenkes memiliki komitmen dalam upaya agar stigma dan diskriminasi pada pasien pasien HIV AIDS dengan menjamin hak asasi manusia termasuk orang dengan HIV, serta menerapkan kebijakan untuk meningkatkan akses pelayanan pada HIV harus kita secara komprehensif terintegrasi dan bermutu.

Pihaknya juga telah mencanangkan Program STOP (Suluh, Temukan, Obati dan Pertahankan). Beliau berharap, berbagai upaya yang telah dirancang untuk pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS di Indonesia dapat berjalan dengan baik.

“Ini akan memberikan refleksi kita untuk melakukan upaya yang terbaik dimasa yang akan datang sehingga kita bisa melakukan optimalisasi dan sinergisme diantara kelembagaan dan kita bisa menempatkan pasien ODHA di tempat strategis dan sebaik-baiknya bedasarkan hak asasi yang mereka miliki,” pungkasnya

Diketahui, Infeksi HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS) menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat dunia maupun Indonesia. Di level nasional, jumlah ODHIV terpantau fluktuatif.

Berdasarkan data permodelan epidemi HIV dengan aplikasi Asian Epidemic Modeling dan Spectrum diperkirakan ada sekitar 543.100 ODHIV yang tersebar di Indonesia. Jumlah ini cenderung fluktuatif. (OL-6)

Baca Juga

Antara/Mohamad Hamzah

Pengawasan Ketat Ternak Impor dan Karantina Hewan Cegah Meluasnya Penyakit Mulut dan Kuku

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:44 WIB
“Titik-titik pemeriksaan, pengawasan dan karantina untuk sapi impor perlu menjadi fokus pemerintah supaya PMK tidak semakin...
DOK Kemenko PMK

Pemerintah Maksimalkan Perlindungan Bagi Anak dan Penyandang Disabilitas yang Terdampak Pandemi

👤Widhoroso 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:01 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, masa depan anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang kehilangan orang tua pada masa Pandemi...
Antara

14,3 Juta Lansia Rampung Divaksinasi

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:38 WIB
Jumlah itu setara 66,44 persen dari target 21.553.118...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya