Selasa 30 November 2021, 22:50 WIB

Modest Fashion Kian Bertumbuh, Konsumennya Kian Sadar Lingkungan   

Iis Zatnika | Humaniora
Modest Fashion Kian Bertumbuh, Konsumennya Kian Sadar Lingkungan   

Dok Kemenparekraf
Modest Fashion Week World Conference diselenggarakandi Jakarta, hari ini Selasa (30/11).

 

Warga muslim dunia menghabiskan 277 miliar dolar AS atau sekitar Rp3,9 kuadriliun. Angka ini diproyeksikan tumbuh hingga 311 miliar dolar AS atau sekitar Rp4,4 kuadriliun pada 2024. 

Posisi Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak juga menjadikan negeri ini sebagai pasar terbesar kelima fesyen muslim dunia yang kini juga disebut modest fashion. Laporan Global Islamic Economy 2021 menyebutkan, Indonesia menempati posisi kelima sebagai negara konsumen busana muslim terbesar di dunia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan hal itu saat membuka acara Modest Fashion Week World Conference yang diselenggarakan Indonesia Modest Fashion Week (IMFW) di Jakarta, hari ini, Selasa (30/11). Selain forum diskusi dengan berbagai pelaku industri modest fesyen dari Indonesia, Amerika, Australia, Maroko, dan Rusia, acara ini juga menghadirkan peragaan busana yang dilaksanakan virtual.

Pentingnya perhatian pada industri modest fesyen, kata Sandiaga, juga terkait posisi sektor fesyen sebagai salah satu tulang punggung ekonomi kreatif dengan kontribusi hampir 21%. 

“Tentu saja COVID-19 memberi dampak hampir semua sektor, termasuk modest fesyen, banyak pelaku usaha yang hampir menutup usahanya dan sebagian masih bertahan. Kami telah menyediakan berbagai inisiatif untuk mendukung industri ekonomi kreatif, termasuk kebijakan stimulus untuk restrukturisasi kredit, transformasi digital untuk pelaku UMKM, dan dukungan pendanaan," ujar Sandiaga. 

Pertemuan para pelaku dalam penyelenggaraan Modest Fashion Week World Conference, kata Sandiaga, diharapkan berkontribusi pada ekosistem  industri modest fesyen. 

Direktur Kuliner, Kriya, Desain, dan Fesyen Kemenparekraf Yuke Sri Rahayu dalam paparannya menyatakan industri modest fesyen di masa pandemi kini memasuki tren baru yaitu munculnya kebutuhan untuk keperluan berolahraga. Situasi itu terkait meningkatnya kesadaran untuk hidup sehat di kalangan warga dunia yang dipicu situasi pandemi. 

"Kondisi itu tentu harus dijawab para pelaku industri, termasuk yang berasal dari Indonesia. Munculnya kesadaran akan pentingnya kesehatan itu bahkan meliputi perhatian konsumen pada aspek keberlanjutan yang diusung sebuah jenama, baik itu dari bahan hingga proses produksi," kata Yuke. 

Konsumen, lanjut Yuke, akan tertarik pada produk yang mengusung keberpihakkan pada lingkungan, termasuk bahan-bahan yang lebih bersifat hijau. Terkait peragaan busana virtual, pada masa pascapandemi, kondisi itu akan terus berlangsung, dipadukan dengan kegiatan fisik, karena pasar dan pelaku industri makin akrab dengan digital. Begitu pula pemasaran digital, akan makin intens terjadi dan menjadi ujung tombak pemasaran. (*/X-6) 

Baca Juga

ANTARA/Fransisco Carolio

BMKG: Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan Indonesia

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 18 Januari 2022, 10:27 WIB
Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Kep. Anambas - Kep. Natuna, Laut Jawa, perairan Kep. Sabalana - Kep....
ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

BNPB: Waspada Bencana Hidrometeorologi Basah Pekan Ini

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 18 Januari 2022, 09:53 WIB
Pekan ini terdapat meningkatkan potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang dan gelombang...
Freepik

Ini Tips Memilih Popok yang Tepat untuk Anak Anda

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 18 Januari 2022, 08:45 WIB
Berdasarkan hasil riset, 7-35% anak-anak di bawah usia tiga tahun mengalami ruam popok lantaran popok yang terlalu ketat, lembap, atau...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya