Jumat 26 November 2021, 08:00 WIB

Keragaman Pala di Indonesia Teryata Ada Plus dan Minusnya

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Keragaman Pala di Indonesia Teryata Ada Plus dan Minusnya

ANTARA/Rahmad
Petani memperlihatkan biji Pala saat dilakukan proses pengeringan di Desa Darussalam, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, Aceh.

 

INDONESIA memiliki ragam tanaman pala yang tersebar di berbagai daerah. Tetapi ada kekurangan dan kelebihan dari anugerah tersebut. Hal itu diungkapkan peneliti Utama Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balitro) Kementerian Pertanian Otih Rostiana, Selasa (23/11).

"Di Indonesia, keuntungannya jadi ada banyak pilihan, bisa dipakai untuk rempah bumbu makanan, kosmetik, sampai obat," kata Otih dalam sebuah webinar.

Kekurangannya, tidak semua jenis bisa memiliki kualitas tertinggi. Hal itu berkebalikan dengan kondisi buah pala di negara kepulauan Grenada, yang merupakan pesaing kuat Indonesia di pasar pala. Kualitas pala di Grenada tinggi karena hanya ada satu jenis pala, tidak bervariasi seperti di Indonesia.

Baca juga: Dedi Mulyadi Raih Penghargaan Satyalencana Kebudayaan

Pala hadir di Grenada setelah dibawa Inggris yang pernah menjajah Indonesia. Menurut Otih, zaman kekuasaan Inggris, buah pala disebarkan ke daerah jajahan mereka, termasuk Grenada.

Dia menuturkan, biji dan fuli pala telah menjadi rebutan bangsa asing sejak tahun 1511. VOC menguasai perdagangan rempah di Maluku pada  1600.

Pala Maluku kemudian dibawa dan dikembangkan ke berbagai daerah seperti Sulawesi Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Aceh, Lampung, hingga Jawa Barat.

"Dari Pulau Banda, pala dibawa penjajah ke Jawa Barat, jadi kualitas pala Jawa Barat enggak kalah dengan pala Banda," kata Otih.

Menurut Otih, pada umumnya, pala yang dibudidayakan berasal dari kepulauan Maluku bagian selatan, terutama Ambon dan Banda, karena punya kualitas yang tinggi.

Tidak semua pala bisa cocok dipakai untuk bahan masakan, obat atau kosmetik. Ada juga pala hutan yang hanya cocok sebagai pohon pelindung, bukan dimanfaatkan buahnya.

Di Indonesia, ada lima provinsi yang jadi sentra produksi pala dengan kontribusi kumulatif 86,71% per tahun, yakni Aceh (25,46% per tahun), Maluku Utara (19,89%), Sulawesi Utara (14,79%), Maluku (14,65%), dan Papua Barat (11,93%). (Ant/OL-1)

Baca Juga

Medcom

Dokter Tengah Pelajari Reumatik Autoimun di Penyintas Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 06 Desember 2021, 07:15 WIB
"Beberapa jurnal melaporkan adanya pasien-pasien yang didiagnosaarthritis rheumatoid (RA) pascainfeksi covid-19. Namun, hasil...
Dok. Pribadi

Santri Dibekali Kemampuan dan Pengetahuan Digital

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 06 Desember 2021, 01:32 WIB
Menurutnya, inklusi keuangan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti yang dicita-citakan di Perpres No. 114 tahun 2020 tentang...
Antara

Menkominfo Ingatkan Jangan Abai Terapkan Prokes

👤Ant 🕔Minggu 05 Desember 2021, 23:53 WIB
Tingkat kepatuhan protokol kesehatan mengalami penurunan, terutama menjaga jarak dan menghindari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya