Kamis 25 November 2021, 07:15 WIB

Telemedicine Bantu Negara Perluas Akses Layanan Kesehatan

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Telemedicine Bantu Negara Perluas Akses Layanan Kesehatan

ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas
Dokter melayani konsultasi kesehatan pasien peserta BPJS Kesehatan melalui aplikasi gawai mobile JKN di Klinik Mutiara Medika, Lebak, Banten

 

DIREKTUR Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Prof Abdul Kadir mengatakan teknologi telemedicine dapat membantu negara untuk mengatasi serta memperluas aksesibilitas terhadap pelayanan kesehatan di masyarakat.

"Transformasi digitalisasi bidang kesehatan bertujuan meningkatkan mutu akses dan layanan sekunder dan tersier. Dengan transformasi ini, kami harapkan dapat memberikan layanan yang lebih baik pada masyarakat," kata Abdul dalam kata sambutannya di webinar, Selasa (23/11).

Ia mengatakan konsep telemedicine tidak terbatas hanya untuk menyediakan layanan kesehatan jarak jauh tetapi juga untuk meningkatkan peran kesehatan efisien secara keseluruhan.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Membuka Peluang Pengembangan Teknologi Kesehatan 

Dengan pemanfaatan telemedicine, tenaga kesehatan tidak harus berada di tempat. Meski demikian, ia menegaskan pengobatan harus tetap menjadi layanan yang harus berpusat pada pasien.

"Teknologi telemedicine ini hanyalah alat bantu atau tidak menggantikan posisi dokter atau perawat," tuturnya.

Menurut Abdul, pendekatan telemedicine bukan lantas hanya mengandalkan teknologi untuk semua layanan kesehatan. Ia menekankan tenaga kesehatan juga harus memiliki waktu untuk memberikan sentuhan pelayanan yang manusiawi kepada pasien.

Penyelenggaraan layanan telemedicine telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 20 Tahun 2019. 

Khusus di masa pandemi covid-19, Kemenkes juga telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan No HK.01.07 tentang pedoman pelayanan kesehatan melalui telemedicine pada masa pandemi.

"Telemedicine ini memiliki banyak manfaat, seperti dari segi sumber daya manusia (SDM) yang dapat mengatasi keterbatasan komunikasi dengan dokter dan dokter spesialis," ujar Abdul.

Selain itu, telemedicine juga dapat memperbaiki sistem rujukan, dapat meningkatkan efisiensi dan meminimalisir biaya yang dikeluarkan pasien dibandingkan jika harus bepergian jauh untuk menemui dokter, serta dapat menjadi wahana pendidikan kedokteran dari segi diagnostik.

"Kami mengharapkan dorongan inovasi di bidang teknologi kesehatan atau digitalisasi di bidang kesehatan dapat bermanfaat untuk kita semua," ujar Abdul. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Kemenag Tunggu Persetujuan Pembentukan Ditjen Pesantren 

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Desember 2021, 23:49 WIB
Menurutnya, Ditjen Pesantren dibutuhkan karena ada keunikan tersendiri dari lembaga pendidikan itu, salah satunya adanya Majelis Masyayikh...
Antara

BRIN Hadirkan Teknologi Kebencanaan di IIDEC 2021

👤Ant 🕔Selasa 07 Desember 2021, 23:36 WIB
Riset dan teknologi kebencanaan dalam ajang Indonesia International Disaster Expo & Conference (IIDEC) 2021 secara...
Dok. Pribadi

Dorong Prestasi Olahraga Mahasiswa, Ketua DPD RI Apresiasi Sarana Olahraga di UMJ 

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Desember 2021, 23:35 WIB
Stadion UMJ diresmikan pada 2019. Stadion itu juga menjadi saksi bisu kelahiran talenta olahragawan UMJ yang mengharumkan nama kampus di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya