Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI Literasi Sedunia yang diperingati setiap awal bulan September seakan menjadi pengingat tentang budaya membaca di Indonesia yang masih rendah. Ada berbagai hal yang dianggap menjadi penyebab.
Namun akan lebih bijak rasanya bila perhatian kita lebih difokuskan pada upaya untuk membuat budaya ini tumbuh lebih baik. Terlebih karena kita tahu ada begitu banyak manfaat dari membaca.
Mendorong ketertarikan anak pada buku sejak dini --misalnya melalui membaca bersama-- dapat menjadi salah satu hal yang kita lakukan. Jangan khawatirkan usia dan kemampuan anak untuk membaca. Karena tahukah ayah dan bunda bahwa ada tiga cara membaca cerita yang bisa dilakukan oleh anak?
Membaca Gambar (Read the Pictures)
Gambar atau ilustrasi, khususnya pada buku anak, umumnya dapat menyampaikan pesan cerita yang sama kuatnya dengan kata atau tulisan yang ada. Metode 'membaca gambar' ini akan sangat membantu anak di masa awalnya awal masanya mulai diperkenalkan pada buku atau bagi anak yang masih belum mampu membaca banyak kata.
Di sisi lain, bagi anak dengan kemampuan membaca yang lebih baik, cara ini juga berguna untuk membantu mereka untuk memahami pesan yang ingin disampaikan penulis. Metode ini bisa kita lakukan dengan menunjuk gambar-gambar yang ada di setiap halaman buku sambil meminta anak untuk menceritakan apa yang dia lihat atau apa yang terjadi di halaman tersebut.
Membaca Kata (Read the Words)
Ini adalah cara membaca yang sudah kita ketahui, dan yang sering dianggap sebagai standar untuk menilai kemampuan membaca pada anak. Yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah mengajak anak untuk mencoba membaca kata-kata yang tertulis di setiap halaman buku.
Menurut Benedikta Dina, Assistant Manager Program SIGAP Tanoto Foundation, membaca kata dapat melatih anak untuk mengenal kosakata baru. ''Namun jangan sampai kita lupa bahwa ada cara lain membaca buku yang tetap dapat dilakukan anak sebelum ia mengenal lebih banyak kata dan lancar membaca.”
Ceritakan Kembali (Retell the Story)
Pada dasarnya, anak senang untuk membaca dan mengulang kembali buku yang pernah ia baca atau dibacakan kepadanya. Itu sebabnya anak-anak biasanya memiliki beberapa buku favorit yang akan selalu ia pilih.
Menceritakan kembali sebuah buku biasanya menjadi metode membaca yang paling disukai anak, terutama untuk buku-buku yang familiar baginya. Cara membaca ini bisa diawali dengan pertanyaan tentang nama tokoh-tokoh yang paling diingat oleh anak, lalu dimana peristiwa dalam cerita itu terjadi, apa yang terjadi dengan tokoh yang ia ingat, juga bagimana akhir dari cerita tersebut.
Saat anak menceritakan kembali isi buku, jika diperlukan, orangtua pun dapat secara berkala mengajukan pertanyaan. Hal ini untuk menjaga alur cerita dan membantu anak untuk menyelesaikan 'membaca' cerita.
“Ketiga cara ini menunjukkan pada kita bahwa semua anak bisa membaca, karena membaca sebenarnya adalah memberikan arti pada setiap halaman buku. Cara-cara tersebut hanya strategi yang dapat membantu anak untuk membentuk konsep cerita, khususnya jika kita bicara tentang buku fiksi, dan untuk membantu anak membangun pemahaman yang lebih jelas baginya saat membaca buku pengetahuan atau non-fiksi”, tutup Dina. (RO/OL-10)
Meski potensi ekonomi digital besar, Indonesia masih menghadapi tantangan serius pada aspek literasi.
Menurut Eka Kurniawan, kunci utama untuk meningkatkan kemampuan menulis terletak pada kombinasi antara asupan literasi yang beragam dan latihan fisik yang konsisten.
Skor PISA 2022 menempatkan literasi membaca siswa Indonesia pada angka 359 poin, masih di bawah rata-rata internasional.
MEMPERINGATI Hari Pendidikan Internasional, The Sunan Hotel Solo sukses menggelar “Solo Book Party – Edisi Spesial 2 Tahun SBP” bersama Solo Book Party (SBP).
Di kota ini berdiri banyak sekali lembaga pendidikan tinggi, dan rata-rata terbaik se-Indonesia
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
Menurut Eka Kurniawan, kunci utama untuk meningkatkan kemampuan menulis terletak pada kombinasi antara asupan literasi yang beragam dan latihan fisik yang konsisten.
Kenaikan kelas dan kelulusan seringkali hanya menjadi formalitas administratif demi mengejar target persentase kelulusan 100%. Masih ditemukannya siswa yang belum bisa membaca dan menulis.
Kemampuan motorik berhubungan erat dengan pencapaian akademik, khususnya dalam berhitung dan membaca.
Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini Anak-Anak Bantaran Sungai Ciliwung Bersama Pegiat Biruni
Membaca pada dasarnya adalah sebuah latihan bagi otak.
Acara yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba ini mengusung tema "Membaca, Berdaya dan Sejahtera dengan Literasi".
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved