Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI Literasi Sedunia yang diperingati setiap awal bulan September seakan menjadi pengingat tentang budaya membaca di Indonesia yang masih rendah. Ada berbagai hal yang dianggap menjadi penyebab.
Namun akan lebih bijak rasanya bila perhatian kita lebih difokuskan pada upaya untuk membuat budaya ini tumbuh lebih baik. Terlebih karena kita tahu ada begitu banyak manfaat dari membaca.
Mendorong ketertarikan anak pada buku sejak dini --misalnya melalui membaca bersama-- dapat menjadi salah satu hal yang kita lakukan. Jangan khawatirkan usia dan kemampuan anak untuk membaca. Karena tahukah ayah dan bunda bahwa ada tiga cara membaca cerita yang bisa dilakukan oleh anak?
Membaca Gambar (Read the Pictures)
Gambar atau ilustrasi, khususnya pada buku anak, umumnya dapat menyampaikan pesan cerita yang sama kuatnya dengan kata atau tulisan yang ada. Metode 'membaca gambar' ini akan sangat membantu anak di masa awalnya awal masanya mulai diperkenalkan pada buku atau bagi anak yang masih belum mampu membaca banyak kata.
Di sisi lain, bagi anak dengan kemampuan membaca yang lebih baik, cara ini juga berguna untuk membantu mereka untuk memahami pesan yang ingin disampaikan penulis. Metode ini bisa kita lakukan dengan menunjuk gambar-gambar yang ada di setiap halaman buku sambil meminta anak untuk menceritakan apa yang dia lihat atau apa yang terjadi di halaman tersebut.
Membaca Kata (Read the Words)
Ini adalah cara membaca yang sudah kita ketahui, dan yang sering dianggap sebagai standar untuk menilai kemampuan membaca pada anak. Yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah mengajak anak untuk mencoba membaca kata-kata yang tertulis di setiap halaman buku.
Menurut Benedikta Dina, Assistant Manager Program SIGAP Tanoto Foundation, membaca kata dapat melatih anak untuk mengenal kosakata baru. ''Namun jangan sampai kita lupa bahwa ada cara lain membaca buku yang tetap dapat dilakukan anak sebelum ia mengenal lebih banyak kata dan lancar membaca.”
Ceritakan Kembali (Retell the Story)
Pada dasarnya, anak senang untuk membaca dan mengulang kembali buku yang pernah ia baca atau dibacakan kepadanya. Itu sebabnya anak-anak biasanya memiliki beberapa buku favorit yang akan selalu ia pilih.
Menceritakan kembali sebuah buku biasanya menjadi metode membaca yang paling disukai anak, terutama untuk buku-buku yang familiar baginya. Cara membaca ini bisa diawali dengan pertanyaan tentang nama tokoh-tokoh yang paling diingat oleh anak, lalu dimana peristiwa dalam cerita itu terjadi, apa yang terjadi dengan tokoh yang ia ingat, juga bagimana akhir dari cerita tersebut.
Saat anak menceritakan kembali isi buku, jika diperlukan, orangtua pun dapat secara berkala mengajukan pertanyaan. Hal ini untuk menjaga alur cerita dan membantu anak untuk menyelesaikan 'membaca' cerita.
“Ketiga cara ini menunjukkan pada kita bahwa semua anak bisa membaca, karena membaca sebenarnya adalah memberikan arti pada setiap halaman buku. Cara-cara tersebut hanya strategi yang dapat membantu anak untuk membentuk konsep cerita, khususnya jika kita bicara tentang buku fiksi, dan untuk membantu anak membangun pemahaman yang lebih jelas baginya saat membaca buku pengetahuan atau non-fiksi”, tutup Dina. (RO/OL-10)
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai bagian upaya peningkatan minat baca dan literasi generasi penerus bangsa.
Kolaborasi ini dimulai dengan mengadakan Training of Trainers secara virtual yang dihadiri oleh 191 fasilitator dari Purwakarta, Malang, Kediri, Pekalongan, dan Probolinggo.
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana membagikan buku ke TBM di Pandeglang dan menegaskan komitmennya mengawal sejarah dan sastra sebagai pelajaran wajib dalam RUU Sisdiknas
Perempuan menjadi kelompok yang paling banyak menjadi korban, terutama pada modus penipuan emosional dan relasi personal.
Nota kesepahaman ini sebagai wujud kolaborasi antara pemerintah pusat dengan daerah yang melingkupi peningkatan literasi, pemartabatan Bahasa Indonesia, pelindungan bahasa daerah
Kenaikan kelas dan kelulusan seringkali hanya menjadi formalitas administratif demi mengejar target persentase kelulusan 100%. Masih ditemukannya siswa yang belum bisa membaca dan menulis.
Kemampuan motorik berhubungan erat dengan pencapaian akademik, khususnya dalam berhitung dan membaca.
Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini Anak-Anak Bantaran Sungai Ciliwung Bersama Pegiat Biruni
Membaca pada dasarnya adalah sebuah latihan bagi otak.
Acara yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba ini mengusung tema "Membaca, Berdaya dan Sejahtera dengan Literasi".
Melalui Program Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia, sebanyak 716 judul buku cerita anak telah diproduksi dan dipilih secara ketat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved