Rabu 15 September 2021, 21:44 WIB

Polri Luncurkan Aplikasi ASAP, Menter LHK: Perkuat Sistem Deteksi Dini Karhutla

mediaindonesia.com | Humaniora
Polri Luncurkan Aplikasi ASAP, Menter LHK: Perkuat Sistem Deteksi Dini Karhutla

Ist
Menteri LHK Siti Nurbaya (tengah) dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kanan) saat peluncuran aplikasi ASAP di Mabes Polri, Jakarta.

 

MEMPERKUAT upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus menjalin koordinasi dan kerjasama lintas kementerian dan lembaga.

Salah satunya dengan dukungan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang telah meluncurkan Aplikasi ASAP Digital Nasional untuk memperkuat sistem deteksi dini indikasi kejadian karhutla secara digital untuk cakupan nasional.

Penghargaan yang tinggi dan apresiasi disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya kepada Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Listyo Sigit beserja jajaran yang telah menggagas pembangunan Aplikasi ASAP Digital Nasional.

Upaya ini menunjukan keseriusan institusi Polri dalam kerjasama penanggulangan karhutla di Indonesia.

“Kami berharap dengan diluncurkanya Aplikasi ASAP Digital Nasional oleh Polri akan memperkuat sistem peringatan dan deteksi dini indikasi karhutla dalam kesatuan sistem yang bekerja di tingkat lapangan sekaligus di tingkat nasional,” ujar Menteri Siti dalam peluncuran aplikasi tersebut di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (15/9/2021).

Menteri Siti menjelaskan jika Aplikasi ASAP Digital Nasional sangat penting dalam mempercepat respon penanganan kejadian karhutla, khususnya penegakkan hukum karhutla sesuai dengan mandat Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2020 Tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan.

“Kita tentu berharap aplikasi ini dapat digunakan bersama-sama, dan dapat diakses oleh semua para pemangku kepentingan dalam pengendalian karhutla secara nasional,” harap Menteri Siti.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan jika Aplikasi ASAP Digital Nasional merupakan sebuah upaya integrasi seluruh kekuatan pengendalian karhutla di Indonesia untuk menjadi satu kekuatan baru yang lebih baik.

"Kegiatan peluncuran Aplikasi ASAP Digital Nasional hari ini sebetulnya adalah mengintegrasikan seluruh potensi yang ada untuk menjadi satu kekuatan baru dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden untuk melakukan pencegahan secara dini dan penanggulangan karhutla," ujar Listyo Sigit.

ASAP Digital Nasional merupakan upaya transformasi penanggulangan karhutla oleh Polri bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait.

Kerja sama itu dengan cara mengintegrasikan sistem penentuan karhutla dari beberapa aplikasi di kementerian/Lembaga termasuk Sipongi milik KLHK dan aplikasi-aplikasi pemantauan karhutla yang berada di 13 Polda, serta dilengkapi pemasangan CCTV pemantau karhutla pada tower-tower BTS PT. Telkom.

Kamera CCTV ini menjadi salah satu keunggulan aplikasi ini karena bisa berotasi 360 derajat, melakukan zoom in mencapai 40x, mendeteksi kecepatan angin, kelembaban udara, dan lain sebagainya yang akan mampu memberikan data-data yang lebih akurat dan aktual untuk membantu deteksi dini karhutla.

Kamera CCTV tersebut saat ini sudah terpasang di 10 Polda, dan akan ditambah 3 Polda pada provinsi rawan Karhutla.

Progres pengendalian karhutla positif

Upaya pengendalian karhutla di Indonesia saat ini telah menunjukan progres yang positif. Koordinasi dan kerjasama lintas instansi pusat dan daerah, serta instansi penegak hukum telah menurunkan kejadian karhutla secara drastis.

Data KLHK terbaru mencatat bahwa luas areal terbakar akibat karhutla telah menurun tajam di tahun 2020, yaitu mencapai 82% sejak masa sulit karhutla tahun 2015.

Pengendalian karhutla ini menjadi langkah penting bagi Indonesia di dalam upaya bersama masyarakat dunia mengendalikan perubahan iklim.

Emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari karhutla menjadi salah satu penyumbang terbesar emisi Indonesia. Oleh karenanya penurunan karhutla akan sangat signifikan menurunkan tingkat emisi nasional.

Penurunan karhutla tahun 2020 tersebut diperkirakan telah mampu menurunkan emisi gas rumah kaca di Indonesia hingga sebesar 93%. Penurunan emisi ini diharapkan dapat terus dijaga agar target FoLU Net Sink 2030 dapat dicapai.

Tampak hadir secara langsung pada acara peluncuran tersebut, Panglima TNI Hadi Tjahyanto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Sementara secara virtual memberikan ucapan selamat, Menkopolhukam Mahfud MD, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kepala BNPB Letjen Ganip Warsito, Kepala BRGM Hartono, Direktur Utama PT. Telkom Ririek Adriansyah.(RO/OL-09)

Baca Juga

Antara/Aswaddy Hamid

Pemerintah Siapkan Skema Vaksin Booster Berbayar

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 27 September 2021, 21:11 WIB
Bakal ada rencana pembayaran pada vaksinasi untuk suntikan ketiga itu. Untuk kebutuhan vaksin booster ini sebesar 97,1 juta dosis vaksin...
Antara/Maulana Surya

Ada Miskonsepsi soal Klaster Covid-19 PTM, Ini Kata Menkes 

👤Nur AIvanni 🕔Senin 27 September 2021, 20:43 WIB
Setelah pembelajaran tatap muka dijalankan, katanya, pihaknya memang melakukan beberapa sampling yang agak besar di Jakarta dan...
Antara/Fransisco Carolio

Hari Rabies Dunia, Pentingnya Vaksinasi Rabies untuk Cegah Penularan dan Kematian 

👤Atalya Puspa 🕔Senin 27 September 2021, 20:38 WIB
Penyakit rabies adalah salah satu penyakit strategis dunia yang bersifat zoonosis (menular dari hewan ke manusia) dengan tingkat kematian...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Meretas Asa Jadi Pusat Ekonomi Syariah

Potensi besar hanya akan tetap menjadi potensi bila tidak ada langkah nyata untuk mewujudkannya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya