Sabtu 24 Juli 2021, 19:04 WIB

Wakil Ketua DPR Heran Obat Terapi COVID-19 Hilang dari Pasaran

mediaindonesia.com | Humaniora
Wakil Ketua DPR Heran Obat Terapi COVID-19 Hilang dari Pasaran

DOK ISTANA KEPRESIDENAN
Momen Presiden Joko Widodo blusukan ke salah satu apotek meninjau ketersediaan obat Covid-19.

 

WAKIL Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Sufmi Dasco Ahmad mengaku heran dengan hilangnya obat terapi COVID-19 dari peredaran saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) sidak ke salah satu apotek di Bogor, Jawa Barat.
  
Dasco dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (24/7) menjelaskan obat-obatan untuk terapi COVID-19 yang dicari oleh Presiden tersebut sebagian besar adalah produk BUMN Farmasi seperti Oseltamivir produksi Indofarma, Favipiravir, dan Azithromycin produksi Kimia Farma.
  
Dasco yang juga Ketua Satgas Lawan COVID-19 DPR mengatakan dalam rapat Komisi VI DPR dengan para direktur utama BUMN Farmasi beberapa waktu lalu, mereka memastikan obat-obatan untuk terapi COVID-19 tersebut telah diproduksi melebihi kapasitas produksinya dalam memenuhi pasokan obat selama pandemi ini.

Baca Juga: Puan Berharap Segera Ada Vaksin untuk Anak di Bawah 12 Tahun

''Saya heran kenapa obat-obatan terapi COVID-19 itu saat ini seolah-olah hilang di pasaran. Padahal para direktur utama BUMN Farmasi dalam rapat bersama Komisi VI memastikan bahwa mereka telah memproduksi lebih dari jumlah kapasitas produksinya dalam memenuhi pasokan di pasaran selama pandemi ini,'' katanya.
  
Oleh karena itu, Dasco meminta kepada aparatur pemerintah serta pihak kepolisian untuk menyelidiki hilangnya obat-obatan untuk terapi COVID-19 tersebut. Sebab, kata dia, jangan sampai dugaan buruk terjadi, yakni adanya penimbunan obat-obatan untuk terapi COVID-19 tersebut oleh sebagian pihak.
  
''Saya meminta pemerintah serta aparat kepolisian untuk menyelidiki hilangnya obat-obatan ini. Jangan sampai adanya dugaan penimbunan obat terapi COVID-19 karena kepanikan masyarakat terhadap pandemi saat ini,'' ucap Dasco.

Baca Juga: Puan Maharani Desak Pemerintah Pastikan Bantuan Sampai ke Rakyat
  
Sebelumnya pada Jumat (23/7), Presiden Jokowi mengecek langsung ketersediaan obat terapi COVID-19 di apotek. Namun, apoteker menjawab stok Oseltamivir kosong. Presiden menanyakan kembali di mana ia harus mencari obat tersebut.
  
Apoteker mengatakan bahwa pihaknya sudah lama tidak menerima pasokan Oseltamivir. Terakhir, stok Oseltamivir yang sempat tersisa adalah merek Fluvir. ''Tapi sekarang juga sudah kosong,'' kata apoteker wanita tersebut.
  
Presiden kemudian menanyakan lagi ketersediaan obat jenis Favipiravir. Apoteker juga menjawab tidak punya stoknya, begitu juga dengan vitamin D3.
  
Apotek tersebut hanya memiliki vitamin D3 1000, sedangkan D3 5000 sudah habis. Kepada Jokowi, apoteker menyampaikan bahwa pihaknya sudah memesan lagi produk vitamin tersebut, namun tidak dapat.
  
Hingga akhirnya Presiden menelepon Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memberitahu bahwa obat-obatan yang ia cari untuk terapi COVID-19 kosong di pasaran. (Ant/OL-10)

Baca Juga

DOK

Pemerataan Jaringan TIK Dikebut

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 28 November 2021, 10:54 WIB
Saat ini, yang dikejar oleh pemerintah adalah pemerataan infrastruktur TIK sinyal 4G untuk koneksi di 12.500 desa lebih baik wilayah non-3T...
Antaranews.com

Sineas Aditya Gumay Bikin Film Drama Musikal dan Komedi untuk Keluarga

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 28 November 2021, 10:30 WIB
Sineas Aditya Gumay siap menunjukkan karya barunya, kali ini melalui film "Bus Om Bebek" yang dibalut konsep drama musikal dan...
Dok Bening

Tips Bening’s Skincare Rajin Bersihkan Wajah agar Glowing dan Sehat

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 28 November 2021, 10:27 WIB
Dokter Oky Pratama menyarankan jika ingin punya kulit wajah yang glowing dan cantik serta sehat harus rajin membersihkan wajah secara rutin...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya