Rabu 09 Juni 2021, 07:21 WIB

Kembalikan Ekosistem Laut Pulau Sangiang dengan Modul PVC

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Kembalikan Ekosistem Laut Pulau Sangiang dengan Modul PVC

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Ilustrasi menanam terumbu karang

 

YAYASAN KEHATI bersama PT Asahimas Chemical melakukan rehabilitasi karang yang rusak di Kawasan Wisata Alam Pulau Sangiang sejak 2018. Berbeda dengan metode kebanyakan, rehabilitasi terumbu karang yang dilakukan menggunakan modul PVC sebagai media tumbuh karang. Terkini, sudah terdapat 75 modul yang ditanam di kawasan Pulau Sangiang.

Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan setiap tahun, tingkat survival transplantasi dengan pipa PVC ini di atas 67% per tahun. Fakta ini merupakan berita yang menggembirakan, mengingat rehabilitasi dianggap berhasil jika survival rate berada di atas 50%, karena sudah dapat menyerupai fungsi ekosistem aslinya.

Pada tahun 2018, sebanyak 1.491 fragment karang dari 11 genus ditransplan pada terumbu buatan dengan tingkat survival rate sebesar 66%. Pada tahun 2019, sebanyak 544 fragment karang dari 13 genus ditransplan pada terumbu buatan dengan tingkat survival rate sebesar 64%. Pada tahun 2020, sebanyak 2159 fragment karang dari 13 genus ditransplan pada terumbu buatan dengan tingkat survival rate sebesar 64%.

“Kami berharap transplantasi dengan modul PVC dapat memperkaya metode rehabilitasi terumbu karang di Indonesia. Selain dari beberapa keunggulan, seperti materi yang ramah lingkungan, proses yang mudah dan biaya yang murah, kami akan terus melakukan kajian mendalam dari penggunaan modul PVC ini,” kata Manajer Program Ekosistem Kelautan Yayasan KEHATI Yasser Ahmed dalam keterangannya, Rabu (9/6).

Fakta lain, anakan terumbu karang juga berhasil tumbuh secara alami pada terumbu buatan. Pada tahun 2019, sebanyak 40 anakan berhasil tumbuh diikuti 335 anakan pada tahun 2020. Hingga tahun 2020 tercatat sebanyak 335 koloni rekrutmen karang yang berhasil menempel dan tumbuh pada terumbu buatan.

"Rekrutmen karang pada terumbu buatan didominasi oleh genus Pocillopora yang merupakan jenis karang pioneer dalam proses. Karang dari jenis ini mampu mengkolonisasi substrat sesegera mungkin, sehingga merupakan jenis pionir dalam mengkolonisasi substrat baru," jelasnya.

Baca juga: Restorasi terumbu Karang Berhasil Serap 10 Ribu Tenaga Kerja

Penurunan modul buatan di Pulau Sangiang ini dilakukan di dua lokasi rehabilitasi, yaitu di Legon Bajo, Legon Waru, dan pembibitan karang di Tembuyung. Selain transplantasi terumbu karang, dilakukan juga pengambilan data ekologi serta pengambilan sampel air untuk analisis environmental DNA (eDNA) untuk mengetahui keragaman hayati di perairan Pulau Sangiang.

Berdasarkan pengamatan ekologi secara visual di tahun 2021, ditemukan sebanyak 30 spesies ikan terumbu di Legon Waru, 33 spesies di Legon Bajo, dan 20 spesies di Raden (daerah non-rehabilitasi). Hal ini mengindikasikan daerah rehabilitasi yaitu Legon Waru dan Legon Bajo memiliki kekayaan spesies ikan terumbu lebih tinggi dibandingkan daerah non-rehabilitasi yaitu Raden.

Data pengamatan ekologi lain menemukan sebanyak 45 spesies makrobentos di Legon Waru, 40 spesies di Legon Bajo, dan 23 spesies di Raden. Hal ini mengindikasikan daerah rehabilitasi yaitu Legon Waru dan Legon Bajo memiliki kekayaan spesies makrobentos lebih tinggi dibandingkan daerah Raden (non-rehabilitasi).

Makrobentos adalah hewan dan tumbuh-tumbuhan yang hidup di atas atau di bawah dasar laut atau pada wilayah yang disebut zona bentik (benthic zone) maupun dasar daerah tepian. Bentos berbeda dengan plankton yang hidup mengambang bebas di air.

Terdapat 8 instansi yang terlibat dalam program rehabilitasi terumbu karang di Pulau Sangiang Banten, yaitu PT. Asahimas, Yayasan KEHATI, Yayasan Terangi, Maritim Muda Nusantara, BKSDA Jabar, Oceanogen Environmental and Biotechnoogy Laboklinikum, Laboratorium Biodiversitas dan Biosistematika Kelautan IPB, Marine Science and Diving School IPB. Kegiatan rehabilitasi terumbu karang di Pulau Sangiang turut melibatkan masyarakat lokal sebagai binaan untuk dapat melangsungkan kegiatan rehabilitasi terumbu karang secara berkelanjutan.

“Yayasan KEHATI terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak di program rehabilitasi terumbu karang di Pulau Sangiang Banten. Sebagai daerah taman wisata alam, kelestarian ekosistem laut yang ada didalamnya harus terus terjaga. Dan ini membutuhkan dukungan banyak pihak,” pungkas Yasser.(OL-5)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Hindari Bahaya Merkuri Pada Ibu dan Anak, KLHK : Perlu Restorasi Ekosistem

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 24 Juni 2021, 00:43 WIB
“Merkuri juga apabila terlepas ke lingkungan melalui air, udara dan tanah maka dapat berakumulasi di dalam lingkungan dalam jangka...
MI/Ardi Teristi Hardi

Kemendikbudristek Luncurkan Program Riset Terapan Dosen Vokasi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 24 Juni 2021, 00:31 WIB
Program tersebut merupakan program pengembangan ekosistem yang berbasiskan permintaan. Untuk permintaan sendiri bisa berasal dari industri,...
Dok UNDP

UNDP buka program Graduate Trainee

👤Retno Hemawati 🕔Rabu 23 Juni 2021, 23:55 WIB
Program ini menyasar para lulusan terbaik Indonesia dari seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta baik  dalam dan luar negeri untuk...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Diplomasi Jalur Rempah di Kancah Dunia

Perjalanan sejarah Indonesia terasa hambar tanpa aroma rempah. Warisan sosial, ekonomi, serta budaya dan ilmu pengetahuan itu kini dikemas dan disodorkan kepada dunia untuk diabadikan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya