Jumat 07 Mei 2021, 01:25 WIB

IDI Jelaskan Risiko Penularan Covid-19 Jika Warga Mudik

Ant | Humaniora
IDI Jelaskan Risiko Penularan Covid-19 Jika Warga Mudik

Antara
Ilustrasi mudik

 

KETUA Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kepulauan Riau Rusdani mendukung larangan mudik Idul Fitri 1442 Hijriah lintas provinsi maupun antarapulau, karena berisiko tinggi menyebarkan covid-19

"IDI sudah lama mendukung larangan mudik demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19," kata Rusdani di Batam, Kamis (6/5).

Rusdani menyampaikan ada beberapa faktor mudik dapat menyebarluaskan penularan korona, antara lain orang mudik dalam perjalanan ke kampung halaman pasti kelelahan. Hal ini dapat memicu penurunan imun tubuh, sehingga mudah terserang penyakit seperti korona.

Ia mengatakan, yang namanya mudik Lebaran tentu akan diisi dengan kegiatan berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara. Belum lagi acara salaman dan cium tangan, cipika-cipiki, hingga berpelukan.

Karena sesekali berjumpa keluarga, katanya, tidak mungkin menjaga jarak. Ini lebih potensial menularkan covid-19 antara satu sama lain.

"Kasihan keluarga di kampung, kalau seseorang itu datang dari zona merah covid-19, sangat rentan menyebarkan virus," tandasnya 

Oleh karenanya, Rusdani menyarankan masyarakat menahan diri untuk tidak mudik tahun ini, apalagi dalam beberapa pekan terakhir terjadi lonjakan kasus korona.

Selain itu, warga diimbau tidak bersilaturahim tatap muka saat Lebaran, cukup merayakannya melalui virtual. "Sebaiknya jangan berkumpul dulu, patuhi protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak," tuturnya.

Lebih lanjut, dia meminta Satgas COVID-19 dan aparat keamanan TNI-Polri mengawasi ketat pintu kedatangan dan keberangkatan penumpang di pelabuhan maupun bandara untuk mengantisipasi warga yang nekat mudik selama larangan mudik berlaku.


Ia optimistis apabila larangan mudik diterapkan secara efektif dan konsisten, bakal dapat membantu menekan angka penyebaran COVID-19. 

"Pengawasan larangan mudik harus diperketat, supaya tak ada klaster baru di Kepri," pungkasnya. (OL-8)

Baca Juga

DOK GSM

Pengelolaan Anggaran Pendidikan Harus Diubah

👤Widhoroso 🕔Jumat 25 Juni 2021, 01:08 WIB
Salah satu penyebab kebocoran anggaran pendidikan adalah pengelolaan pendidikan yang teknokratis dan cenderung...
Antara

Cegah Stunting, Pemprov Kepri Sosialisasi Gerakan Makan Ikan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 24 Juni 2021, 23:55 WIB
Kasus stunting di Kepri paling banyak tersebar di Kota Batam, sekitar 3.000...
MI/Ardi T hardi

PP Muhammadiyah Ingatkan Covid-19 Meningkat, Semua Agar Waspada

👤Ardi T hardi 🕔Kamis 24 Juni 2021, 23:50 WIB
KETUA Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, keadaan pandemi Covid-19 sangat memprihatinkan dan perlu semakin waspada bagi semua...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Talenta Muda Curi Perhatian

PIALA Eropa 2020 dipastikan telah menjadi ajang kemunculan pemain-pemain muda yang punya kemampuan mengejutkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya