Jumat 23 April 2021, 05:20 WIB

Mengenal Alam Mitsal

Nasaruddin Umar Imam Besar Masjid Istiqlal | Humaniora
Mengenal Alam Mitsal

MI/Seno
Nasaruddin Umar Imam Besar Masjid Istiqlal

 

SUATU ketika Nabi bersama Abu Bakar melewati sebuah permakaman. Tiba-tiba Nabi tersentak dan berhenti di salah satu makam. Abu Bakar bertanya, kenapa kita harus berhenti di sini wahai Rasulullah. Di jawab, apakah engkau tidak mendengarkan mayat ini merintih kesakitan, ia disiksa lantaran tidak bersih ketika ia buang air.

Abu Bakar sama sekali tidak mendengarkan suara itu. Nabi mengambil setangkai pohon lalu ditancapkan di atas makam itu. Kemudian Nabi menjelaskan sepanjang tangkai pohon tersebut masih segar maka sepanjang itu pula akan diringankan siksaan orang di bawah makam tersebut.

 

Kisah pemuda

Dalam kesempatan lain, Ibnu Katsir dan beberapa ahli kitab tafsir lainnya menceritakan seorang pemuda pedalaman (a’rabi) yang berjalan kaki tiga hari tiga malam.

Dia melakukannya untuk pergi menjumpai Nabi lantaran ia telah melakukan dosa besar.

Hari Senin ia meninggalkan desanya dan baru sampai di rumah Rasulullah hari Rabu. Ketika ia sampai di rumah Nabi yang sekaligus terhubung dengan mesjid, ia menjumpai banyak orang sedang bersedih. Ia heran dan bertanya apa yang terjadi.

Salah seorang sahabat menjelaskan, Nabi baru saja dimakamkan setelah ia wafat hari Senin, tiga hari lalu.

Saat mendengar berita tersebut, si pemuda menangis histeris dan tidak ada yang berhasil menghentikannya. Si pemuda menjelaskan kalau ia baru saja melakukan dosa besar.

Ia kemudian datang berjalan kaki dari jauh untuk menemui Rasulullah karena terdorong oleh satu ayat di dalam Alquran yang memberinya harapan.

Ayat itu berbunyi, “Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul, melainkan untuk ditaati dengan izin Allah. Dan sungguh, sekiranya mereka telah menzalimi dirinya sendiri lalu datang kepadamu (Muhammad), lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang,” (QS an-Nisa’/4:60).

Pemuda tersebut berharap Rasulullah mau memintakan maaf kepada Allah SWT atas dosa besarnya sebagaimana isyarat ayat tadi.

Namun, Rasulullah sudah wafat. Inilah yang membuat pemuda tersebut terus meratap.

Menjelang subuh, penjaga makam Rasulullah bermimpi didatangi oleh Rasulullah yang mengatakan, “Fabasysyirhu annallaha qad gafara lahu (gembirakanlah pemuda itu karena Allah sudah mengampuninya).”

Mendengar penjelasan tersebut maka pemuda tadi langsung berhenti menangis.

Mengapa demikian? Karena ada hadis sahih yang mengatakan, “Barang siapa bermimpi melihat aku maka akulah yang sesungguhnya dilihat. Satu-satunya wajah yang tidak bisa dipalsu oleh Iblis hanya wajahku.”

 

Fenomena

Pertanyaannya di sini ialah, bagaimana Rasulullah bisa mendengarkan ratap tangis di kuburan, sementara orang lain tidak bisa mendengar ratapan itu?

Bagaimana pula Nabi bisa memahami kalau ada pemuda meratapi dosa besar di dekat makamnya dan Nabi bahkan menjamin kalau dosa pemuda itu sudah diampuni Allah?

Kekuatan apa yang dimiliki Nabi sehingga bisa mendengarkan dan memahami sesuatu yang menurut orang lain itu wilayah alam gaib? Apakah hanya Nabi yang dapat mengakses alam gaib?

Dalam ilmu tasawuf, fenomena yang dialami Nabi tersebut dapat dijelaskan. Ketika seseorang mampu membuka tabir yang menghijab dirinya maka bisa menembus masuk ke suatu alam yang disebut dengan alam mitsal (istilah Ibnu ‘Arabi) atau alam khayal (istilah Al-Gazali), yang diterjemahkan oleh William C Chittick dengan the imaginal worlds.

 

Baca Juga

ANTARA/Iggoy el Fitra

Kemenparekraf Targetkan Cetak 244 Desa Wisata Mandiri hingga 2024

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 11 Mei 2021, 10:04 WIB
Sandiaga mendorong agar desa-desa wisata yang ada di Indonesia dapat menghadirkan produk unggulan yang otentik sesuai dengan potensi...
Dok MI

Daerah Terdeteksi Varian Baru Harus Intensifkan Genome Sequencing

👤 Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 11 Mei 2021, 09:26 WIB
Untuk mencegah meluasnya penyebaran ketiga varian yang ditemukan di Indonesia, Kementerian Kesehatan mengintensifkan genome sequencing di...
ANTARA/	AHMAD SUBAIDI

BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Laut Jawa

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 11 Mei 2021, 09:19 WIB
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Jawa, perairan selatan Jawa - P. Sumba, Laut Banda dan Laut...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Transformasi Kota Tua

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta bergandengan tangan bersama Kementerian BUMN dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya