Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Tanggap Darurat Bencana Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menganalisis daerah terdampak bencana banjir sebagai respon terhadap bencana banjir dan longsor yang terjadi di NTT, khususnya di Flores Timur pada Minggu 4 April 2021.
"Analisis dilakukan menggunakan data citra Pleiades 23 April 2020 untuk mendeteksi wilayah potensi terdampak," tulis tim tanggap darurat bencana LAPAN di akun instgram LAPAN, Kamis (8/4).
Dibeberkan, hasil yang didapatkan, menunjukkan Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, terletak di kaki Gunung api Ile Boleng dengan ketinggian antara 140 -300 mdpl. Desa Nelelamadike beriklim tropis dengan rata-rata kemarau yang panjang sehingga vegetasi yang tumbuh di daerah tersebut sangat jarang.
Terdapat alur sungai yang melewati Desa Nelelamadike, akan tetapi jarang terdapat aliran air mengingat daerah tersebut memiliki kemarau yang panjang.
Di sekitar alur sungai juga teramati banyak permukiman penduduk sehingga berpotensi terdampak luapan banjir apabila terjadi curah hujan yang sangat tinggi (daerah yang diberi lingkaran putus-putus berwarna merah).
"Lokasi desa Nelelamadike pada area lereng gunung yang terjal/curam dengan sedikitnya vegetasi di daerah tersebut berpotensi untuk terjadinya bencana longsor," kata LAPAN.
Dilaporkan, di Desa Nelelamadike tercatat 56 warga yang menjadi korban akibat banjir bandang. Sementara 758 warga desa yang lain harus mengungsi. Mereka tersebar di beberapa tempat di Pulau Adonara. Sebagian besarnya di desa-desa tetangga di wilayah Ile Boleng.
Sebelumnya BMKG melaporkan bahwa bencana di NTT disebabkan oleh siklon tropis seroja. Badai tropis itu telah memicu banjir bandang, tingginya intensitas hujan yang disertai petir dan angin kencang.(Van/OL-09)
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Warga menyeberangi Sungai Jabak menggunakan gondola darurat menuju Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Pasca-kejadian, warga terpantau mulai bergotong royong membersihkan sisa-sisa reruntuhan dan memperbaiki atap rumah yang masih bisa diselamatkan secara swadaya.
Mendagri Tito Karnavian memaparkan skema bansos korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk bantuan Rp8 juta untuk rumah rusak berat serta Dana Tunggu Hunian Rp1,8 juta.
Gunung Semeru di Lumajang-Malang erupsi Selasa malam (17/2), kolom abu mencapai 800 meter. PVMBG ingatkan masyarakat hindari radius bahaya 5-17 km dari kawah.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved