Minggu 10 April 2016, 17:55 WIB

Empat dari Lima Orang Indonesia tidak Berolahraga

Antara | Humaniora
Empat dari Lima Orang Indonesia tidak Berolahraga

THINKSTOCK

 

SEBUAH survei mengenai kesehatan dan gaya hidup aktif yang dilakukan oleh Fonterra Brands Indonesia bersama Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi) mengungkapkan bahwa empat dari lima orang Indonesia tidak berolahraga secara teratur.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (10/4), Presiden Direktur Fonterra Brands Indonesia Achyut Kasireddy mengatakan, hasil penelitian tersebut menunjukkan masyarakat Indonesia perlu kesadaran lebih untuk mulai menjalankan gaya hidup sehat.

"Kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat Indonesia agar senantiasa aktif demi menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh untuk jangka panjang," ujarnya.

Dengan menetapkan April sebagai bulan bergerak, diharapkan dapat memotivasi gaya hidup aktif. Selama satu bulan masyarakat tergerak mendahulukan kesehatan dan mengutamakan aktivitas fisik, menggalakkan komitmen, menginspirasi serta memotivasi yang lain untuk melakukan hal yang sama, katanya.

Achyut berharap dari satu bulan bergerak, akan terus dijalankan masyarakat dan menjadi kebiasaan baik jangka panjang.

Dari hasil survei yang dilakukan Fonterra Brands Indonesia bersama Perosi tersebut juga diketahui Indonesia masih menghabiskan waktunya selama rata-rata 10 jam dalam sehari dengan aktivitas sedentari (menghabiskan waktunya secara tidak aktif), seperti duduk atau bekerja di balik meja dan menghabiskan waktu berkendara.

Dari survei itu pula diketahui 34% orang menganggap bergerak (move) sebagai melakukan kesibukan mereka sehari-hari. Padahal, berdasarkan ilmu kesehatan, seseorang dapat dikatakan bergerak secara aktif pada saat ia berolahraga secara rutin selama kurang lebih 30 menit per hari.

Karena itu, Achyut mengatakan seseorang yang memiliki gaya hidup sibuk bukan berarti bergerak secara aktif karena dalam gaya hidup sibuk tersebut banyak dihabiskan untuk duduk statis.

Dari survei juga diketahui bahwa sebagian besar atau sekitar 87% dari yang melakukan olahraga rutin hanya karena alasan untuk manfaat penampilan, untuk meningkatkan energi, dan menstabilkan emosi.

Selain itu, olahraga dilakukan ketika orang terdekat mereka telah menderita gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh gaya hidup tidak sehat atau ketika mereka diajak atau terdorong untuk melakukan olahraga ketika mereka bersama dengan teman dan tetangganya, ketimbang melakukannya sendiri agar mereka menjadi lebih disiplin dan bersemangat. (Ant/OL-5)

Baca Juga

DOK BPJAMSOSTEK

BPJAMSOSTEK Rayakan Lebaran Bersama Relawan Covid di Wisma Atlet

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 13 Mei 2021, 19:45 WIB
Menurut Anggoro, jasa para nakes dan relawan dalam menghadapi masa pandemi Covid-19 ini sungguh luar...
ANTARA

Lebaran di Tengah Pandemi, Silaturahmi Virtual tak Mengapa

👤Astri Novaria 🕔Kamis 13 Mei 2021, 18:54 WIB
Meski tidak dapat kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga dirinya tetap dapat bersilaturahmi bersama keluarga dengan...
Ist

Menaker: Tunda Mudik, Demi Akhiri Pandemi Covid-19

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 13 Mei 2021, 16:35 WIB
Ida Fauziyah mengingatkan bulan Ramadan 1442 H, yang baru saja dilalui telah mengajarkan umatnya akan pentingnya menahan diri, dan menunda...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya