Jumat 22 Januari 2021, 09:37 WIB

'Sekolah Pancasila', BPIP Dorong Generasi Pelopor Nilai Pancasila 

mediaindonesia.com | Humaniora

Ist/BPIP
Direktur Pengkajian dan Materi Badan Pembianaan Ideologi Pancasila (BPIP) Muhammad Sabri.

 

BADAN Pembianaan Ideologi Pancasila (BPIP) mendorong Generasi Indonesia untuk menggali nilai-nilai Pancasila. Sehingga diharapkan tidak terjebak pada isu-isu yang tidak benar bahkan menyesatkan. 

Direktur Pengkajian dan Materi BPIP,  Muhammad Sabri mengatakan salah satu poinnya adalah penegasan Pancasila sebagai ideologi, pandangan-dunia dan dasar filosofis negara-bangsa Indonesia. 

"Sejatinya saya  hendak mengungkapkan dan memastikan bahwa Indonesia tidak mengenal, tidak mengakui dan tidak menerima konsep ideologi selain Pancasila dan memilih model lain di luar sistem dan bentuk NKRI yang mengandaikan kepelbagaian", ucapnya saat menjadi narasumber webinar nasional 'Sekolah Pancasila' dengan tema Respiritus Pancasila: Dialog Agama dan Negara, Kamis (21/1). 

Menurut Sabri, Indonesia hanya mengakui dan memberlakukan bentuk NKRI yang berideologi Pancasila sebagai satu-satunya sistem final yang menyatukan seluruh bangsa Indonesia dan bentuk permanen Indonesia Raya. 

"Hakikat Indonesia adalah suatu cita-cita politik untuk mempersatukan unsur-unsur tradisi dan inovasi serta berbagai etnik, agama, budaya, dan kelas sosial yang pelbagai ke dalam wadah baru bernama bangsa dan negara Indonesia," ujar Sabri. 

Menurutnya, hasrat persatuan terdorong secara negatif oleh kehendak menghadapi musuh bersama seperti terorisme, radikalisme, kolonialisme dan lainnya. Sedangkan secara positif, tercipta oleh hasrat untuk mencapai kemerdekaan dan kebahagiaan bersama seluruh rakyat Indonesia.

"Nilai Persatuan memiliki energi yang mendorong dan menguatkan falsafah  dan etos budaya gotong royong masyarakat dan bangsa Indonesia," tegasnya. 

"Dengan demikian, apabila ada niat, agenda, dan langkah-langkah aksi dari siapa pun dan dari kelompok mana pun yang memasarkan dan mempropagandakan aspirasi mengenai sistem dan bentuk negara Indonesia selain NKRI yang berdasar Pancasila, maka penyimpangan dan penentangan tersebut mesti segera diantisipasi, diatasi, dan dituntaskan," sambungnya. 

Dalam kesempatan yang sama Direktur Eksekutif Lembaga Studi Agama dan Filsafat, Iqbal Hasanuddin, M. Hum menegaskan, Pancasila adalah falsafah kenegaraan yang berfokus pada dimensi sosial manusia, yaitu menjalankan kehidupan politis untuk mewujudkan kebaikan bersama. 

"Dalam kerangka falsafah kenegaraan Pancasila, relasi agama dan negara tidak akan pernah tampil dalam dua wujud ekstrim yaitu negara-agama atau negara yang anti-agama. 

Ia menjelaskan relasi agama dan negara merupakan menara kembar berdiri sama tinggi dan tidak mencampuri urusan masing-masing. 

"Dalam kerangka falsafah kenegaraan Pancasila seperti dua menara yang berdiri sama tinggi, negara dan komunitas-komunitas agama tidak saling mencampuri urusan masing-masing," jelas Iqbal. 

"Lembaga negara dan lembaga agama saling menghormati otonomi masing-masing, keduanya mengembangkan sikap toleran satu sama lain," tutupnya. 

Sementara itu Direktur Rum Institute M. Nur Djabir menekankan kepada generasi indonesia untuk menancapkan pondasi, berkomitmen untuk menjaga Pancasila sebagai ideologi. . (RO/OL-09) 

Baca Juga

Ilustrasi

3,2 Juta Lansia di Jateng Jadi Prioritas Terima Vaksin Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 02 Maret 2021, 20:00 WIB
Ganjar meminta semua bupati/wali kota menjadikan prioritas vaksinasi untuk lansia mengingat sebelumnya program vaksinasi lansia awalnya...
Antara/Fikri Yusuf.

Jalur Penerbangan Terbatas, Pemerintah Andalkan Wisatawan Domestik

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 02 Maret 2021, 19:00 WIB
Airlangga menuturkan pembukaan jalur internasional saat ini bersifat terbatas yaitu hanya untuk orang-orang dengan tujuan tertentu maupun...
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Bahlil: Ada 109 Izin Produk Minol di 13 Provinsi Saat Ini

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 02 Maret 2021, 18:07 WIB
Aturan terkait perizinan membuat produk minuman beralkohol sudah berlaku sejak tahun 1931 atau sejak zaman Indonesia belum...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya