Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Indonesia membentuk tim khusus genomic surveillance guna mewaspadai munculnya varian baru virus korona yang kini menghantui negara Inggris dan sejumlah negara. Varian baru di Inggris berdampak pada penyebaran virus yang lebih cepat.
“Kenapa Inggris bisa menemukan mutasi virus, itu karena Inggris punya genomic surveillance salah satu yang terbaik di dunia. Karenanya, kami dan Pak Menkes segera gerakcepat langsung menentukan tim untuk genomic surveillance,” ujar Menristek Bambang Brodjonegoro saat penyerahan alat skrining covid-19, GeNose dan CePAD karya anak bangsa, kepada Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy di Jakarta, kemarin.
Dalam upaya memahami atau meneliti karakter virus, imbuh Menristek, ada proses yang disebut whole genome sequences (WGS). Nah, tugas dari tim khusus tersebut ialah memperbanyak WGS dengan target mencapai 1.000. “Saat ini bank data untuk virus flu, termasuk covid-19, di Indonesia baru melakukan 115 WGS dari 270 juta penduduk,” jelas Bambang.
Sejauh ini, pemeriksaan laboratorium atau PCR terhadap spesimen covid-19 di Indonesia baru pada tahap menentukan keberadaan virus korona.
Menko PMK Muhandjir Effendy mendukung penuh kerja tim khusus ini. Dia juga meminta Kemenkes untuk meningkatkan sejumlah laboratorium PSL2 menjadi PSL3 untuk mendukung penelitian.
Dalam kesempatan itu, Menristek juga meminta agar GeNose dan CePAD menjadi alat resmi untuk skrining atau rapid test covid-19 secara nasional. “Komite KPCPEN, kemudian Kemenkes dan BNPB atau satgas diharapkan bisa menyatakan baik GeNose maupun CePAD sebagai bagian dari tracing atau skrining cepat covid-19,” seru Bambang. (Van/H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved