Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PENAMBAHAN peta zonasi merah di daerah (kabupaten/kota) hingga pekan ini terus bertambah cukup signifikan. Satgas Penanganan Covid-19 meminta daerah untuk mengevaluasi penerapan kebijakan yang dijalankan selama ini.
“Pada minggu ini terjadi peningkatan yang cukup tinggi pada zona risiko tinggi. Jika pada minggu sebelumnnya (zona merah) terdapat 60 kabupaten/kota, pada minggu ini angkanya bertambah menjadi 76 kabupaten/kota,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.
Meskipun daerah zona oranye (risiko sedang) menurun dari 378 pekan lalu menjadi 377 pekan ini, yang masih disayangkan ialah pada zona kuning atau risiko rendah yang jumlahnya justru berkurang. Dari minggu sebelumnya 64, pekan ini jumlahnya menjadi 48 kabupaten/kota. Lalu pada daerah zona hijau tidak ada kasus baru dan tidak terdampak jumlahnya tetap, yaitu masing-masing delapan daerah.
Meskipun daerah zona hijau tidak ada perubahan jumlah, Wiku meminta peningkatan zona merah perlu menjadi bahan evaluasi daerah. Alasannya, jika dilihat sejak minggu pertama November, angka cenderung meningkat. Hal itu selaras dengan peningkatan kasus aktif, kasus positif, dan kasus meninggal akibat covid-19.
Data Kementerian Kesehatan juga mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19 per Rabu (30/12). Totalnya menjadi 735.124 setelah ada penambahan sebanyak 8.002 orang. Dari total kasus 8.002 orang itu, jumlah pasien sembuh menjadi 603.741 setelah ada penambahan sebanyak 6.958 orang. Selanjutnya kasus meninggal menjadi 21.944 dengan penambahan 241 jiwa.
Akumulasi data kasus tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 72.922 pada hari sebelumnya, Senin (29/12), dan total akumulasi yang telah diuji menjadi 7.297.374.
Berdasarkan data yang diterima Kemenkes dari 34 provinsi di Tanah Air, DKI Jakarta menjadi wilayah penambahan kasus sembuh tertinggi, yakni 162.817 dan disusul Jawa Timur sebanyak 71.378, Jawa Barat 69.561, Jawa Tengah 51.867, Sulawesi Selatan 25.861, dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 603.741 orang.
Tunda PTM
Penambahan jumlah kasus covid-19 di sejumlah daerah menjadi persoalan tersendiri bagi dunia pendidikan di Tanah Air. Apalagi ada varian baru covid-19 yang sudah terdeteksi di beberapa daerah.
Dalam menanggapi hal itu, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban meminta pemerintah untuk menunda pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. ‘Apalagi dengan adanya varian baru korona dan angka positivity rate kita masih di atas 20%’, tulis Zubairi di akun Twitternya, kemarin.
Menurutnya, penundaan PTM memang akan berdampak pada pendidikan anak dengan adanya learning loss. Pemerintah pun berupaya untuk bisa membantu menyelamatkan pendidikan di sekolah. “Saya tahu ini enggak nyaman. Tapi ini untuk keselamatan jiwa anak-anak kita dan keluarganya,” kata Zubairi masih di akunnya.
Lebih lanjut, Zubairi mengatakan PTM dengan protokol ketat memang bisa membantu. Namun, hal itu merupakan pilihan terakhir apabila pembelajaran di sekolah tengah berjalan. (Van/H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved