Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PUTRI Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, mengatakan para pelaku usaha di kalangan UMKM kini harus mulai bisa beradaptasi di era pandemi covid-19. GKR Bendara menyebut, karena kondisi pandemi ini masih belum dipastikan kapan berakhir, sejumlah strategi dalam penjualan pun harus diterapkan untuk menjadi alternatif di kalangan UMKM, khususnya di daerah Yogyakarta.
“Program Affiliate Marketing dan Go Digital saya lakukan dalam sistem usaha agar bisa bertahan di masa krisis,” ungkapnya, Rabu (23/12) dalam webinar bertajuk From Yogya and Cirebon with Love.
Dia menjelaskan, affiliate marketing adalah proses penawaran produk atau jasa menggunakan afiliasi yang merupakan proses promosi produk atau jasa dari tiga sisi, yaitu penjual, afiliasi, dan konsumen dengan berbasis pemasaran secara online.
“Ini saya rasa sistem yang pas untuk kondisi pandemi saat ini karena UMKM juga terbantu dengan pemasarannya,” tuturnya. Menurut dia, adaptasi dalam sesi online memang harus punya rencana dan strategi, salah satunya dengan sistem affiliate agar pemasaran bisa terus menopang penjualan. Sebagai UMKM opsi atau pilihan strategi menjadi alternatif untuk bisa beradaptasi, bertahan, serta tumbuh tanpa meninggalkan kualitas produk.
Sementara itu, untuk sistem Go Digital, menurut dia, sudah tidak bisa dimungkiri mengingat sistem penjualan offline sudah tidak bisa diandalkan lagi di tengah krisis pandemi sekarang akibat banyaknya pembatasan aktivitas sosial.
GKR Bendara kemudian mengingatkan dampak dari pandemi covid-19 masih panjang, bahkan lebih panjang jika dibandingkan dengan pandemi itu sendiri. Para pelaku usaha diajak untuk tetap optimistis menjalani usaha mereka.
“Maka, kita harus melakukan persiapan untuk merombak mengutamakan evaluasi bagaimana menjalankan bisnis. Ingat, bahwa bisnis tidak sendiri, usahakan kolaborasi dengan UMKM lainnya agar bisa saling support,” ujarnya.
Pembina
GKR Bendara selaku pembina UMKM di Yogyakarta memiliki cita-cita untuk mengembangkan UMKM lokal dengan bahan-bahan lokal dan memasarkan produk-produk kecantikan. Selain menjadi direktur utama di perusahaan miliknya, jabatan GKR Bendara di luar keraton cukup banyak, salah satunya ialah Wakil Ketua 3 KONI.
Ia menjalankan Nurkadhatyan SPA dan Hayyana Skin Care serta mengurusi usaha kecil dan menengah di bawah BKKBN serta usaha
menengah-besar di bawah ICSB. Ia juga mengetuai Putri (Perhimpunan Pengusaha Taman Rekreasi Indonesia). GKR Bendara menamatkan pendidikan menengah di Singapura, kemudian kuliah di jurusan International Hospitality and Tourism Management di IMI Swiss. Ia meneruskan pendidikan pascasarjana di Edinburgh, Skotlandia, dengan konsentrasi warisan budaya. Padahal, ia mengaku dulunya tak begitu menyukai pelajaran yang mengharuskan banyak membaca, termasuk sejarah.
“Tapi saat S-2, saya terjerumus di (jurusan) heritage tourism. Mungkin karena sejarah ini berkaitan dengan saya, saya sangat berminat ke situ. Sekarang saya dituntut untuk membaca sejarah saya, leluhur saya”, tutupnya. (H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved