Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengimbau pemerintah daerah untuk tidak terburu-buru memberlakukan pembelajaran tatap
muka (PTM) pada awal Januari 2021. Alasannya, banyak daerah mengalami penambahan kasus positif covid-19 dan program imunisasi (herd immunity) belum berjalan.
“KPAI mendorong daerah lebih berhati-hati, dan harus memenuhi 5 siap, yakni siap daerahnya, siap sekolahnya, siap gurunya, siap orangtuanya, dan siap anak didiknya,” ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarty kepada Media Indonesia, kemarin.
Retno mengakui masih banyak daerah yang menyatakan siap PTM di Januari 2021, di antaranya Pandeglang, Tangerang Selatan, dan Surabaya. “Tapi ini baru pernyataan sepihak dari daerah maka perlu dilakukan pemeriksaan daftar infrastruktur dan protokol kesehatan atau SOP adaptasi kebiasaan baru,” ujarnya.
Dia menambahkan hasil pengawasan KPAI pada 49 sekolah di 21 kabupaten/kota pada 8 provinsi menunjukkan sekolah yang siap hanya 16%.
Sementara itu, Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo mengakui muncul pro-kontra kesiapan PTM 2021 di masyarakat. “Tentu persiapan dan pelaksanaan prokes PTM di sekolah harus diverifi kasi dan divalidasi secara langsung oleh pejabat di atasnya yang berwenang,” tegas Heru.
Kesiapan yang dimaksud tidak cukup hanya dilihat dari kesiapan fisik dan psikis, tetapi juga SDM dan anggaran yang memadai.
Sikap kehati-hatian juga disampaikan Direktur KSKK Madrasah Kemenag, Ahmad Umar, kemarin. Ia mengingatkan bahwa pandemi masih terjadi sehingga para pemimpin madrasah harus berhati-hati dan tidak terburu-buru menerapkan PTM. Kepada orangtua, Umar meminta mereka juga bersabar meski hampir 1 tahunanak-anak belum bisa belajar di madrasah. (Bay/H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved