Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., M.P.H., Ph.D., masuk dalam daftar Ten People Who Helped Shape Science in 2020 menurut salah satu jurnal ilmiah bergengsi, Nature.
Adi Utarini, atau yang biasa dipanggil Uut, masuk dalam daftar ini berkat perannya dalam memimpin penelitian pionir dalam upaya untuk mengatasi penyakit demam berdarah.
"Ini adalah upaya terobosan untuk menemukan harapan baru pengendalian demam berdarah. Yang kita lakukan adalah sebuah intervensi lingkungan dengan nyamuk Aedes aegypti yang sudah ada bakteri Wolbachia," terangnya dikutip dari laman resmi UGM, Selasa (22/12).
Nature menyebut Uut sebagai mosquito commander atau komandan nyamuk, dan memaparkan capaian tim peneliti World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta yang berhasil menurunkan kasus demam berdarah di Kota Yogyakarta sebesar 77%.
Hasil ini menuai pujian dari epidemiolog dan dianggap sebagai sebuah kemenangan yang sudah lama ditunggu atas suatu virus yang telah mewabah di banyak negara, terutama di negara-negara berpendapatan rendah di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan.
"Impak kepada masyarakat adalah ketika nyamuk di suatu wilayah semua sudah mengandung Wolbachia, maka kemudian ketika nyamuk menggigit, virus tidak ikut berpindah pada manusia," terang Uut.
Penelitian ini, terangnya, telah berlangsung hampir sepuluh tahun. Pada tahun 2016 hingga tahun 2017, WMP menyerahkan 7.000 ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia di tujuh kelurahan di Kecamatan Tegal Rejo dan Wirobrajan, yang kemudian dimonitor selama beberapa waktu.
Dari penyebaran nyamuk ber-Wolbachia tahap pertama, ditemukan bahwa nyamuk tersebut mampu bertahan dengan jumlah yang tinggi dalam populasi dan tetap konsisten.
"Secara lingkungan ini intervensi yang sangat sustainable. Jika sudah di atas 60 persen kita hentikan pelepasan, dan secara alami akan terjadi perkembangbiakan," paparnya.
Penelitian ini pun rencananya akan terus dilanjutkan dalam rangka menurunkan angka kejadian demam berdarah di DIY, dengan hasil penelitian ini diharapkan bisa dilaksanakan di daerah lain di Indonesia.
Daftar yang dibuat oleh Nature ini mengeksplor perkembangan kunci di bidang sains sepanjang tahun 2020 serta orang-orang yang memainkan peranan penting dalam pencapaian tersebut dan membantu membuat penemuan menakjubkan atau mengarahkan perhatian pada isu-isu yang krusial.
Adi Utarini masuk di dalam daftar ini bersama sejumlah peneliti dan pemimpin tersohor dunia, di antaranya Direktur Jenderal World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, peneliti vaksin Covid-19, Kathrin Jansen, dan perdana menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern.
Capaian Uut pun menuai pujian dari sejumlah pihak, termasuk di antaranya dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim serta Presiden RI Joko Widodo yang menyebut Uut dalam sebuah unggahan di media sosial.
"Ini merupakan kebanggan yang luar biasa bahwa Indonesia dan dosennya bisa disebut dalam 10 ilmuwan yang paling akan berdampak pada dunia. Jarang sekali kita mendapat rekognisi yang setinggi itu," ucap Nadiem. (Ata/OL-09)
Robot bawah laut otonom Mako diuji di Great Barrier Reef untuk menanam benih lamun secara presisi. Teknologi ini diklaim mampu mempercepat restorasi.
Menlu Sugiono bertemu Sekjen PBB António Guterres di New York, bahas Palestina, Board of Peace, dan partisipasi Presiden Prabowo Subianto.
Menlu Sugiono bertemu Wakil Palestina di PBB, bahas Solusi Dua Negara, Board of Peace, dan kesiapan Indonesia kirim pasukan perdamaian ke Gaza.
Pengamat militer Khairul Fahmi menilai kehadiran Indonesia di Board of Peace dan rencana 8.000 TNI ke Gaza krusial cegah dominasi politik Israel.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia berkomitmen membeli BBM dari Amerika Serikat senilai USD15 miliar sebagai bagian negosiasi dagang.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Jelajahi lorong waktu "From Past to Fast" di COMPASS 3.0. Simak wujud nyata inovasi teknologi Kurikulum Merdeka
Komet bernama 41P/Tuttle-Giacobini-Kresak dilaporkan mengalami perlambatan rotasi ekstrem hingga diduga berhenti total, sebelum akhirnya berbalik arah setelah mendekati Matahari.
Ilmuwan berhasil menyempurnakan metode penentuan usia permukaan Bulan dengan menggabungkan data sampel Chang’e-6.
Penelitian terbaru mengungkap meteorit Mars Black Beauty menyimpan air purba jauh lebih banyak, memperkuat bukti Mars pernah basah dan layak huni.
Studi terbaru mengungkap makalah ilmiah karya perempuan membutuhkan waktu lebih lama untuk terbit dibanding laki-laki.
Para astronom menjelaskan bahwa gerhana Matahari bukanlah peristiwa acak, melainkan fenomena yang dapat diprediksi secara ilmiah melalui perhitungan orbit Bulan dan Bumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved