Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Donny Hardono Berbagi Harapan lewat Musik

Hilda Julaika
18/12/2020 03:05
Donny Hardono Berbagi Harapan lewat Musik
Donny Hardono(MI/Permana)

MUSIK bagi seorang Donny Hardono adalah rasa hati yang bisa didengar. Tidak ada musik, maka tidak ada yang bisa didengar. Lewat  Audiensi Band, grup musik pengiring yang dibentuknya, Donny telah membuat musik menjadi pemersatu untuk sesama.

Audiensi Band tercatat sebagai band pengiring di Istana Negara, Jakarta, selama kepemimpinan lima presiden yang berbeda. Yang terakhir ialah ketika kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono.

Band yang memiliki repertoar paling lengkap ini menjadi ‘dalang’ dari berbagai konser untuk menggalang dana. Saat menginisiasi konser untuk menggalang dana bencana Palu, Sigi, dan Donggala, Donny berhasil melibatkan 120 penyanyi untuk bernyanyi dan menggalang dana dari konser tersebut.

“Kejadian itu saya masih ingat di hari Jumat ada bencana di Donggala. Hari itu mencari ide, lalu kita membagikan tugas. Mas Kadri ke komunitas biduan dan saya ke penyanyi-penyanyi yang saya hire dan saya kontak mereka,” kenangnya kepada jurnalis senior Media Indonesia, Hariyanto Boejl, dalam podcast Diksi Episode 3 yang tayang di akun Youtube Media Indonesia, Selasa (15/12) lalu.

Pada hari pertama itu juga, ia berhasil mengumpulkan 40 penyanyi. Diikuti pada hari kedua dengan 60 penyanyi dan di hari ketiga sudah mengumpulkan 100 penyanyi. Hingga akhirnya setelah berbagai upaya berhasil mengumpulkan 120 penyanyi. Lewat gelaran konser amal itu pun tercipta rekor dunia Record Holders Republic (RHR).

Sebelumnya, ia juga pernah meraih rekor dunia karena mengumpulkan 132 keyboardist untuk menyanyikan Bangun Pemuda-Pemudi  sepanjang 1 menit 32 detik.

Saat bencana tsunami melanda Aceh pada Desember 2004, Donny juga menggagas Jazz for Aceh. Demikian juga dengan konser amal  untuk merespons bencana di Yogyakarta. “Semua yang tampil di sana nggak terima honor, paling uang transpor,” ceritanya.

Sebagai seorang musisi dan solidaritas sesama musisi pun, Donny kerap berinisiatif untuk membantu musisi yang sedang sakit. “Sebagai musisi, sebagai seniman, sebagai penyanyi, nggak ada yang bisa kita kerjakan selain kita bermusik. Kalau kita mau bantu teman, apa yang bisa kita lakukan ya lakukan,” timpalnya lagi.

Ketika ditanya soal pencapaian hidupnya, Donny mengaku masih ada beberapa hal yang ingin diraihnya. Diakuinya, ia selalu menginisiasi apa yang diinginkannya ketika dia hendak berangkat tidur, bahkan di dalam mimpi.

“Ketika saya terbangun setelah subuh, saya mulai bekerja. Apa yang tadi saya impikan, yang saya pikirkan sebelum tidur, saya kerjakan. Setiap hari saya mencari inisiasi, apa yang saya kerjakan ke depan. Itulah hal yang saya kejar untuk mendapatkan pencapaian sempurna,” ungkapnya.


Inovasi 7 Ruang

Sebelumnya, dalam podcast episode kedua yang tayang pada Kamis (9/12), Donny mengisahkan beratnya situasi pandemi covid-19 bagi
dunia musik dan hiburan Indonesia. Banyak pekerja seni yang kehilangan pendapatannya.

Donny tetap tidak diam dan mencari solusi dengan menggelar konser musik berformat virtual di kediamannya. Pemilik Don Sistem Suara (DSS) Studio itu pun mengubah ruang-ruang yang ada di rumahnya menjadi studio untuk membuat konser live streaming bernama Konser Tujuh Ruang. Saat ini, penonton bebas menonton konser tersebut sambil berdonasi.

Karena masih pandemi, Donny mewajibkan setiap penampil untuk melakukan rapid test 2-3 hari terlebih dahulu sebelum tampil di konser yang ia ampu.

“Kadang mungkin menyakitkan mereka karena terlalu ketat, 37,8 Celsius untuk yang naik motor saja sudah kita larang masuk, sekarang diperketat lagi dengan pakai rapid test,” aku lelaki kelahiran Malang pada 1958 itu. (Bus/H-2)


 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya