Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Semua Pihak Harus Cegah Klaster RS

Faustinus Nua
16/12/2020 01:45
Semua Pihak Harus Cegah Klaster RS
Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan, Rita Rogayah(ANTARA)

UPAYA pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) terkait pandemi covid-19 di berbagai rumah sakit (RS) merupakan tanggung jawab bersama semua pihak. Pemerintah, tenaga medis, pasien, dan masyarakat perlu berkolaborasi agar tidak terjadi kluster baru yang berisiko tinggi.

“Keberhasilan pelaksanaan PPI ialah hasil kerja sama semua pihak mulai dari manajemen pegawai, peserta didik, pasien, dan pengunjung karena kita ketahui di rumah sakit itu selain dengan nakes, masih ada hal-hal lain yang memang harus kita libatkan saat ini,” ujar Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan, Rita Rogayah, kemarin.

Dia menjelaskan pemerintah melalui Kemenkes telah mengeluarkan regulasi yang mendukung upaya PPI melalui KMK 382/2020 dan KMK 1591/2020. Kedua KMK tersebut merupakan tanggapan cepat dari Kemenkes untuk melindungi nakes dan nonnakes, pasien, maupun pengunjung di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan.

Lebih lanjut, Rita mengatakan, untuk memutus rantai penyebaran covid-19 di rumah sakit haruslah mengikuti rekomendasi WHO. Berbeda dengan fasilitas umum lainnya, rumah sakit menjadi lokasi yang sangat berisiko lantaran menjadi tempat perawatan pasien covid-19 dan noncovid-19.

Hal senada dikemukakan Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bahwa pemerintah (pusat dan daerah) harus memprioritaskan  penanganan covid-19 dengan meningkatkan fasilitas kesehatan. IDI juga memandang aktivitas masyarakat yang berkerumun tidak hanya berdampak pada melonjaknya penderita covid-19, namun juga kematian tenaga medis dan kesehatan.

IDI mengimbau agar dalam kehidupan adaptasi baru ini, masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dan menghindari aktivitas yang melibatkan kerumunan. IDI juga mengimbau para tenaga medis dan kesehatan agar tetap waspada dan tetap menggunakan APD dalam menjalankan tugas.

Tim Mitigasi IDI kemarin mengumumkan pembaruan data tenaga medis yang wafat akibat covid-19. Dari Maret hingga  pertengahan  Desember 2020 ini, terdapat total 363 petugas medis dan kesehatan yang wafat akibat terinfeksi covid19, yang terdiri dari 202 dokter dan 15 dokter gigi, dan 146 perawat.


Vaksinasi guru

Terpisah, Badan PBB untuk pendidikan, Unesco, pada Senin (14/12), meminta negara di dunia untuk memprioritaskan para guru mendapatkan akses covid-19 dan memandang mereka sebagai pekerja garis depan.

Seruan itu muncul saat AS, negara yang paling parah dihantam pandemi covid-19, memulai program vaksinasi terbesar sepanjang sejarah.

“Seiring perkembangan positif vaksinasi covid-19, kami merasa guru dan personel pendukung pendidikan lainnya harus masuk kelompok prioritas,” ujar Ketua Unesco Audrey Azoulay dalam pesan video bersama Kepala organisasi internasional guru, Education International (EI), David Edwards.

Azoulay dan Edwards mengatakan saat sekolah dan fasilitas pendidikan lainnya ditutup untuk mencegah penyebaran covid-19, para guru tetap berada di garis depan. Saat sekolah dibuka kembali, para guru dengan gagah berani kembali ke ruang kelas. (AFP/H-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya