Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BERBAGI peran dengan berkolaborasi dan bergotong-royong adalah salah satu solusi untuk menghadapi berbagai perubahan yang terjadi saat ini dan di masa datang.
"Generasi muda harus pandai menempatkan diri dalam menghadapi berbagai perubahan pascapandemi Covid-19 agar tetap survive," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam acara Temu Tokoh bertema Disrupsi dan Pandemi: Tantangan Bagi Kaum Muda secara daring di depan civitas akademika Universitas Bojonegoro, Jawa Timur dan Universitas Muhammadiyah, Sidoarjo, Jawa Timur, secara terpisah, Senin (14/12).
Hadir dalam acara di Bojonegoro antara lain Drs. Soehadi Moeljono., M.M (Mantan Sekda Kab. Bojonegoro 2 periode), Arief Januwarso, S.Sos., M.Si (Ketua Yayasan Universitas Bojonegoro) dan Dr. Tri Astuti Handayani MM., MHum (Rektor Universitas Bojonegoro) sebagai narasumber.
Sedangkan di Sidoarjo hadir Drs. Suyoto., M.Si (Mantan Bupati Bojonegoro) dan Eko Hardiansyah, M.Psi (Wakil Rektor Univ. Muhammadiyah Sidoarjo) sebagai narasumber.
Menurut Lestari, dalam menghadapi situasi yang selalu berubah seperti saat ini, membangun reputasi dan integritas diri kita adalah yang utama.
Rerie, sapaan akrab Lestari, menilai di tengah perubahan di berbagai sektor yang berdampak dan dipahami sebagai ancaman bagi banyak orang, kondisi saat ini sekaligus menciptakan beragam kesempatan.
Dampak disrupsi, jelas Rerie, menyebabkan jutaan jenis pekerjaan hilang, namun pada saat bersamaan jenis pekerjaan baru akan muncul.
Saat inilah, menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, kesempatan untuk berpikir dan menata langkah kita agar bisa menjawab tantangan di masa kini dan mendatang.
"Kita harus mampu menguasai teknologi dan terus belajar banyak hal untuk menghadapi perubahan," ujarnya.
Di masa datang, jelas Legislator Partai NasDem itu, bidang kesehatan, perdagangan, pendidikan dan lingkungan hidup diperkirakan menjadi bidang yang banyak mendapat perhatian.
Kesiapan generasi muda untuk bekerja dengan budaya yang berbeda, menurut Rerie, juga sangat diperlukan. Karena di era globalisasi yang tanpa batas saat ini, jelasnya, kolaborasi dengan berbagai bangsa dengan budaya yang berbeda merupakan sebuah keniscayaan.
Guna menghadapi kondisi itu, tegas Rerie, generasi muda juga harus memperkuat pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan yang kita miliki.
Pemaknaan dan pelaksanaan dari nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam Pancasila, UUD 1945, Bineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu, menurut Rerie, untuk mewujudkan ketahanan nasional dan
keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (OL-8)
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dorong distribusi guru kompeten dan insentif tepat di wilayah 3T untuk wujudkan pemerataan pendidikan nasional di tahun 2026.
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mendesak pemerintah antisipasi kenaikan jumlah penyandang disabilitas melalui layanan publik dan puskesmas ramah disabilitas.
Upaya membangun sumber daya manusia (SDM) nasional yang berdaya saing tak akan pernah tuntas selama akses pendidikan anak usia dini (PAUD) masih timpang.
Langkah penambahan keterampilan baru pada peserta didik harus konsisten direalisasikan sebagai bagian dari sistem pendidikan yang adaptif.
ANGGOTA Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, menilai perayaan Imlek merupakan momentum strategis untuk mengakselerasi proses pembangunan.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menghadiri pembukaan pameran lukisan bertema “LOVE” karya Sonja Irawaty di Jakarta untuk membangkitkan semangat dan kepedulian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved