Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
MUNCULNYA klaster berisi 30 guru dan staf Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 22 Jakarta akibat kelalaian kepala madrasah. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyesalkan kejadian itu.
Dewan Pakar FSGI Retno Listyarti meminta Kementerian Agama mengusut dan menegakkan sanksi kepada kepala madrasah sebagai efek jera sesuai PP No 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri.
“Pemeriksaan didasarkan pada adanya dugaan kelalaian dan lemahnya manajemen mitigasi risiko pimpinan madrasah sehingga menimbulkan kerugian pada negara,” kata Retno.
Seperti diketahui, pekan lalu, sebanyak 30 guru dan staf MAN 22 Jakarta dinyatakan positif covid-19 seusai melakukan wisata ke Yogyakarta pada 20-23 November 2020. Penelusuran dilakukan setelah satu guru yang tidak mengikuti kegiatan wisata itu berstatus positif covid-19. Acara itu dilakukan dalam rangka pelepasan kepala sekolah lama yang pensiun.
Mitigasi risiko, kata Retno, seharusnya dapat dilakukan dengan menunggu hasil dari guru yang sakit dan sedang tes usap. Kalau ternyata yang bersangkutan positif covid-19, seluruh peserta studi tur wajib dites usap juga.
“Kalaupun pihak Madrasah sudah mengantongi izin dari Kanwil Agama DKI Jakarta untuk studi wisata ke Yogyakarta, tur hanya dapat diikuti mereka yang hasil tes usapnya negatif, ini baru mitigasi risiko yang terukur,” cetus Retno.
Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil DKI Jakarta Nur Pawaidudin mengaku tidak menerima informasi adanya acara wisata para guru MAN 22. Kepala madrasah pun demikian. Pemeriksaan internal dilakukan untuk mencari tahu siapa inisiator dari acara tersebut.
Selain itu, pihaknya juga fokus pada pemulihan dan penelusuran kontak erat dan pelacakan pada guru yang terkonfirmasi covid-19, termasuk keluarganya. Para guru itu, lanjut Nur, ada yang dirawat di rumah sakit dan ada juga yang menjalani isolasi mandiri di rumah. “Kami akan fokus terlebih dulu agar mereka dapat sembuh dan sehat kembali dari bahaya covid-19,” kata Nur Pawaidudin, tadi malam.
Dari kasus ini, ia juga telah membuat surat edaran ke seluruh madrasah se-DKI Jakarta untuk tidak melakukan perjalanan wisata atau kegiatan yang mengumpulkan banyak orang, termasuk ekstrakurikuler. (Bay/H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved