Selasa 24 November 2020, 00:30 WIB

Unicef Kirim 2 Miliar Vaksin Covid-19

MI | Humaniora
Unicef Kirim 2 Miliar Vaksin Covid-19

Dok. Istimewa
Etleva Kadilli, Direktur Divisi Pasokan Unicef

 

LEMBAGA PBB untuk dana anak, Unicef, mengumumkan akan mengirimkan hampir 2 miliar dosis vaksin covid-19 ke negara-negara berkembang tahun depan.

Unicef sedang bekerja dengan lebih dari 350 maskapai penerbangan dan perusahaan pengiriman untuk mengirimkan vaksin dan 1 miliar jarum suntik ke negara-negara miskin seperti Burundi, Afghanistan, dan Yaman sebagai bagian dari Covid-19 Vaccines Global Access (Covax).

“Kolaborasi yang tak ternilai ini akan berjalan jauh untuk memastikan bahwa kapasitas transportasi yang cukup tersedia untuk operasi bersejarah dan raksasa ini,” ungkap Etleva Kadilli, Direktur Divisi Pasokan Unicef, kemarin.

Covax dipimpin bersama oleh kelompok vaksin Gavi, WHO, dan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi bertujuan mencegah pemerintah menimbun vaksin covid-19 dan fokus pada vaksinasi pertama yang paling berisiko di setiap negara.

Inggris, AS, dan Jerman masingmasing mengumumkan rencana untuk memulai vaksinasi di negara mereka pada Desember, sementara
Spanyol mengatakan akan mulai memberikan vaksin kepada warga mereka pada Januari.

Inggris dapat memberikan persetujuan peraturan untuk vaksin covid-19 Pfizer-Biontech paling cepat minggu ini, bahkan sebelum AS mengizinkannya. Pfizer dan Biontech dapat memperoleh otorisasi darurat AS dan Eropa untuk vaksin covid-19 mereka bulan depan setelah hasil uji coba terakhirmenunjukkan tingkat keberhasilan 95% dan tidak ada efek samping yang serius.

Moderna minggu lalu merilis data awal untuk vaksin mereka yang menunjukkan efektivitas 94,5%. 

Di AS, kepala program vaksin AS, Moncef Slaoui, mengatakan orang Amerika pertama yang menerima vaksin bisa mendapatkannya secepatnya 11 Desember, CNN melaporkan pada Minggu (22/11).

“Rencana kami ialah dapat mengirimkan vaksin ke lokasi imunisasi dalam waktu 24 jam sejak persetujuan. Jadi, saya perkirakan mungkin pada hari kedua setelah persetujuan pada 11 atau 12 Desember,” katanya.

Layanan Kesehatan Nasional Inggris telah diberi tahu untuk siap mengaturnya sebelum 1 Desember. Inggris telah memesan 40 juta dosis dan mengharapkan untuk memiliki dosis 10 juta, cukup untuk melindungi 5 juta orang, tersedia pada akhir tahun jika regulator menyetujuinya.

Jerman juga mulai memberikan suntikan vaksin covid-19 secepat bulan depan, kata Menteri Kesehatan Jens Spahn seperti dikutip pada Minggu. Dia mengatakan Spanyol dan Jerman ialah negara Uni Eropa pertama yang memiliki rencana vaksinasi lengkap. (Nur/AFP/MalayMail/CNA/I-1)

Baca Juga

Ist

Atasi Banjir di Kalsel, Perlu Peningkatan Tata Kelola Air

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Januari 2021, 15:16 WIB
Tata kelola air di DAS Kalsel perlu ditingkatkan, khususnya pengelolaan dan pengawasan air limpasan yang terjadi di daerah hulu melalui...
MI/Insi Nantika Jelita

Sandiaga Donor Plasma Konvalesen untuk Pasien Covid-19

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 27 Januari 2021, 14:25 WIB
MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno melakukan donor plasma konvalesen di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI),...
Medcom.id

Rusak Hutan, Wakil Ketua DPRD Takalar Dijerat Pidana Berlapis

👤 Atalya Puspa 🕔Rabu 27 Januari 2021, 13:57 WIB
Penyidik menduga perbuatan tersangka HJB yaitu menebang pohon tanpa memiliki hak atau izin dari pejabat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya