Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PREDIKSI adanya megathrust Mentawai mendapat perhatian serius dari para ahli. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) mengatakan berdasarkan pendapat para ahli jika terjadi patahan megathrust Mentawai, akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dengan kekuatan 8,9 magnitudo (M).
“20 sampai 30 menit kemudian disusul gelombang tsunami di Kota Padang setinggi 6 hingga 10 meter dengan jarak 2 hingga 5 kilometer,” kata Kepala Bidang (Kabid) PK BPBD Provinsi Sumbar Syahrazad Jamil pada diskusi virtual terkait upaya pengurangan risiko bencana tsunami di Provinsi Sumbar yang dipantau di Jakarta, kemarin.
Bencana alam tersebut diprediksi setidaknya berdampak pada 1,3 juta penduduk. “Pelabuhan Teluk Bayur dan Bandara Minangkabau hancur, itu prediksi para ahli,” ujarnya.
Untuk diketahui, Pulau Sumatra sudah mengalami beberapa kali bencana tsunami. Khusus di Sumbar, tsunami terjadi di Kepulauan Mentawai pada 25 Oktober 2010 dengan korban jiwa hingga 408 orang.
Sebelumnya pada 15 Oktober 2020, BMKG mengimbau warga untuk waspada atas terjadinya peningkatan aktivitas gempa tektonik di Pagai, Kepulauan Mentawai.
Guna mewaspadai kemungkinan terburuk tersebut, Provinsi Sumbar melakukan berbagai upaya, di antaranya membangun kemitraan dan koordinasi bersama LSM internasional maupun lokal, dan TNI.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan teknologi secanggih apa pun tidak akan berguna jika masyarakat tidak siap dalam mengantisipasi dan menghadapi bencana tsunami yang mungkin akan terjadi.
“Semua teknologi, superkomputer yang mendukung sistem peringatan dini akan lumpuh, akan sia-sia, dan tidak ada gunanya kalau aspek kultur tidak siap. Aspek kultur ini ialah masyarakat dan pemda,” kata Dwikorita saat membuka webinar tersebut. (Ant/H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved