Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
POLITIKUS Kamala Harris, 56, mencatatkan banyak sejarah baru ketika ia terpilih menjadi wakil presiden dalam pemilihan presiden yang baru saja berlangsung di Amerika Serikat. Harris, yang menjadi wakil calon presiden Joe Biden, mengungguli petahana Donald Trump dan Mike Pence.
Setelah menjadi wanita dengan posisi tertinggi dalam sejarah pemerintahan AS, Harris menjadi tonggak sejarah baru dengan mencatatkan karier politik yang istimewa, menembus batas ras dan gender.
“Mungkin saya bukan wanita pertama dalam kantor ini, tetapi saya tidak akan menjadi wanita terakhir karena setiap gadis kecil yang melihat malam ini menyaksikan bahwa ini di negara ini semua bisa terjadi,” demikian penggalan pidato Kamala Harris yang dia unggah dalam akun Twitter-nya, Sabtu (7/11) waktu AS.
Dia memulai pidato kemenangannya dengan penghormatan atas warisan almarhum anggota Kongres AS dan aktivis hak-hak sipil John Lewis, pemimpin pergerakan hak-hak sipil dan anggota Kongres AS yang meninggal dunia pada Juli lalu. “Melindungi demokrasi kita membutuhkan perjuangan,” kata Harris saat berada panggung di luar Chase Center, Riverfront, Wilmington.
Dalam pidatonya, Harris juga mengungkapkan penghargaannya pada wanita-wanita yang menurutnya ‘membuka jalan untuk malam ini’, anak imigran Jamaika dan India yang menjadi wakil presiden terpilih AS, demikian dilansir The Guardian.
“Saya merenungkan perjuangan, tekad, dan kekuatan visi mereka, untuk melihat apa yang bisa kita lakukan, tanpa terbebani oleh apa yang telah terjadi sebelumnya,” kata dia. “Saya berdiri di atas bahu mereka,” lanjutnya.
Dia secara khusus mengapresiasi kontribusi perempuan kulit hitam dalam perjuangan untuk hak pilih, kesetaraan, dan hak-hak sipil. “Mereka ialah para pemimpin yang terlalu sering diabaikan, tetapi sering kali membuktikan bahwa mereka ialah tulang punggung demokrasi kita,” tuturnya.
Jaksa
Harris yang bernama lengkap Kamala Devi Harris lahir 20 Oktober 1964 di Oakland, California. Ayahnya, orang Jamaika, mengajar di Universitas Stanford dan ibunya, putri seorang diplomat India, ialah peneliti kanker.
Harris mendapatkan diploma sarjana bidang ilmu politik dan ekonomi di Howard University, kemudian gelar sarjana hukum dari Hastings College. Ia bekerja menjadi wakil jaksa wilayah di Oakland pada 1990-1998. Ia dikenal sebagai jaksa yang tangguh dalam memerangi kasus kekerasan geng, perdagangan narkoba, dan pelecehan seksual.
Harris menjadi jaksa wilayah pada 2004 kemudian terpilih menjadi Jaksa Agung California pada 2010. Ia menjadi wanita pertama dan orang Afrika-Amerika pertama yang memegang jabatan itu. Buku yang ditulisnya bersama Joan O’C Hamilton berjudul Smart on Crime menjadi salah satu referensi penanganan masalah residivisme kriminal. Harris menerima pencalonan wakil presiden AS dari Partai Demokrat pada 19 Agustus 2020. (H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved