Minggu 01 November 2020, 04:36 WIB

Toleransi tanpa Batas di Bumi Singkawang

Gan/S2-25 | Humaniora
Toleransi tanpa Batas di Bumi Singkawang

MI/ ANDRI WIDIYANTO
Tim medis Puskesmas Barat 1 Singkawang Emy Rodanri saat memberikan penyuluhan bagi masyarakat sekitar terkait bahaya penyakit menular.

 

KOTA Singkawang menjadi titik awal pembangunan proyek jaringan Palapa Ring Barat pada 2016. Proyek ini merupakan dukungan penetrasi pemerintah terhadap jaringan internet untuk negeri.

“Jaringan internet itu bisa menjadi pemersatu apabila digunakan dengan baik. Namun, bisa sebaliknya apabila digunakan dengan tidak baik,” ungkap Wali Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Tjhai Chui Mie, dalam tayangan Bakti untuk Negeri di Metro TV, Jumat (30/10).

Ia mengatakan, dalam kehidupannya saat ini penggunaan internet bisa mempromosikan segala hal agar bisa diketahui masyarakat.

Emy Rodanri, salah satu tim medis Pukesmas Barat 1 Singkawang, mengatakan, penggunaan internet memang amat bermanfaat terutama dalam hal memberikan penyuluhan bagi masyarakat sekitar terkait bahaya penyakit menular. Dengan ini, masyarakat bisa langsung memahami lantaran bisa memanfaatkan langsung kegunaan mesin pencarian Google.

“Kami ingin masyarakat juga bisa memberdayakan diri dengan menggunakan internet secara langsung dalam memahami bahaya penyakit menular,” jelas Emy.

Selain itu, jaringan internet pun amat bermanfaat dalam mendukung aktivitas pelayanan medis di Puskesmas Barat 1 Singkawang. Segala macam sistem dan pelayanan saat ini lebih mudah.

Menurut Emy, masyarakat yang ikut penyuluhan dari puskesmas tentang bahaya penyakit menular sangat antusias. Mereka bahkan diajarkan untuk mencari informasi melalui Facebook dan Instagram.

“Mereka sangat antusias meski pesertanya dibatasi,” jelas dia.

Saat ini, jaringan jnternet telah memberikan kemudahan dalam keberlangsungan hidup masyarakat. Melalui internet pula, Singkawang bisa terkenal dengan kekentalan nilai toleransinya.

Tidak hanya dalam lingkup lokal, tetapi juga menembus hingga mancanegara. Faktanya, internet membuat toleransi tidak terbatas.

Seperti aksi toleransi yang dilakukan Badan Pemadam Kebakaran Swasta (BPKS) Tua Pekong Singkawang. Mereka yang sadar akan bahaya covid-19 membantu memutus mata rantai penularan penyakit tersebut.

“Kami tidak pandang bulu tempatnya seluruh tempat ibadah pu kami semprot disinfektan agar penularan bisa dicegah,” ungkap Komandan BPKS Tua Pekong Singkawang, Dicky.

Ia mengaku amat prihatin dengan kondisi pandemi covid-19 yang ia ketahui setelah berselancar (browsing) di internet.

Ketua Dewan Adat Dayak Singkawang Stepanus mengatakan, manfaat jaringan internet memang dirasakan hingga pelosok negeri. Buktinya, pihaknya bisa tetap mengenalkan budaya adat Singkawang hingga seluruh penjuru dunia.

“Ada tarian selamat datang suku dayak namanya tarian Sambut Singkat, saat ini tarian ini bisa dengan mudah diketahui masyarakat hanya dari internet seperti melihat Youtube,” jelas dia. (Gan/S2-25)

Baca Juga

ANTARA/Muhamad Ibnu Chazar

YKMI: SK Menkes Belum Sepenuhnya Jalankan Putusan MA

👤Humaniora 🕔Senin 23 Mei 2022, 09:00 WIB
50 persen vaksin halal dan 50 persen vaksin haram, sangat tidak proporsional, karena mayoritas pengguna vaksin itu umat Islam yang...
Istimewa Kementan

UGM Digandeng Pemkab Pamekasan Kembangkan Peternakan Berbasis Pesantren

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 23 Mei 2022, 08:45 WIB
Sebagai upaya memajukan ekonomi dan mendidik santri terampil...
ANTARA/ARNAS PADDA

Kemenag dan Kemenkes Latih Petugas Haji Embarkasi Makassar

👤Humaniora 🕔Senin 23 Mei 2022, 08:15 WIB
Para calon jemaah haji embarkasi Makassar berasal dari 8 Provinsi di Indonesia Timur, yakni Sulsel, Sultra, Sulbar, Gorontalo, Maluku,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya