Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
SUKA atau tidak posisi kaum perempuan masih kerap termajinalkan dalam kehidupan sehari-hari. Meski berbagai jargon keseteraan gender bertebaran di mana-mana, faktanya masih ada saja yang merendahkan kaum Hawa tersebut.
Padahal sejatinya potensi perempuan tidak kalah dari laki-laki. Bahkan tidak mungkin mereka bisa menang jika diberi kesempatan. Berangkat dari situlah L’Oréal Indonesia berkomitmen untuk membantu memberdayakan perempuan Indonesia untuk mengatasi tantangan global.
Baca juga: Perempuan Berdaya, Indonesia Maju
“Kami memiliki tujuan bersama untuk menciptakan kecantikan yang menggerakkan dunia. Hal inilah yang terus menjadi pengingat kami bahwa apapun yang kami lakukan harus memberikan dampak yang berarti. Kami ingin terus membangun masa depan L’Oréal sebagai perusahaan yang berperforma tinggi, berkomitmen, bertanggung jawab, inklusif, dan terus mendukung masyarakat. Kami ingin memberikan keahlian dan keterampilan kami kepada komunitas dan memberdayakan perempuan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik," ujar President Director of L’Oréal Indonesia, Umesh Phadke dalam acara konferensi pers secara daring, Selasa (27/10).
“Bahkan ketika seseorang tengah menghadapi keadaan yang sulit, kami percaya bahwa kecantikan dapat memberikan mereka harapan. Program ini memberikan keahlian dalam bidang kecantikan kepada wanita dari latar belakang kurang beruntung yang kemudian dapat memampukan mereka untuk menggunakan keahlian tersebut dan menjalankan bisnis mereka sendiri. Dengan adanya pelatihan keterampilan ini, kami berharap mereka bisa mendapatkan kembali motivasi, kepercayaan diri dan integrasi profesional dalam posisi mereka di masyarakat,” tegasnya.
Menurut Umesh, sejak diluncurkan pada 2014 silam, pihaknya bekerja sama dengan Yayasan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka), Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), dan CSR Jababeka. Program ini ditujukan untuk mengedukasi perempuan Indonesia yang tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang layak, ataupun yang hidup dalam situasi yang sulit untuk mendapatkan sertifikasi.
Komitmen program ini terbukti krusial mengingat kondisi perempuan kurang beruntung di Indonesia saat ini. Menurut survei Profil Perempuan Indonesia 2019 oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerjasama dengan BPS (Badan Pusat Statistik), persentase penduduk perempuan berumur 15 tahun ke atas yang bekerja adalah 49,15%, yang persentase ‘mengurus rumah tangga sebagai kegiatan utama’ adalah 36,67%.
“Saya kita ini kegiatan penting untuk masyarakat, terutama di masa pandemi ini. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) separuh dari penduduk Indonesia merupakan perempuan, dan 50% dari perempuan tersebut berada di usia produktif. Perempuan memiliki potensi tinggi untuk berperan dalam kemajuan ekonomi. Sebagai contoh, 50% Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada tahun 2014-2018 di miliki perempuan. Sangat disayangkan bahwa tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan hanyalah 51,5%," ujar Deputi Bidang Kesetaraan Gender, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Agustina Erni.
"Komitmen yang dijalankan L'Oréal ini sejalan dengan usaha kami dalam meningkatkan tingkat partisipasi perempuan dalam angkatan kerja yang merupakan target kami dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2024 harus meningkat ke angka 55%. Program Beauty For a Better Life merupakan solusi bagi perempuan kurang mampu untuk memiliki kehidupan yang lebih baik. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada L'Oréal atas usahanya dalam memberikan program pembekalan di bilang kecantikan. Saya berharap L'Oréal terus berkomitmen dalam memberikan ide-ide inovatif dan menjadi contoh bagi pihaklain untuk bersama-sama mendukung pembangunan bangsa Indonesia, terutama pemberdayaan perempuan,” imbuhnya. (RO/A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved