Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM upaya meningkatkan literasi media untuk mahasiswa dan dosen, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud menandatangani nota kesepahaman dengan Maarif Institute for Culture and Humanity.
Literasi media merupakan kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan merekonstruksi citra di media. Maka, mahasiswa dan dosen dianggap menjadi kelompok yang dapat meningkatkan literasi media.
Nota kesepahaman tersebut mencakup ruang lingkup pelatihan literasi media bagi mahasiswa dan dosen, sosialisasi pelatihan literasi media, serta monitoring dan evaluasi pelatihan literasi media.
Sebelumnya, kegiatan komunikasi dan kolaborasi sudah berjalan 3 bulan hingga penandatanganan nota kesepahaman. Hal tersebut diutarakan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Paristiyanti Nurwardani, pada acara Penandatanganan MoU Ditjen Dikti Kemendikbud dengan Maarif Institute.
Paris berharap kerja sama itu dilaksanakan dengan perencanaan yang baik, menerapkan win-win solution antara Ditjen Dikti dengan Maarif Institute, melakukan implementasi, monitoring, dan evaluasi untuk keberlanjutan serta perbaikan yang terstruktur.
“Kami titipkan kepada Maarif Institute sebanyak 287 ribu dosen dan 8 juta mahasiswa untuk diberikan literasi tentang media guna dapat mempercepat transformasi pendidikan tinggi untuk meningkatkan transformasit ekonomi. Sesuai dengan tagline dari Ditjen Dikti yaitu Kampus Merdeka Indonesia Jaya, dimana diharapkan hal tersebut dapat dilakukan bersama-sama,” ungkap Paris melalui keterangan resminya.
Pada kesempatan sama, Dei Sudarmo selaku Staf Khusus Mendikbud mengapresiasi kerja sama tersebut . “Hal ini merupakan milestone kerja sama dan sinergi antara Ditjen Dikti Kemendikbud dengan Maarif Institute. Atas pencapaian ini, diharapkan kita dapat bekerja lebih erat lagi,” ungkapnya.
Baca juga : Pesantren Sekarang Jauh Lebih Berkembang
Direktur Program Maarif Institute Khelmy mengatakan, permasalahan literasi media yang terjadi saat ini diakibatkan kurangnya informasi dan solusi yang tersedia, sehingga tantangan hoaks semakin komplek sementara belum ada panduan kurikulum dan materi yang memadai.
Selain itu, sebagian besar literasi media disajikan dalam bentuk kelas yang berdampak pada keterbatasan masyarakat untuk mengakses materi-materi tersebut. Hal ini juga diperburuk dengan peningkatan konsumsi konten internet yang negatif, dan tidak diiringi dengan literasi digital atau literasi informasi.
Khelmy menyampaikan melalui kerjasama Program Tular Nalar, Maarif Institute berharap dapat menularkan nalar yang baik dan meningkatkan literasi digital di masyarakat.
Program ditujukan kepada 26.700 guru, dosen, dan mahasiswa calon guru dalam bentuk daring dan luring selama 1,5 tahun dimana para peserta program diberikan materi pelajaran terkait pemikiran kritis dan literasi media berupa seminar, pelatihan, talkshow radio, video, modul, assessment, serta platform pembelajaran yang dapat diakses secara gratis.
Program tersebut akan Maarif Institute kombinasikan dengan Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) yang sudah dimiliki Kemendikbud dan akan berjalan di 23 kota. Harapannya, peserta program ini memiliki kompetensi pribadi mengenai literasi digital, bisa merespon situasi dan hoaks, memiliki ketahanan terhadap dirinya yang bisa berdampak pada lingkungan sekitarnya atau menjadi agent of change.
Suyoto Selaku Bendahara Yayasan Ahmad Syafi’i Maarif d menyampaikan terdapat 4 modal yang harus dimiliki dalam berbangsa dan bernegara yaitu fiskal, natural, human capital, dan social capital.
Saat ini, dunia digital berhubungan langsung dengan 2 modal yang besar yaitu human capital serta manusia sekaligus. Selain itu, perlu adanya moralitas dalam penggunaan dunia digital di masa sekarang ini. Tanpa adanya dua modal yang kuat yaitu human capital dan manusia, sebuah bangsa tidak akan produktif dalam membangun bangsa dan negara serta melakukan pembangunan berkelanjutan.(OL-7)
Saksi Sutanto ungkap peran dominan Jurist Tan dalam sidang korupsi pengadaan laptop Kemendikbudristek yang menyeret nama Nadiem Makarim.
Dalam persidangan, terlihat juga istri Nadiem, Franka Franklin, serta ibunda Nadiem, Atika Algadrie, yang sudah hadir dan menyambut Nadiem sejak masuk ke ruang sidang.
KEMAMPUAN membaca bukan bawaan lahir. Otak manusia tidak dirancang untuk itu. Itu ialah penemuan budaya yang baru
Penulisan sejarah pun perlu melakukan analisis dan ditulis dengan kritis dan pemikiran yang terbuka.
Suap dan gratifikasi di sektor pendidikan biasanya terjadi karena adanya orang tua murid memaksakan anaknya masuk sekolah tertentu.
Harli menegaskan Kejagung belum menentukan tersangka dalam kasus ini. Perkaranya masih menggunakan surat perintah penyidikan (sprindik) umum.
Sepanjang 2025, isu kemerdekaan pers, profesionalisme jurnalistik, serta keberlanjutan ekonomi media menjadi tiga persoalan utama yang saling berkaitan.
Media massa bisa semakin berperan sebagai duta literasi keuangan untuk membantu meningkatkan literasi, inklusi, dan pelindungan konsumen secara langsung di masyarakat.
WALI Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pihaknya membutuhkan media massa untuk mengoptimalkan penginformasian kepada publik.
Broadcast: Jangkau audiens masif! Pelajari definisi, strategi, dan cara efektif sebarkan informasi secara luas. Raih perhatian maksimal!
Di tengah arus informasi yang begitu deras, generasi muda harus memiliki kemampuan literasi media yang kuat agar dapat mencerna informasi dengan cerdas.
Media memiliki pengaruh sangat besar terhadap keberhasilan agensi PR.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved