Rabu 21 Oktober 2020, 02:13 WIB

Semua Kalangan Usia Perlu Waspadai Osteoporosis

Ghani Nurcahyadi | Humaniora
Semua Kalangan Usia Perlu Waspadai Osteoporosis

Dok. Prbadi
Gebyar senam osteoporosis yang diselenggarakan secara virtual

 

OSTEOPOROSIS dapat terjadi pada 1 dari 3 wanita dan 1 dari 5 pria yang berusia lebih dari 50 tahun. Patah tulang yang dipicu osteoporosis dapat memicu disabilitas dan kematian. Karena itu, pencegahan osteoroposis di Indonesia harus dioptimalkan dengan kolaborasi pemerintah, pihak swasta dan masyarakat luas.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan, osteoporosis harus diwaspadai oleh usia muda maupun lansia. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penderita osteoporosis di dunia saat ini mencapai 200 juta orang.

Sementara mengacu data Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi), kata Yurianto, prevalensi kasus osteoporosis pada wanita berusia 50 tahun hingga 70 tahun sebesar 23 persen. Sedangkan prevalensi pada wanita lebih dari 70 tahun sebesar 53 persen.

“Sementara data sistem Rumah Sakit tahun 2010, insiden patah tulang paha atas akibat osteoporosis sekitar 200 diantara 100 ribu kasus wanita dan pria diatas 40 tahun. Kondisi ini perlu ditangani serius dan inovasi melibatkan semua pihak," katana dalam diskusi virtual.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap osteoporosis dan memepringati Hari Osteoporosis Nasional, Pengurus Besar Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (PB Perwatusi) menggelar Gebyar Senam Osteoroposis Virtual, Selasa (20/10).

Kegiatan itu digelar untuk menyegarkan ingatan masyarakat di seluruh Tanah Air agar mewaspadai osteoporosis atau kondisi kerapuhan tulang sejak dini. Antisipasi sedini mungkin dibutuhkan agar dapat mencegah terjadinya kerapuhan yang berujung kepada patah tulang ketika memasuki lanjut usia (lansia).

Baca juga : Ini Kata Pakar Tentang Impostor Syndrome

Gebyar senam itu didukung juga oleh sejumlah instansi, seperti Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) Kementerian Pemuda dan Olahraga lewat Sentra Peningkatan Performa Olahraga Indonesia (SPPOI) – Emminence, Kemenkes, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta kalangan pemda dan swasta,

Pelindung PB Perwatusi Wury Ma’ruf Amin mengapresiasi masyarakat khususnya anggota Perwatusi dan Perosi (Perhimpunan Osteoporosis Indonesia) yang mendedikasikan waktu, pikiran, dan tenaga untuk mengedukasi masyarakat tentang osteoporosis. Apresiasi, kata istri Wakil Presiden Ma’ruf Amin ini juga ditujukan kepada lansia yang terus bergerak dan aktif meski harus berada di rumah karena pandemi Covid-19.

“Saya ucapkan selamat Hari Osteoroposis Nasional semoga seluruh bangsa Indonesia memiliki tulang sehat yang kuat agar bekontribusi positif untuk agama, bangsa, dan negara. Tulang kuat, tulang sehat, osteroposis no way,” kata dia lewat tayangan Video sebelum Gebyar Senam dimulai.

Direktur SPPOI- Eminence Andi Kurniawan mengaku bangga Gebyar Senam dan kegiatan lainnya menyambut Hari Osteoporosis Nasional 2020 disambut antusias oleh lapisan masyarakat dari berbagai daerah.

"Meski dilakukan secara virtual, semangat masyarakat sangat besar, di tayangan video semua exercise. Semoga selalu sehat di tengah Pandemi saat ini," ujarnya.

Andi juga menyampaikan terima kasih kepada para sponsor karena berkat dukungan mereka kegiatan PB Perwatusi ini bisa terlaksana dengan semarak. PB Perwatusi bekerjasama dengan SPPOI Eminence, juga rutin menggelar senam osteoporosis secara virtual setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu bagi seluruh masyarakat khususnya kalangan lansia. (RO/OL-7)

Baca Juga

Sumber: Satgas Penanganan Covid-19/Kemenristek/BRIN/Tim Riset MI-NRC/ Grafis: SENO

Vaksin Merah Putih Diproduksi Awal 2021

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 04 Desember 2020, 03:50 WIB
Pemerintah akan melibatkan perusahaan swasta untuk bekerja sama dengan BUMN Biofarma melakukan hilirisasi bibit...
Medcom.id

FKKMK UGM Gandeng Perusahaan Filipina

👤AU/X-11 🕔Jumat 04 Desember 2020, 03:40 WIB
Obat tersebut akan digunakan untuk mengobati pasien yang terpapar virus, termasuk virus Korona, namun bukan...
Dok. KLHK

Kebijakan Berbasis Sains makin Dibutuhkan

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 04 Desember 2020, 03:00 WIB
HASIL penelitian harus dapat menjadi bahan masukan kebijakan pemerintah agar berdampak dan memberi manfaat seluas-luasnya untuk kepentingan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya