Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Siswa Bunuh Diri, PJJ Perlu Dievaluasi

Syarief Oebaidillah
20/10/2020 00:10
Siswa Bunuh Diri, PJJ Perlu Dievaluasi
Pembelajaran jarak jauh (PJJ)(ANTARA)

PEMBELAJARAN jarak jauh (PJJ) yang dilaksanakan selama pandemi kerap dianggap menjadi beban bagi siswa. Di Gowa, Sulawesi Selatan, seorang siswi SMA yang masih berusia 16 tahun nekat bunuh diri pada Sabtu (17/10).

Korban dinilai mengalami tekanan akibat banyaknya tugas daring dari sekolah. Ia kerap bercerita kepada teman-temannya mengenai kesulitannya mengakses internet di kampung kediamannya sehingga tugas daringnya menumpuk.

“Kami menduga ini bukan kejadian tunggal. Stres yang dialami siswa akibat PJJ yang tidak memiliki standar khusus dan cenderung sangat memberatkan sisw a dari sisi tugas-tugas dari guru mengakibatkan depresi bagj siswa yang berujung pada kejadian bunuh diri tersebut, “ kata Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) M Ramli Rahim melalui keterangannnya kepada Media Indonesia, kemarin.

Menurut Ramli, jumlah mata pelajaran yang sangat banyak ditambah dengan mudahnya guru memberikan tugas kepada siswa menjadi beban yang begitu berat bagi siswa. Mengerjakan tugas dari sekitar 14-16 mata pelajaran tentu bukan sesuatu yang mudah, apalagi tidak didukung jaringan internet yang memadai.

Dikatakan Ramli, IGI sejak awal sudah meminta pemerintah pusat dan menyampaikan langsung ke Mendikbud Nadiem Makarim bahwa beban mata pelajaran yang dialami siswa sesungguhnya menjadi masalah utama yang berujung pada rendahnya kualitas pendidikan.

Namun, hingga saat ini upaya penyederhanaan kurikulum tampaknya masih mengalami jalan buntu. Ramli mengingatkan kejadian
tersebut seharusnya menjadi alarm yang sangat keras bagi pemerintah. 

IGI, lanjutnya, dengan tegas memperingatkan pemerintah bahwa masalah penugasan ini sesuatu yang dapat memberikan dampak depresi siswa. Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta sekolah untuk memberikan bimbingan konseling.

“Peran wali kelas dan guru bimbingan konseling menjadi sangat strategis dalam membantu anak-anak yang memiliki masalah psikologi, termasuk kesulitan dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh,” kata komisioner bidang pendidikan KPAI Retno Listyarti di Jakarta, kemarin.


Evaluasi

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyayangkan kejadian bunuh diri tersebut. Kemendikbud menduga situasi itu terjadi akibat kebijakan penyederhanaan beban tugas tak berjalan.

“Kita sudah bimbing guru untuk tidak bebani siswa dengan tugas berat, bisa memahami kondisi psikologis siswa. Implementasi kebijakan kita di lapangan memang sering tidak semulus yang kita bayangkan,” kata Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbud Jumeri di Jakarta, kemarin.

Kemendikbud, kata Jumeri, sudah sering mengingatkan dinas pendidikan agar mengarahkan sekolah agar tidak membebani siswa dengan tugas selama PJJ daring. Evaluasi dan koordinasi diklaim sudah pula sering dilakukan. Peristiwa itu disebut merupakan pelajaran untuk memahami perbedaan masalah anak didik di setiap daerah yang menjalankan PJJ.

“Ekses sebuah perubahan selalu ada. Di masa normal sebenarnya kejadian sejenis juga ada. Indonesia negeri luas dengan banyak disparitas,” ungkapnya. (Medcom.id/H-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya