Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR susulan melanda 10 Desa/Kelurahan di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, Kamis (8/10). Sebelumnya, banjir yang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi telah terjadi pada Senin (5/10).
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan adapun 10 Desa/Kelurahan yang terdampak banjir dengan Tinggi Muka Air 30-60 sentimeter itu meliputi Desa Air Keruh di Kecamatan Ulu Talo, Desa Lubuk Gio, Desa Muara Danau, Desa Kembang Sri dan Desa Nepal Melintang di Kecamatan Talo.
"Kemudian Kelurahan Lintang dan Kelurahan Nepal di Kecamatan Seluma, Desa Penago 1 di Kecamatan Ilir Talo, Desa Sukarami di Kecamatan Seluma Selatan dan Desa Air Keruh di Kecamatan Ulu Talo," kata Raditya dalam keterangannya.
Dari laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Seluma diketahui bahwa banjir telah berdampak pada 82 KK/558 jiwa dan memaksa 225 jiwa lainnya mengungsi ke rumah kerabat.
Banjir juga menyebabkan sebanyak 60 unit rumah rusak ringan, 22 unit rumah rusak berat, 1 unit fasilitas pendidikan rusak ringan, 5 unit fasilitas umum rusak ringan, 2 unit fasilitas umum rusak sedang dan 4 unit fasilitas umum rusak berat.
"TRC BPBD Kabupaten Seluma terus melakukan koordinasi dengan aparat desa setempat dan instansi terkait untuk penanganan banjir yang kembali terjadi," sebutnya
Sebelumnya, TRC BPBD Kabupaten Seluma telah memberikan bantuan logistik dan kebutuhan pokok berupa air mineral, sarden, beras, mie instan dan minyak goreng yang diserahkan melalui kepala desa setempat
Untuk menunjang tempat tinggal sementara para warga yang terdampak, Dinas Sosial Kabupaten Seluma telah mendirikan 2 pos pengungsi.
Berlanjut
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan wilayah Bengkulu termasuk dalam wilayah dengan intensitas curah hujan tinggi yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada Jumat (9/10).
Selain Bengkulu, sejumlah wilayah lain yang memiliki prakiraan cuaca yang sama meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Papua.
Sementara itu, menurut hasil kajian indek risiko bencana yang dipantau melalui inaRisk, wilayah Kabupaten Seluma memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana banjir. Adapun kabupaten dengan luas kurang lebih 4.128 km² itu terdapat sebanyak 13 kecamatan yang berada pada potensi bahaya, dengan jumlah populasi yang rawan terpapar sekitar 46.128 jiwa.
Melihat dari hasil prakiraan cuaca dan indeks risiko bencana InaRisk tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta agar pemangku kebijakan dan masyarakat di daerah dapat melakukan upaya mitigasi bencana dan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam kaitan pengurangan risiko bencana. (H-2)
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
BMKG merilis prakiraan cuaca Jakarta Kamis 5 Februari 2026. Waspadai potensi hujan petir dan angin kencang di seluruh wilayah DKI Jakarta. Cek detailnya!
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Istilah awan kontainer tidak dikenal dalam ilmu meteorologi. Narasi yang beredar di masyarakat merupakan bentuk kesalahpahaman dalam memahami fenomena atmosfer.
Waspada terhadap peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang bersifat fluktuatif, yang dapat terjadi pada pagi, siang atau sore, malam, hingga dini hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved