Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
Promosi Gizi Berbasis Sekolah atau School based Nutrition Promotion (SBNP) yang diinisiasi Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Center for Food and Nutrition (SEAMEO RECFON) meluncurkan produk yaitu SBNP Platform dan Buku Kompilasi, Kamis (3/9) melalui daring.
Platfotm dan buku ini merupakan upaya mendokumentasi berbagai upaya promosi gizi berbasis sekolah yang sudah dilakukan termasuk praktik baik di Indonesia.
Menurut Directur SEAMEO RECFON Muchtaruddin Mansyur, kegiatan SBNP tersebut dilakukan untuk mengintegrasikan kegiatan promosi ke dalam berbagai kegiatan di sekolah.
Baca juga: Kasus Persalinan Cesar Tinggi, BPJS Kesehatan Perkuat Koordinasi
"Anak usia sekolah dan remaja menjadi kelompok usia yang tepat sebagai agen perubahan membawa praktik baik tentang gizi ke keluarga maupun lingkungan sekitarnya," kata Mansyur dalam talkshow dan launcing SBNP.
Kegiatan ini turut didukung pula oleh berbagai kepentingan. Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, upaya perbaikan gizi masih terus dilakukan dan perlu didukung oleh pemangku kepentingan. "Kami di Kemendikbud mendukung kegiatan ini. Mendukung pula usaha kesehatan sekolah yang selama ini fokus pada tiga komponen yaitu peningkatan asupan gizi dengan penyediaan saraan sehat, pendidikan gizi , penguatan karakter," kata Kepala Biro Humas dan Kerjasama, Kemendikbud Evy Mulyani.
Kegiatan ini pun dinilai penting mengingat kesehatan remaja menjadi aset penting. Remaja merupakan kesempatan kedua memperbaiki kualitas sumber daya manusia setelah fase balita untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Bahkan menurut
Direktur Gizi Mastyarakat Kementerian Kesehatan Dhian Dipo, mengatakan remaja putri adaah calon ibu di masa depan dan status gizi mereka memberikan dampak langsung pada satus gizi pada generasi selanjutnya.
Tetapi lanjut Dhian, pada kenyataannyaa seperempat remaja kita mengalami stunting. "1 dari 4 remaja mengalami stunting dan 1 dari 7 dari remaja kita mengalami kelebiahan berat badan. Ini menggambarkan gaya hidup berisiko pada penduduk di atas usia 10 tahun," kata Dhian.
Ia juga mengungkapkan, proporsi penduduk kurang sayur dan buah dari meningkat, dari data Riskesdas tahun 2013 sebanyak 93,3% , naik menjadi 95,5% di 2018.
Kementerian Agama pun menyadari pentingnya tentang gizi karena dapat membentuk remaja yang sehat baik secara fisik dan psikis, namun pada sisi penyediaan makanan sehat di sekolah, khususnya di madrasah yang masih perlu dukungan yang kuat ikut menjalankan program tersebut.
"Kami itu sudah mengeluarkan skema pembiayaan untuk mencukpi atau membantu anak-anak agar tidak stunting karena faktanya hanya terdapat satu sumber pendanaan," kata Direktur KSKK Madrasah sekaligus Direktur Jendral Pendidikan Islam Kemenag Umar MA.
Ia menyesalkan adanya perbedaan sumber dana maupun jumlah dana yang didapatkan untuk madrasah sehingga sebagian madrasah kesulitan untuk menjalankan program tersebut.
Terkait hal itu, Dhian pun mengatakan kunci untuk berjalannya program ini adalah dengan menanamkan kebiasaan dan praktik perilaku makan dan perilaku hidup sehat dengan upaya intervensi dari berbagai kalangan seperti pengelola sekolah, guru, pengelola kantin dan tokoh berpengaruh di masyarakat. Tak hanya itu tersedianya kebijakan yang mendukung kualitas gizi juga akan memastikan keseimbangan berjalannya program.
"Jadi ada dua sisi, di siswa atau lingkungan sekolah dan di luar lingkungan sekolah yang harus diberikan edukasi," pungkas Dhian. (H-3)
Kemenkes bekerja sama dengan Philips, Graha Teknomedika, dan Panasonic Healthcare Indonesia sepakat untuk melakukan transfer teknologi dan produksi alkes berteknologi tinggi secara lokal.
Rencana ini mengemuka dalam Diseminasi Hasil Studi Implementasi Skrining HPV DNA yang digelar hari ini, Selasa (27/1/2026), di Kementerian Kesehatan RI.
Cuaca 2026 semakin tak menentu. Simak panduan medis menjaga imunitas tubuh, mencegah penyakit pancaroba, dan tips menghadapi gelombang panas (heatwave).
Pada kelompok balita dan anak prasekolah usia 1-6 tahun, karies gigi ditemukan pada 31 persen anak atau sekitar satu dari tiga anak.
Satu dari lima remaja Indonesia mengalami tekanan darah di atas normal. Kondisi ini membuka jalan bagi hipertensi dan penyakit kronis di usia produktif.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengeluhkan harga tiket pesawat yang mahal untuk menuju titik bencana di Sumatra dan Aceh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved