Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
DI masa pandemi covid-19 saat ini, menjalankan protokol kesehatan dengan ketat serta tinggal di lingkungan dan hunian sehat menjadi solusi terbaik bagi masyarakat. Rumah terbukti menjadi tempat teraman dan ternyaman di tengah-tengah eskalasi penyebaran virus yang sudah menjadi pandemi global itu.
Dijelaskan Pendiri dan Chief Executive Officer PT Intiland Development Tbk, Hendro S Gondokusumo, dalam acara Webinar Hidup Sehat: Jantung Sehat & Covid-19: The Dos and The Don’ts, sejatinya konsep rumah tidak sebatas bangunan fisik. "Rumah adalah benteng' new normal, tempat kita mengisi kembali energi dan menjernihkan pikiran setelah bekerja, serta menjadi tempat berlindung terbaik bagi keluarga," kata Hendro.
Baca juga: Pekerja Dukung Kebijakan WFH untuk Cegah Penyebaran Covid-19
Untuk itu pihaknya sebagai pengembang properti senantiasa berusaha menghadirkan hunian, baik rumah tapak maupun apartemen yang nyaman sebagai tempat tinggal dan tetap menunjang produktivitas. Saat sebagian besar masyarakat harus menghabiskan waktu di rumah untuk bekerja atau work from home, maka pemilihan lokasi, kondisi lingkungan, dan fasilitas pendukung menjadi faktor krusial.
Pendapat senada disampaikan ahli kardiologi dari Mount Elizabeth Novena Hospital Singapura dr. Nikolas Wanahita yang memaparkan poin-poin terkait pola penularan covid-19 dan risiko utama yang harus dihadapi masyarakat. Pentingnya menjaga protokol kesehatan secara ketat dengan menjalankan langkah-langkah preventif, seperti penggunaan masker dan menjaga jarak adalah cara termudah untuk melindungi diri dan keluarga di masa pandemi.
“Covid-19 memang menyerang organ pernapasan, tetapi tetap berbahaya bagi penderita penyakit jantung atau kelainan jantung. Dari sejumlah kejadian, terbukti pasien covid-19 yang mengidap penyakit jantung meninggal karena imunitasnya berkembang tidak terkontrol dan berbalik menyerang organ jantung. Ini fakta yang berbahaya dan perlu diketahui oleh para penderita penyakit kardiovaskular,” tegas Nikolas.
Menanggapi keterkaitan antara pandemi covid-19 dengan pola hidup sehat, Hendro kembalimenegaskanpentingnya faktor lingkungan dan hunian sehat sebagai wahana efektif untuk berlindung. Khususnya, bagi masyarakat usia lanjut seperti dirinya yang relatif lebih rentan dan memiliki risiko tinggi terhadap penularan covid-19. Hendro mencontohkan, sebagai warga senior,dirinya sudah sangat mengurangi aktivitas di luar rumah.
Seluruh kegiatan bisnis dilakukan di rumah dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Pekerjaan bisnisdan organisasi seperti rapat, koordinasi, maupun pengarahan seluruhnya dilakukan secara daring. "Jadi, wajar jika banyak warga-warga senior, seumuran saya, beramai-ramai bertapa di rumah."
Ia juga mengutip hasil laporan dari Universitas Johns Hopkins yang menyebut, delapan dari sepuluh kematian akibat covid-19 di Amerika Serikat adalah pasien berusia diatas 65 tahun. Fakta ini menambah rasa takut dan khawatir. Terlebih bagi kondisi orang lanjut usia yang rentan terhadap berbagai penyakit degeneratif seperti darah tinggi, diabetes, dan jantung. Meskipun harus menghadapi risiko tinggi, Hendro menyarankan agar para warga senior tetap produktif.
“Saya selalu berusaha agar bisa olahraga jalan kaki setiap pagi di lingkungan rumah atau dengan treadmill. Kegiatan itu sudah puluhan tahun saya jalani secara rutin,tidak hanya pada saat pandemi,” ujarnya.
Hendro juga menyarankan agar masyarakat tetap menjalin komunikasi dengan keluarga, kerabat, dan kolega. Komunikasi intensakan membantu kita tetap merasa dekat dengan keluarga dan sahabat. Jika diperlukan, sebaiknya jangan hanya lewat telepon, tetapi bisa tatap muka secara langsung via aplikasi teknologi. Aktivitas ini membantunya tetap merasa bahagia karena merasa dekat dengan keluarga dan teman-teman. Tip penting berikutnya yakni harus bisa menerapkan prinsip rumahku, istanaku.
Tetap di rumah untuk sementara waktu dan menjadikan rumah sebagai tempat ternyaman saat ini. Pastikan rumah kita memenuhi kriteria rumah sehat dan mampu memenuhi kebutuhan di saat menghadapi pandemi. Ia mencontohkan, saat ini banyak hunian rumah atau apartemen yang sudah mengadopsi konsep rumah sehat. Memiliki sirkulasi udara dan penerangan yang baik, bersih, serta memiliki ruangan yang mendukung aktivitas kerja maupun lainnya.
Pada kesempatan yang sama, aktris dr. Twindy Rarasati berbagi pengalaman ketika dinyatakan positif terinfeksi covid-19 melalui polymerase chain reaction (PCR). Ia mengaku tidak merasakan demam seperti kebanyakan orang yang terpapar virus ini, hanya merasa gejala sesak napas dan hilangnya indra penciuman.
Lebih membingungkan ketika hasil rapid test keluardan dinyatakan non-reaktif. Namun, karena merasa ada yang tidak beres dengan gejala-gejala yang dirasakannya dan kebetulan juga seorang dokter, ia memutuskan untuk melakukan PCR Swab Test yang hasilnya dinyatakan positif.
“Kasus ini mungkin tidak hanya terjadi pada saya, tetapi juga pada orang lain yang merasa dirinya sehat dan belum melakukan isolasi mandiri dari awal gejala. Bisa jadi, seseorang sudah terinfeksi, tetapi belum muncul antibodi untuk melawan virus SARS-CoV-2,” katanya.
Dalam kondisi pandemi seperti sekarang, menurut Twindy, mutlak bagi masyarakat untuk semakin menjaga kesehatan dengan menyantap makanan dan minuman bergizi, rajin berolah raga dan tetap aktif, serta menerapkan protokol pencegahan covid-19 di manapun. Satu hal yang menurutnya sangat penting ketika dinyatakan positif adalah memiliki keyakinan dan semangat bisa sembuh dan sehat kembali. Dukungan dari keluarga, kerabat, dan teman sangatlah berarti untuk membangkitkan semangat, menumbuhkan motivasi, serta keyakinan untuk dapat sehat kembali. (Ant/A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved