Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMACETAN di Jakarta pada jam-jam tertentu dan ditambah masih berlakunya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) memaksa layanan kesehatan untuk terus berinovasi. Seperti yang dilakukan RS Medistra dan PT Whitesky Aviation. Mereka mengadakan kerjasama layanan Evakuasi Medis (Medicine Evacuation/Medevac) dari operator di wilayah operasional RS Medistra, Jakarta.
Adapun jenis layanan evakuasi medis yang dimaksud adalah layanan Heli Medevac dari Heliport ke RS Medistra, layanan PCR SWAB dari RS Medistra dengan tambahan layanan Heli Transport serta layanan In House Clinic.
Baca juga: Dukung Holding RS BUMN, IPC Harapkan Standardisasi Layanan
"Berbagai layanan ini untuk mempermudah pasien dalam kondisi emergency yang butuh evakuasi perjalanan menuju RS Medistra. Selanjutnya, pasien akan ditangani lebih lanjut dengan perlengkapan fasilitas medis sekaligus tenaga medis yang berkualitas," ujar Direktur RS Medistra, dr Dini Handayani, MD, MARS, FISQua saat acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara RS Medistra dan PT Whitesky Aviation di Jakarta, Rabu (19/8).
Dengan angkutan pelayanan penerbangan pengobatan dengan sistem Medevac dari Heliport ke rumah sakit, pihak Medistra berharap akan lebih baik dalam melayani pasien yang membutuhkan pelayanan cepat. Selain itu, mereka juga menyediakan pelayanan PCR SWAB dengan beberapa metode layanan. Bisa dengan cara datang ke rumah pasien atau ke RS Medistra, dengan additional service Heli transport ke bandara jika Pasien berpergian.
Ditambahkan Dini, RS Medistra juga menyediakan layanan In House Clinic, yakni suatu pelayanan kesehatan yang berada di dalam lingkungan industri / perusahaan untuk segera ditangani RS Medistra. Jika ada pasien yang sangat membutuhkan pelayanan medis, bisa segera di rujuk ke RS Medistra dengan menggunakan Layanan Heli Medevac.
Mengenai biaya pelayanan, Dini mengatakan semua jenis layanan dijamin relatif terjangkau. Semua jenis layanan ini dapat diakses masyarakat yang ada di wilayah Jabodetabek. Berbagai penyakit seperti serangan jantung, kecelakaan di jalan tol, stroke, dan sebagainya.
"Kami berharap dengan kecepatan layanan heli medevac ini, golden time atas suatu tindakan medis yang di butuhkan dapat benar benar dapat dimanfaatkan secara optimal," papar Dini.
Menurutnya penanganan penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke perlu dilakukan secara cepat dan tepat. Jika terlambat, risiko pasien mengalami kecacatan dan kematian semakin besar. Ada golden periode yang idealnya tak boleh dilewatkan.
“Untuk kasus serangan jantung misalnya, golden periode-nya adalah 90 menit. Jadi, terhitung sejak munculnya gejala serangan, dalam 90 menit pasien balon atau ring/stent sudah harus terpasang (di jantung pasien),” kata Dini lagi.
Semakin lama pasien tak ditangani, semakin banyak kerusakan yang terjadi pada sel-sel di organ jantung (kasus serangan jantung) dan otak (kasus stroke). Akibatnya, risiko pasien untuk mengalami kefatalan semakin besar.
Dokter dini menjelaskan, salah satu penentu kecepatan penanganan ialah transportasi pasien ke rumah sakit. Untuk itu, RS Medistra membuka layanan baru, Heli Medistra. Layanan ambulans udara ini menggunakan helikopter untuk mengangkut pasien ke RS Medistra. Layanan ini bisa mengatasi problem kemacetan jalan yang berpotensi memperlama waktu tempuh pasien menuju RS. Selain itu, di tengah pandemi Covid-19, layanan ini juga cocok untuk meminimalkan kontak pasien dengan banyak orang.
Tentu saja, lanjut Dini, layanan ini tidak hanya untuk kasus-kasus kardiovaskuler. Pasien penyakit lainnya juga bisa memanfaatkan layanan ini. Seperti, kasus ortopedi dan kecelakaan. “Pasien ortopedi biasanya sulit bergerak karena nyeri. Dengan helikopter, pasien bisa lebih nyaman saat menuju RS,” imbuh Dini
Pelayanan dengan menggunakan heli medevac itu diyakini Dini ke depan akan menjadi sebuah kebutuhan bagi kota seperti Jakarta dan kota-kota besar lainnya. (RO/A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved