Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) angkat bicara terkait fenomena hujan yang mengguyur wilayah Jabodetabek pada akhir pekan lalu.
Kabid Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Tirto Djatmiko menyebut hujan di musim kemarau juga bisa terjadi. Musim kemarau bukan berarti hujan tidak ada sama sekali.
"Perlu dipahami juga. Musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan," kata Hary saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (19/8).
Baca juga: Mentan Ajak Masyarakat Bertani di Halaman Rumah
Hary memaparkan BMKG mendefinisikan masuknya suatu musim berdasarkan kumulatif curah hujan 10 harian (dasarian).
Jika dalam 1 dasarian tercapai kumulatif curah hujan <50 mm/dasarian dan diikuti 2 dasarian berikutnya secara berturut-turut, didefinisikan sebagai periode musim kemarau.
"Kondisi sebaliknya jika dengan periode yang sama, kumulatif curah hujan tercapai >50 mm/dasarian maka didefinisikan sebagai periode musim hujan," jelasnya.
Hary menambahkan untuk musim kemarau tahun masih ini didominasi sifat hujan yang normal dan ada pula yang di atas normal. Di sisi lain, berdasarkan curah hujan yang terjadi, BMKG menyimpulkan saat ini masih musim kemarau.
"Sehingga dapat diartikan dalam musim kemarau ada potensi hujan yang relatif cukup signifikan. Saat ini masih berada di musim kemarau," ungkapnya. (OL-1)
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Tengah akan lebih kering (di bawah normal). Cek jadwal awal kemarau dan puncak kekeringan di wilayah Anda.
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim kemarau akan lebih lama, sekaligus memiliki intensitas hujan lebih rendah dibandingkan rata-rata.
BMKG memprediksi musim kemarau di NTB mulai April 2026 akan lebih kering dari biasanya. Simak wilayah terdampak dan imbauan resminya di sini.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih awal di sebagian besar wilayah Indonesia dan berlangsung lebih kering dari normal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved