Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan, bonus demografi tidak dapat diraih secara otomatis. Perlu ada tindak lanjut dan syarat yang harus dipenuhi untuk mencapai bonus demografi.
“Kalau kita tidak mencegah putus sekolah, hamil berulang kali, nikahnya masih anak-anak, kematian ibu dan bayi banyak, orang tua tidak terlidungi, banyak pengangguran, maka akan terjadi missed demography dividend,” kata Hasto dalam webinar Keluargaku, Indonesiaku, Selasa (18/8).
Hasto menjelaskan, untuk dapat mencapai bonus demografi, maka pembangunan keluarga harus disiapkan dengan memperhatikan faktor biologis, ekonomis, dan psikologis.
“Intinya, jangan terlalu muda nikahnya, jangan terlalu tua melahirkan, jangan terlalu sering atau jarak kurang dari 3 tahun, dan jangan terlalu banyak atau lebih dari dua anak, pokoknya pesannya jangan terlalu,” tuturnya.
Kepala BKKBN periode 1983-1998 Haryono Suyono menambahkan, ada delapan fungsi keluarga yang harus terus dikembangkan yakni fungsi Ketuhanan yang Maha Esa, fungsi budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi kesehatan dan KB, fungsi pendidikan, fungsi wirausaha, dan fungsi lingkungan hidup.
Baca juga : Hadapi Meningkatnya Penyebaran Covid-19, Strategi Baru Dibutuhkan
Jika delapan fungsi itu dapat terpenuhi, maka indeks pembangunan manusia (HDI) di Tanah Air juga akan terus berkembang.
“Tiga komponen HDI ini adalah komponen yang saya harap BKKBN akan memberikan perhatian yang sangat tinggi. Karena keberhasilan BKKBN ke depan sangat diukur dari bagaimana kita bisa mempengaruhi HDI yang diukur dari usia harapan hidup, pendidikan dan pekerjaan.,” tuturnya.
Selain memperhatikan komponen indeks pembangunan manusia, Haryono juga meminta BKKBN agar merancang peta kemajuan atau roadmap yang berfokus pada sasaran akhir. Dia meniai, melalui roadmap, maka BKKBN dapat memahami kemajuan dari indikator atau program yang telah dilakukan.
“Bagian dari kegunaan peta itu agar mengukur bagaimana indikator itu dapat kita terjemahkan dan serahkan pada para bupati, camat, dan lurah untuk diusahakan. Jadi BKKBN konsentrasi bagaimana menyusun keluarga-keluarga untuk mengikuti peta kemajuan keluarga yang ada,” tandasnya.(OL-7)
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Analis Kebijakan BNPT Haris Fatwa Dinal Maula, mengungkapkan bahwa ancaman terorisme dan radikalisme masih nyata di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Meski jangkauan tim sudah cukup luas, Safrina mencatat masih ada beberapa wilayah yang belum tertangani sepenuhnya karena kendala akses.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
PT Hengjaya Mineralindo resmi berkolaborasi dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mengimplementasikan program Taman Asuh Sayang Anak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved