Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Pembelajaran Harus Beradaptasi

MI
12/8/2020 00:35
Pembelajaran Harus Beradaptasi
(MI/Syarief Oebaidillah)

PENGGUNAAN metode daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang semakin masif pada saat pandemi ini harus terus dikembangkan dan tidak sekadar jadi pemanis.

Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) mencatat setidaknya secara kuantitas sekitar 98% perguruan tinggi di Tanah Air telah menggunakan metode tersebut dalam perkuliahan. 

Menurut Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam penggunaan metode daring jangan dianggap sebagai suatu metode kekinian. “Teknologi benar-benar kita butuhkan untuk melaksanakan pembelajaran,” kata Nizam, dalam acara peluncuran buku Potret Pendidikan Tinggi di Masa Covid-19 di Gedung Kemendikbud Jakarta, kemarin.

Nizam menjelaskan adanya pola pikir metode belajar daring sebagai pemanis ini juga harus dihilangkan. Sebab, pola pikir itu lah yang akan memperlambat transformasi pendidikan di Indonesia. Buktinya dalam 20 tahun belakangan ini, pembelajaran dengan menggunakan teknologi masih sangat minim.

“Upaya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, nyatanya hanya sedikit sekali perguruan tinggi yang menerapkannya. Ternyata akibat pandemi, justru pelaksanaan pembelajaran daring mendadak dilakukan dalam waktu singkat,” ujar Nizam.

Padahal, PJJ sejatinya mampu memperkaya pembelajaran dalam menunjang pembelajaran secara luring. Pada acara tersebut dikemukakan bahwa buku yang diluncurkan merupakan rekaman kegiatan para dosen saat mengajar di masa pandemi covid-19. 

Dalam merancang buku setebal 347 halaman itu, Nizam dibantu mantan rektor Universitas Terbuka (UT), Tian Belawati, serta 16 dosen sebagai kontributor cerita di dalamnya.

Tian berharap buku ini dapat membawa dosen lebih kreatif dalam melakukan pembelajaran daring. Menurut Tian, jika buku ini dipahami menyeluruh, dosen akan lebih jeli memilih platform daring guna mendukung PJJ.(Bay/Medcom.id/H-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya