Selasa 11 Agustus 2020, 13:33 WIB

Ciptakan Pemimpin dari Belajar Berbasis Riset di Tepi Danau Toba

Thomas Harming Suwarta | Humaniora
Ciptakan Pemimpin dari Belajar Berbasis Riset di Tepi Danau Toba

Dok MI
Journalist on Duty

 

SMA Unggul Del Laguboti, Toba Samosir, Sumatra Utara memiliki pendekatan pembelajaran yang dianggap mampu menjawab kebutuhan dunia pendidikan.

Di mana, sekolah yang didirikan di tepi Danau Toba tersebut memiliki pendekatan pembelajaran berbasis riset yang mengarahkan para peserta didik untuk melakukan penelitian atas berbagai persoalan yang sehari-hari dihadapi.

Baca juga:  Dosen UI: Masyarakat Harus Peduli Hasil Riset

Kepala SMA Unggul Del Arini Desianti Parawi dalam sesi wawancara dengan jurnalis Media Indonesia Sabam Sinaga dalam acara program Journalist on Duty, pada Senin (10/8) malam, menjelaskan sistem pembelajaran berbasis riset yang dikembangkan oleh SMA Unggul Del merupakan langkah mereka untuk menyiapkan pemimpin masa depan Indonesia yang mampu memberi kontribusi.

"Jadi bagaimana kita menyiapkan generasi handal bangsa ini yang dilihat oleh sekolah Del adalah dengan mengembangkan pembelajaran berbasis riset atau penelitian. Ini salah satu misinya. Dan ini adalah juga salah satu tantangan bagi guru yaitu mengekslorasi penelitian dalam kegiatan pembelajaran," kata Arini.

Baca juga:  Soal RUU PRT, Politisi NasDem Ingatkan Kisah Soekarno dan Sarinah

Dasar dari sistem pembelajaran berbasis riset ini kata dia adalah untuk mengembangkan kemampuan peserta didik agar mampu menjawab persoalan yang dihadapi sehari-hari.

"Jadi dengan riset akhirnya mereka peka dengan masalah yang ada di sekitar mereka, lalu mereka berpikir bagaimana solusinya. Pembelajaran pun jadinya menarik. Dan ini yang saat ini kita kemas dalam pendidikan di SMA Del," jelas Arini sambil menambahkan peserta didiknya sudah pernah melakukan penelitian sampai tingkat internasional pada 2016 dan 2017.

Baca juga:  Jeritan Pekerja Hiburan di Jakarta: Kami Mati Langkah

Selain itu, pendidikan berbasis riset kata dia juga berpengaruh pada terbangunnya budaya berpikir kritis di dalam kelas. Bukan hanya itu pembelajaran berbasis riset juga memaksa siswa untuk dekat dengan teknologi karena sesungguhnya riset itu butuh teknologi. "Riset dilakukan, dan siswa menjadi melek teknolgi. Dan kita ajarkan bahwa teknologi hanya sarana untuk memudahkan pemecahan masalah," kata Arini.

Arini menjelaskan, pembelajaran berbasis riset juga membantu para siswa menyerap pengetahuan secara baik dan utuh. "Riset menjadi sesuatu yang menarik karena berkaitan dengan hal-hal sehari-hari yang dihadapi para siswa. Mereka temukan ada masalah, lalu carikan solusinya, dan itu sangat kontekstual. Dari sana banyak sekali pengetahuan yang mereka serap. Sehingga bagi saya ini adalah sistem pendidikan terbaik yang harusnya dikembangkan oleh sekolah-sekolah lain di Indonesia," pungkasnya. (X-15)

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Media Indonesia (@mediaindonesia) on

 

Baca Juga

Dok Dr’s Clinique

Perawatan Dengan Laser Efektif Atasi Berbagai Masalah Kulit

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 11:39 WIB
Perawatan kulit dengan laser saat ini banyak sekali dilakukan dalam penyembuhan berbagai masalah kulit seperti kerutan, keriput, dan...
Ist

Perubahan Iklim Turut Picu Munculnya Pandemi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 10:59 WIB
 Inisiator Pandemic Talks Firdza Radiany menilai akar masalah munculnya Covid-19 atau  virus SARS-CoV-2 disebabkan oleh perubahan...
Ist

Menparekraf Sandiaga Dorong Sineas Partispasi dalam Festival Film Bulanan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 10:52 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, kembali ingatkan para sineas yang ada di Pulau Jawa untuk berpartisipasi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya