Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK lama, air kelapa muda menjadi salah satu minuman favorit masyarakat Indonesia. Tak hanya rasanya yang enak, air kelapa muda rupanya juga memiliki beragam manfaat. Bahkan, berpotensi membantu pencegahan covid-19. Termasuk bagi penyandang penyakit kronis yang terbukti lebih rentan terkena covid-19.
“Yang dimaksud penyakit kronis itu antara lain, hipertensi, diabetes, penyakit paru obstruktif kronis, penyakit ginjal, dan obesitas,” ujar dokter spesialis gizi medik, dr Maya Surjadjaja SpGK, pada webinar yang digelar belum lama ini.
Baca juga: Kemenkes: Antivirus Satu-satunya Obat Covid-19
Mengapa penyandang penyakit kronis lebih rentan terkena covid-19? Dokter Maya menjelaskan, hal itu karena penyakit kronis mengganggu respons imunitas tubuh terhadap infeksi. Selain itu, penyakit kronis membuat reaksi inflamasi (peradangan) dalam tubuh lebih cepat terjadi dengan tingkat keparahan lebih tinggi.
“Penyakit kronis memperkuat respons pro-inflamasi. Akibatnya, ketika virus korona penyebab covid-19 masuk tubuh, tubuh lebih mudah mengalami hiperinflamasi. Kondisi ini memicu ‘badai sitokin’ yang pada akhirnya memunculkan gejala-gejala covid-19 yang berat, seperti sesak napas yang membuat pasien membutuhkan bantuan ventilator untuk bernapas,” terang dr Maya.
Apa kaitannya dengan air kelapa? Hasil-hasil penelitian menunjukkan air kelapa muda memiliki sifat antiinflamasi/antiradang. Sifat inilah yang membuat air kelapa muda bisa dimanfaatkan untuk membantu pencegahan covid-19. “Ingat, air kelapa muda ya, bukan kelapa tua. Karena berdasarkan penelitian, air kelapa muda memiliki efek anti-inflamasi yang lebih kuat (potent anti-inflamatory) daripada air kelapa tua (moderate-antiinflamatory),” terang dr Maya yang juga kontributor protokol klinis dan panduan penyusunan menu pasien Covid-19 & tenaga kesehatan.
Untuk itu, ia menganjurkan konsumsi air kelapa muda 1-2 cup per hari (250-500 ml), sesuai dengan dosis yang sering digunakan dalam penelitian-penelitian mengenai air kelapa muda. Yang terpenting, pesannya, jangan menambahkan gula.
Dokter Maya menambahkan, air kelapa muda yang dimaksud bisa berasal dari buahnya langsung, bisa juga dari air kelapa muda kemasan yang banyak dijual di pasaran. “Minum air kelapa muda dalam kemasan juga boleh, tapi baca labelnya ya, pastikan tidak ada tambahan gula. Karena, gula justru bersifat pro-inflamasi (mempermudah peradangan),” imbuh dr Maya yang dalam sesi webinar ini juga memaparkan jurnal-jurnal penelitian manfaat air kelapa muda.
Tanpa ditambah gula pun, air kelapa muda rasanya sudah sedikit manis. Meski rasanya manis, lanjut dr Maya, tetap aman bagi penyandang diabetes. “Air kelapa muda mengandung karbohidrat, protein, serta vitamin dan mineral penting, juga serat yang baik untuk penyandang diabetes. Kandungan kalorinya rendah, satu cup air kelapa muda hanya 46 kalori.”
Tentu saja, dr Maya menegaskan, konsumsi air kelapa muda bukan satu-satunya cara mencegah covid-19. Langkah pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh. Termasuk mengelola stres, olahraga teratur, tidur cukup, mendapat paparan sinar matahari, dan menjaga kecukupan gizi. Juga, patuhi protokol umum pencegahan covid-19 seperti cuci tangan pakai sabun, memakai masker, dan jaga jarak. Khusus untuk penyandang penyakit kronis, baik itu hipertensi, diabetes maupun lainnya, perlu melanjutkan pengobatan rutin yang selama ini dijalani untuk mengontrol penyakitnya.(Nik/A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved